Senin, 09 Februari 2015

Aburizal Bakrie Bisnis Keluarga Sang Pemenang

Biografi Aburizal Bakrie


Aburizal Bakrie lahir di Jakarta, 15 November 1946, dia yang sering dipanggil Ical merupakan direktur utama kelompok bisnis Bakrie. Ical memulai semuanya melalui arah yang berbeda. Dia adalah lulusan Fakultas Elektro ITB di tahun 1973, tetapi memilih berbisnis dan melanjutkan usaha ayahnya. Dia fokus mengembangkan usaha keluarganya Bakrie&Brothers group, sebuah perusahaan yang bekerja di banyak hal. 

Selain bisnis, ia dikenal aktif kegiatan politik selain ekonomi. Dia dikenal menempati banya posisi strategis dikarirnya. Dia merupakan mantan ketua KADIN atau Kamar Dagang Indonesia (1994- 2004) selama dua periode, serta Mentri Kordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (2004- 2009). Di akhir 2010, Ical disebut menjadi kandidat kuat calon president setalah memimpin Golkar selama lima tahun terakhir.

Lahir sebagai anak seorang pengusaha bukanlah perkara mudah. Ini bisa dilihat bagaimana Ical berusaha keras mencapai posisinya sekarang. Ia harus mempertahankan group usaha Bakrie ketika krisis moneter hingga masalah politik dan hukum. Beberapa orang pengamat bahkan menyatakan ada dua hal mengenai Ical dan Bakrie&Brothers untuk disimak. Pertama, mereka mujur karena komoditas yang melonjak naik, dan kedua menganai  serbuan investor global di saat pasca reformasi.

Bakrie&Brothers bergerak pada waktu yang tepat, dan mereka memilih hal yang tepat. Mereka bergerak dibidang bahan mentah ketika harga melonjak tajam. Hanya dalam setu tahun, keluarga Bakrie berhasil menaikan nilai kekayaan hingga $5,2 milyar. Aburizal Bakrie dan keluarga sekaligus menggusur nama terkenal lain seperti Sukanto Tanoto bos Group Raja Garuda Mas.

Bakrie Group didirikan oleh Achmad Bakrie pada tahun 1942. Bisnisnya telah berekspansi dan bermacam- macam seperti tambang, minyak dan gas, properti, infrastruktur, sawit, media dan komunikasi. Grup bisnis terbesar dimana 10 anak perusahaannya masuk di pasar saham. Salah satunya PT.Bumi Resource, bisnisnya merupakan terbesar di Indonesia yang usahanya dibidang batu bara.

Bakrie&Brothers berhasil membeli saham untuk Bumi.Plc senilai 40%. Perusahaan juga mendirikan usaha baru seperti PT. Bakrieland Development, PT. Bakrie Sumatra Plantation, PT. Bakrie&Brothers, dan PT. Bakrie Telecom. Sekarang jika dicermati perusahaan Bakrie telah menguasai segala bidang dari infrastruktur, jaringan pipa, bahan bangunan, otomotif, dan batu bara.

Lain anaknya,  Anindya Bakrie, seng putra pertama memasuki ranah media dan berhadapan langsung dengan kompetitor besar Chairul Tanjung dan Hary Tanoesoedibjo. Anindya berhasil menggerakan bisnisnya sendiri melalui sejumlah perusahaan besar telekomunikasi dan media. Dia menjabat presiden Bakrie Telecom dan Visi Media Asia yang membawahi ANTV dan TvOne. Di dunia maya, Visi Media Asia meluncurkan Vivanews yang kemudian berubah menjadi Viva.co.id.

Tidak mudah menjadi pengusaha, sebut saja masalah Bumi.Plc yang menyeretnya bersengketa hingga akan masuk ranah hukum. Nathaniel Rothschild yang merupakan penerus dinasti Rothschild berhadapan langsung dengan Aburizal Bakrie sebagai mantan patner bisnis. Keduanya ngotot mengenai BUMI Plc, sebuah perusahaan yang menguasai pertambangan Indonesia dan pemilik saham 29,81% saham PT.Bumi Resource.

Ical menggagalkan rencana Rothschild mengganti direksi dengan kekuasaanya. Bersama pemegang saham lainnya, ia berhasil menang besar dalam pertarungan tersebut. "Rothschild dikalahkan oleh pemegang saham BUMI Plc. Bakrie meraih kemenangan besar mengembalikan fungsi pemegang saham," Christopher Fong, juru bicara group Bakrie.

Analisis dari Maybank menyebut group Bakrie mengantongi sejumlah 30 hingga 40 persen total hal suara. Yaitu Bakrie dan Borneo 30 persen,  Flaming Luck untuk 1,7 persen, Avenue Capital 7,6 persen, Agryle Street Management 4,2 persen dan terakhir dari Stand Life yang sebelumnya membelot  2,1 persen. Disisi lain, Rothschild menang hanya untuk 14, 8 persen sehingga sisanya dianggap absen.

Artikel Terbaru Kami