Minggu, 03 November 2013

Chairul Tanjung Anak Singkong Jadi Raja

Biografi Raja Media Chairul Tanjung



Chairul Tanjung dilahirkan di Jakarta, 16 Juni 1962, putra dari keluarga cukup berada tetapi menjunjung tinggi sifat kerja keras. Ayahnya, A.G.Tanjung, merupakan seorang mantan wartawan pada era Orde Lama dan memiliki usaha surat kabar berpolah kecil. Dia yang memiliki darah Batak Sibolga sedangkan istrinya, Halimah berdarah sunda. Pada masa Orde Baru, usaha surat kabar ayahnya manjadi target pembredelan dan akhirnya harus tutup.

Ini lah yang membuat ekonomi keluarga Chairul mengalami keterpurukan. Keadaan harus membuat orang tuanya harus menjual rumah dan tinggal di rumah yang lebih kecil. Disini pula, hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat, tatapi menjadi lebih termotivasi mandiri. Dia, selepas pendidikan di sekolah SMA Boedi Oetomo di 1981, memilih jurusan kedokteran di Universitas Indonesia. Chairul muda lulus bergelar dokter gigi tahun 1987.

Meski seorang dokter gigi,  bisnisnya tercatat sudah dimulai semenjak sebelumnya. Dia sudah dikenal telah aktif berbisnis sejak kuliah tapi mendapatkan gelar mahasiswa teladan tahun 1934- 1985. Namun, demi memenuhi kebutuhan kuliah, ia berjualan buku kuliah stensil, kaos, dan lainnya di kampus. Chairul pernah membuka usaha foto kopi di dekat kampusnya. Selepas kuliah ia berbisnis peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen Raya, Jakarta Pusat.

Perusahaan bernama CV Abadi Medical dan Dental Supply berdiri di 1983, tetapi akhirnya harus bangkrut. Bisnis lain meliputi penyediaan atau kontraktor bisnis pemeritah. Bisnis ini meliputi sektor privat kebutuhan sekolah seperti penyediaan atap asbes. Chairul juga dikenal memulai bisnis sepatu anak- anak yang menjadi titik baliknya.

Bisnis sepatu


CT, begitu media memanggilnya, bersama tiga temannya mendirikan PT. Pariarti Shindutama di tahun 1987, bermodal Rp.150 juta hutang dari Bank Exim. Mereka memproduksi sepatu hingga ekspor ke luar negeri. Keberuntungan ada dipihaknya, bermodal kepercayaan diri kuat, mulai berbisnis keluar dari zona nyaman. Mereka dikenal menjual sepatu hingga nagara Italia, pesananan yang mencapai 160 ribu pasang. Akan tetapi perbedaan prinsip menghadang terutama soal ekspansi; Chairul memutuskan keluar.

Dia yang piawai dalam berkomunikasi tak butuh waktu lama untuk membangun jaringan. Dalam tempo yang relatif singkat, Chairul Tanjung telah mengusahakan dirinya melalui tiga bisnis utama: keuangan, properti, dan multimedia. Di bidang keuangan, ia sukses mengambil alih Bank Karman yang kini bernama Bank Mega. Ia menamakan perusahaan holdingnya Para Group menjalankan tiga bisnis utama tersebut. Perusahaan holding berpusat di Para Inti Holding, sebagai induk membawahi sub- holding.

Perusahaan holding yang memiliki bisnis kecila lebih spesifik lagi. Dia memilik perusahaan sub- holding seperti Para Global Investindo (keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi), dan terakhir yaitu Para Inti Propertindo (properti). Dibawah nama Para Group, ia memiliki sejumlah bisnis; seperti bisnis finansial meliputi Bank Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega Tbk, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah, dan Mega Finance.

Di bidang properti investasi meliputi Para Bandung Propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, dan Mega Indah Propertindo. Di bidang media dan penyiaran, Para Group memiliki Detik.com, Trans TV, Trans 7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio. Khusus produk properti, Para Group mendirikan Bandung Supermall, mall seluas 3 hektar yang menghabiskan dana Rp.99 miliar. Para Group meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business District pada 1999.

Untuk bidang investasi, melalui Trans Corp perusahaan bagian Para Group, membeli bisnis Carefour melalui jual beli saham senilai 40% nilai saham. Mou Carefour sendiri ditanda tangani oleh kedua belah pihak tanggal 12 Maret 2010 di Prancis. Tanggal 1 Desember 2011 menjadi hari bersejarah lain perusahaannya. Para Group resmi berganti nama CT Corp. Perusahaan yang memiliki sub holding: Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources.

Perusahaan dibawah CT Corp bergerak di bidang finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam. Sebelumnya Para Group masuk ke bisnis televisi melalui Trans Corp, PT. Trans Corporation, merupakan anak usaha CT Corp. Perusahaan ini memiliki bidang usaha dibidang media, gaya, dan hiburan. Awalnya, perusahaan hanya ingin menjembatani hubungan antara Trans TV yang merupakan setasiun televisi baru dengan setasiun televisi baru diambil alih.

Adalah stasiun televisis Trans 7 atau Tv 7, yang dulu dimiliki oleh Kelompok Kompas Gramedia. Usaha lainnya, Trans Corp membangun beberapa studioterintegrasi dengan taman bermain Trans Studio. Terakhir CT Corp dikabarkan mengakuisisi 80% saham PT. Indonusa Telemedia milik PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. Akusisi tersebut menyangkut upaya memiliki usaha televisi berbayar Telkomvision. CT. Corpora akan berbagi dengan Telkom sebagai pemilik merek dagang Telkomvision.

Kesepakatan diatas diperkiran menghasilkan USD $100 juta dimana keuntungan sebelumnya oleh Telkom sebanyak USD $41,13 juta. Majalah Forbes sendiri menyebut Chairul Tanjung orang terkaya di Indonesia. Pencapaiannya meluputi urutan ke 937 di dunia total kekayaan $1 miliar. Tahun 2011, ia tercatat menduduki peringkat 11 di 40 orang terkaya di Indonesia  total kekayaan $.2, 1 miliar. Di 2013, ia disebut oleh Fobes ada diperingkat 5 ke 40 orang terkaya di Indonesia, total asetnya $.3,4 miliar dalam 2 tahun terakhir.

Artikel Terbaru Kami