Sabtu, 12 Oktober 2013

Search Engine Khusus File Torrent

Biografi Pengusaha Peter Sunde



Di 2003, Peter Sunde dan beberapa temannya mulai membangun ideologi mereka. The Pirate Bay adalah mesin pencari mencari file torrent yang tersebar di internet. Atau, The Pirate Bay berfokus dalam pencarian torrent files lalu mengunduhnya hanya untuk kita. Ideologi tentang kebebasan dunia maya tanpa ada batas hak milik. Torrent diciptakan menjadi penghubung folder di upload lebih ringan dan lebih cepat. Mesin pencari The Pirate Bay sendiri merupakan media pencarian torrent bukan berbentuk file.

Ya, dengan The Pirate Bay, kamu bisa mendowload film, lagu MP3 atau jenis lain, atau mendowload bokep lebih mudah. Karena jika berbentuk torrent maka itu akan jadi lebih kecil dan ringan didowload. Dibalik The Piarte Bay adalah sosok Peter Sunde Kolmisoppi, pemuda kelahiran 13 September 1978, dari Uddevalla, Swedia. Nama aliasnya adalah Brokep, seorang ahli dibidang komputer hacking. Sebelum mengerjakan The Pirate Bay, ia dikenal sebagai karyawan dari perusahaan pengobatan di German.

Tahun 2003, dia menjadi anggota Sweden's Pirate Bureau, sebuah organisasi  pendukung file sharing untuk kebebasan informasi, budaya, dan hasil intelektual. Lebih jelasnya, Pirate Bureau merupakan pembicara berbagai hal tentang ambigunya copyright, file sharing, dan produk digital. Tidak ada namanya copyright di dunia internet bung!

The Pirate Bay sendiri dijalankan bersama oleh Gottfrid Svartholm, Fredrik Neij dan Peter Sunde. Mereka membuat file yang katanya bercopyright atau berlisensi agar tersedia di internet, semuanya dari perusahaan film terkenal, seperti Motion Picture of America. The Pirate Bay berpusat di PRQ, sebuah perusahaan di Swedia, dibuat dan diciptakan oleh Fredrik Neij dan Gottfrid Svarthol. Pada 30 Mei 2006, situs tersebut tercatat berserver di Stockholm, lalu diamankan oleh polisi Swedish, kemudian ditutup.

Pada 17 April 2009, Peter Sunde dan kedua orang tersebut, ditahan dengan tuduhan serius yakni beberapa pembajakan karya cipta. Mereka ini harus ditahan dan membayar denda sebesar $4.500.000. setelah 9 hari percobaan.

"Jika pun saya mempunyai uang, saya lebih memilih membakar semuanya yang kupunya dan bahkan tidak untuk abunya. Mereka boleh memilih pekerjaan mengumpulkan itu. Begitulah saya membenci media industri," Sunde menulis surat untuk kedua temanya.

Kembali ke The Pirate Bay, dimana merupakan awal kesuksesan, dari sinilah sumber kekayaan bagi Sunde dan temanya. Melalui The Pirate Bay, mereka memberikan tempat pengiklan bagi pebisnis di hasil pencarian. Lucunya, berdasarkan tafsiran Svenska Dagbladet, pengahasilan iklan bisa mencapai $84.000 per- bulan lebih dari cukup sekedar mempertahankan website. Hasil investigasi lebih lanjut, polisi menyatakan uang dari iklan sebesar $169.000 per- bulan.

Jaksa penuntut menambahkan nilainya bisa lebih dari $1,4 juta per- tahun. Walau, pengacara Peter Sunde menyatakan penghasilannya hanya sebesar $102.000 per- bulan. Tahun 2008, IFPI menyatakan The Pirate Bay menghasilkan lebih bahkan mampu membayar hak cipta sendiri. Tetapi, hal ini dibantah oleh Gottfrid Svartholm melalui pernyataan onlinenya.

"Jika kami menciptakan banyak uang, saya, Svartholm, tidak akan bekerja hingga malam di kantor malam ini, saya akan memilih bersantai di pantai, lalu menghitamkan kulit," ucapnya membantah hasil IFPI.

Bisnis halal


Di Agustus 2011, Sunde dan Fredrik membuat situs "legal" berjudul BayFiles dan berbisnis baik. Berbeda dengan The Pirate Bay, BayFiles tidak memiliki koneksi dengan organisasi apapun. BayFiles mengijinkan setiap orang untuk mengupload di server dan membaginya secara "legal". Orang bisa dengan mudahnya mengakses link tersebut dari seluruh dunia lalu mendowloadnya. Orang hanya akan melihat berdasarkan kategori dan terbatas agar terlihat legal.

Nah, karenanya orang tau sosok si Sunde dan Fredrik adalah pendukung pembajakan. Terjadi masalah di BayFile, orang- orang mengira ini gratis, dan banyak yang tidak tau adanya pengakuan kepemilikan serta muatan bisnis di BayFiles oleh Sunde. Akhirnya, orang pun menguplod sembarangan, kemudian pihak ke tiga mengakui; BayFiles menghapusnya. Catatan bahwa BayFile ini beda dengan The Pirate Bay karena ini mengikuti aturan U.S. digital copyright atau mudahnya tidak mengedarkan produk digital berlisensi.

BayFiles akan menghapus jika ada satu pengakuan/laporan kepemilikan. Di bisnis lain, Sunde mengerjakan proyek Flatrr.com, yang merupakan file sharing berdonasi. Kali ini, hanya saja, dia dan Linus Olsson menarget musisi dan pembuat film agar masuk langsung sebagai anggota. Faltrr sendiri memiliki konsep seperti sebuah jejaring sosial bagi musik dan file Indies, dimana mereka akan mencoba menghasilkan karya, membaginya keseluruh dunia di Flatrr dan mendapatkan donasi dari proyeknya.

Faltrr dilengkapi ruang jual beli, tepatnya gabungan antara file sharing, sosial media, dan market.

"Ini merupakan sistem bagi hasil yang baru untuk setiap orang membagi kontentnya! ini juga merupakan kombinasi antara sistem donasi dan kontent berkualitas yang dicari," ucap Peter Sunde di TorrentFreak.com.

Anggota menemukan file baik berupa artikel, musik, atau film. Mereka saling memberikan donasi minimal $2, dan dikumpulkan untuk setiap download serta menjadi support. Flatrr kemudian membagi hasil donasi untuk pembuat file yang juga merupakan anggota. Dengan kata lain, setiap anggota akan menjadi flatter kontent produksi, flatter ongkos, dan menawarkan keuntungan dari sini. File yang didownload akan terbatas untuk anggota serta tanpa adanya batasan negara.

Flattr berkembang menjadi bisnis berbasis Micro Payment atau Micro Donation berpusat di Swedia. Ini terbukti sangat membantu baik di dunia nyata dan dunia maya. Mereka berguna baik non- komputer dan komputer berbasis donasi. Mereka membantu mem "flattr-ing" bukan berbasis website, termasuk konten offline, menggunakan data Smartphone malalui code QR.

Menggunakan QR setiap pengunjung mudah mendonasikan uang pengguna. Nampaknya bagi Sunde inilah jadi yang terbaik dimana dia mengakali bukan membenci sistem. Dia tak lagi ngotot untuk melawan sistem satu- per- satu. Disadari atau tidak, karya Sunde, telah mengilhami sistem bisnis berbasis internet sekarang. Dimana semua orang bisa disenangkan. Termasuk kita penikmat produk "freemium" dimana sang pengusaha, programmer, pelanggan, bisa sama- sama untung.

Artikel Terbaru Kami