Senin, 09 Februari 2015

Hary Tanoe Konsep Bisnis Harus Matang dan Fokus

  
Pemilik RCTI ini lahir di Surabaya 26 September 1965, Hary Tanoesoedibjo memang berbisnis dengan prinsip konsep yang matang dan terencana. Mengambil gelar Master of Business Administration di Carleton University, ia mulai masuk ke bisnis multimedia melalui PT. Bimantara Citra Tbk. Perusahaan yang didirikan oleh anak mantan Presiden Soeharto, Bambang Trihatmojo, menjadi sebuah langkah besar.

Dia mendirikan Bhakti Investama yang kemudian membeli saham PT. Bimantara Citra, dan mengakuisisinya ketika perusahaan mengalami kesulitan keuangan.

Ayahnya adalah Ahmad Tanoesoedibjo seorang muslim yang taat, dan seorang pengusaha. Hary merupakan bungsu dari tiga bersaudara, kakaknya Hartono Tanoesoedibjo dan Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo. Seusai menamatkan pendidikan menengahnya di SMAK St.Louis Surabaya, ia melanjutkan pendidikan di Carleton University, Ottawa, Canada, dan mendapatkan gelar kehormatan (1988). Dia juga meneruskan Bisnis Administrasi di Ottawa University, Canada.

Hary menikah dengan Liliana Tanaja, dan memiliki lima orang anak yaitu Angela Herliani Tanoesoedibjo, Valencia Herliani Tanoesoedibjo, Jessica Herliani Tanoesoedibjo, Clarissa Herliani Tanoesoedibjo, dan Warren Haryputra Tanoesoedibjo.

Dia adalah pendiri, pemegang saham, dan CEO PT.Bhakti Investama.Tbk sejak 1989. Bhakti Investama bergerak di bidang bisnis menejemen investasi, yang membeli perusahaan, memperbaiki, dan kemudian menjualnya kembali. Perusahaan tersebut terdaftar di bursa efek sebagai perusahaan terbuka, dan seiring waktu menjadi lebih besar. Di masa krisis ekonomi pasca Orde Baru, ia banyak melakukan merger dan akuisisi.

Tahun 2000, Bhakti Investama mengambil alih sebagian saham dari PT. Bimantara Citra Tbk sedikit- demi sedikit. Setelah itu ia merubahnya jadi PT. Global Mediacom Tbk; ketika mayoritas saham telah dimiliki. Sejak saat itu, Hary kemudian diketahui telah masuk lebih dalam ke bisnis media dan telekomunikasi. Ia menjadi President Direktur Global Mediacom sejak 2002.

Selain itu, sejak itu, Hary tercatat menjadi President Direktur PT. Media Nusantara Citra (MNC) dan  PT. Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) sejak tahun 2008, serta menjadi komisaris di PT. Mobile-8 Telecom Tbk, Indovision dan beberapa perusahaan lain dibawah bendera perusahaan grup Bhakti Investama dan Global Mediacom.

Ia secara langsung memiliki tiga stasiun swasta (RCTI, MNCTV, dan GlobalTV), kemudian tumbuh terus mencangkup Triwijaya FM dan media cetak Harian Seputar Indonesia, mejalah ekonomi dan bisnis Trust, dan tabloid remaja Genie. Pada tahun 2005, perusahaan ini mendirikan beberapa usaha baru seperti Radio Dangdut TPI (sekarang Radio Dangdut Indonesia), Global Radio (Radio ARH), dan Women Radion (sekarang bernama V Radio). Global Mediacom juga pemilik majalah TRUST (Sindo Weekly), Ralita, dan Kiddy.

Yang terakhir, perusahaan mulai masuk ranah dunia maya dengan Okezone.com sebagai portal berita.

Ia dikenal aktif di berbagai kegiatan meski bisnisnya menggurita. Hary tercatat menjadi bendahara KONI, menjadi salah satu pendiri partai sekaligus dewan pemebangan partai Nasdem, dan menjadi pembicara di berbagai seminar bisnis, menjadi dosen tamu di bidang keuangan, investasi, menejeman strategi. Pada 2011, Fobes mencatatnya dalam urutan ke 22 orang terkayan di Indonesia dan memiliki kekayaan $.1,19 juta.

Hary selalu mengatakan ingin menjadi pengusaha semenjak awal dan fokus akan tujuan itu. Dia berpendapat tujuan haru diikuti oleh disiplin dan fokus. "Saya dari dulu ingin jadi entrepreneur, dan untuk mencapai tujuan itu, saya terus fokus dan disiplin, anda juga bisa melakukan itu," ucapnya. Kunci sukses baginya adalah fokus dengan apa yang ingin dicapai. Jangan menyerah akan kegagalan, karena sukses itu tidak instan, sukses itu butuh proses.

Artikel Terbaru Kami