Senin, 09 Februari 2015

Bisnis Coklat Modern Mempertemukan Coklat dan Internet


Elise Macmillan suka sekali bermain di sekitar dapur miliknya. Dia kala itu, ia masih berumur 12 tahun dan tau betul bagaimana membuat berantakan wajan dan panci. Kurang puas hanya membuat sesuatu, ia dan kakaknya, Evan Macmillan (15 tahun), membangun the Chocolate Farm, perusahaan makanan memproduksi berbagai macam coklat. Mereka menyajikan coklat buatan sendiri, menjualnya ke teman dan keluarga.

Bisnis yang bermula di dapur beralih di sebuah pusat bisnis Denver Enterprise Center. Mereka menjalankan bisnis kecil- kecilan berbagi dapur dengan perusahaan lain. The Chocolate Farm berbagi dengan perusahaan R&D, dan mereka mengerjakan sebagian di rumah. Berjalan beberapa kilometer, keduanya berjuang menjual bisnis kecil mereka.

"Di Enterprise Center, dimana kamu membayar untuk bekerja di dapur per- jam, kami berkonsentrasi membuat produk kami," ucap Elise ketika bersiap menuju sekolah menengah pertama.

"Di rumah, ketika saya memiliki waktu luang sesukanya, saya bisa melakukan eksperimen dengan sesuatu. Saya mendapatkan ide dari teman- teman dan keluarga, dan lalu merubahnya sendikit." Pengalamannya di dapur pertama kali yaitu di umur 3 tahun, ketika itu neneknya dari Kanada mengajarinya cara membuat kue beras. Selanjutnya, kata ibunya, Kathleen Macmillan, Elise terus membuat segala sesuatu tentang kue coklat.

"Saya akan membuka lemari es dan menemukan coklat meleleh di sereal dengan selai kacang dan segala sesuatu yang lucu," nyonya Macmillan berkata.

Waktu itu, kegiatannya mengakibatkan beberapa kali ledakan microwave di dapur. Dan selama itu, Evan saudaranya belum menyadarinya. Ia yang kala itu terpilih bekerja di pengembangan Young Americans Bank, yang kala itu membutuhkan anak 21 tahun kebawah. Evan memberikan masukan adiknya mengikuti acara Holiday Marketplace di bank tempatnya bekerja. Jadi, Elise pun mengeluarkan produknya yang diberi nama Pig in Mud.

Pig in Mud merupakan perpaduan antara marshmallow yang dicelupkan ke karamel dan wijen, dan lumuran coklat cair. Ia juga menjual coklat dari susu sapi yang dibentuk lolipop, dan Farm Eggs, jelly bean dilumuri coklat. Produk- produk tersebut merupakan perwujudan peternakan milik nenek mereka. Elise dibantu saudaranya Evan mulai fokus menjual produk- produk itu lagi dilain kesempatan.

Bisnis coklat online


Setelah itu coklat bermerek Chocolate Farm mulai mendapatkan pemesanan baik dari keluarga dan teman. Dengan reputasi produk yang lucu, Chocolate Farm mulai digemari masyarakat luas dibantu oleh munculnya produk mereka di internet serta penghargaan Ernest and Young Entrepreneur kategori pebisnis tahunan di tahun 1999. Elise mengurusi bagian pengembangan produk dan pengepakan, sedangkan Evan menjalankan marketing dan penjualan.

Evan tau kelebihan internet di penjualan sejak membuat tugas sekolah. Ia berpengalaman membuat website penulis John Steinbeck. Sejak itu, websitenya menjadi situs terlaris dan banyak dikunjungi untuk situs tentang kehidupan John Steinbeck. "Itu sangat mengagumkan," ucapnya. "Saya telah menutup situs tersebut kerena kesulitan menjawab pertanyaan yang ada."

Untuk bisnis Chocolate Farm, ia membuat situs sendiri bernama ChocolateFarm.com, membuatnya menjadi sebuah bisnis e-commerce. Kedua orang tua mereka tetap mensuport bisnis anak- anaknya dari belakang. Mereka mendukung agar bisnis Elise dan Evan berjalan sebaik mungkin. "Itu bisnis mereka dan kami ingin mereka belajar," nyonya Macmillan berkata. "Tetapi seperti orang tua lain, kami ingin mereka menghindari kesalahan besar, rasa sakitnya bisa lebih dari ilmu yang didapat."

Elise biasanya mengajak teman- temannya datang dan bekerja di dapur. Sedangkan Evan berkonsentrasi mengerjakan pekerjaan kantor. Dia memesan coklat beberapa ton, menulis cek untuk sewa bulanan dan pekerja, mengatur apa saja yang terjual dan urusan administrasi lainnya. Produk terkenal mereka yaitu paket klasik bernama Chocolate Farm Classic, dijual $20 termasuk ungkos kirim.

Paket ini berisi dua coklat sapi berbentuk lolipop, dua Pig in Mud, delapan coklat berbentuk telapak kaki (dengan wijen dan coklat), enam coklat awan (marshmallows berlumur coklat), dan Lemon Sheep Munch (coklat putih bertabur butiran lemon berbentuk domba). "Disana terdapat banyak kerja tim," ucap Elise. Anak- anak ini tau pekerjaan sekolah lebih penting dari bisnis mereka. Dan ketika mereka sering berpikir tentang bisnis mereka, mereka mengerjakan sesuatu yang lain.

Evan sendiri, meski telah lulus dari sekolah menengah Cheery Creek, dia masih sibuk di sekolah tenis. Elise yang masih di kelas tujuh, memilih bermain biola, belajar di kelas tari Jazz, dan masuk tim atletik.

Artikel Terbaru Kami