Rabu, 16 Oktober 2013

Spesial Sambal Franchise Beromset Miliaran

Profil Pengusaha Yoyok Heri Wahyono



Orang Indonesia memang tidak bisa jauh dari yang namanya sambal pedas. Di berbagai daerah, kita akan menemukan cita rasa sambal yang berbeda, dan dari sinilah; ide bisnis muncul. Yoyok Heri Wahyono melihat hal tersebut dengan jelas. Spesial Sambal, apa yang membuatnya menarik di tangan Yoyok? ia memilih mencari resep untuk berbagai sambal. Dia mencari 29 jenis sambal dari penjuru Indonesia. Hasilnya? Spesial Sambal -nya digemari para pecinta pedas.

Bisnis yang kini menjadi ikon kota Yogyakarta merupakan hasil pemikiran seorang Yoyok Heri Wahyono. Bapak tiga orang anak ini mengaku kunci suksesnya bukan hanya menyangkut rasa. Dia menambahkan bisnis kuliner harus enak ditambah mengesankan, memikat, dan mempesona.

Pria empat puluh tahun yang memiliki nama panggilan Yoyok, kini menjadi direktur Waroeng SS. Bisnis yang berkembang memiliki 58 cabang di 27 kota. Awal mulanya, Dia bercerita ketika mencoba masakan di rumah makan yang jauh, pelayanan tidak ramah, tapi selalu laris. Disini lah baru terungkap, melalui mulutnya bahwa rasa makanan begitu mengikat.

Makanan yang disajikan bukan hanya enak tapi "ngangeni" ujarnya mendeskripsikan persaannya kala itu. Meski pelayanan buruk tapi masakannya enak (ngangeni). Kenyataan itulah membuatnya selalu bersikeras dengan ideologinya. Waroeng SS harus menjadi kuliner yang enak juga ngangeni, tapi ditambah pelayanan dan tempat strategis; hasilnya miliaran rupiah.

Itulah resep rahasia Yoyok SS Sambal. Berjalannya waktu, warung yang dulunya menggunakan penjualan sistem franchise, memilih untuk memakai kemitraan tertutup. Ini ada alasannya loh, Yoyok menyebut guna mempertahankan rasa sambalnya. Dia yakin lebih mudah mengontrol tiap outlet. Waroeng SS resmi didirikan di tahun 2005, memiliki 3 orang karyawan awalnya, yang kini berubah menjadi 1.800 karyawan. Sebelas tahun sudah Waroeng SS berjualan diamana halangan rintangan dihadapi dengan sabar.

"Untuk memudahkan, kami membagi WaroengSS menjadi beberapa menejemen area, seperti Jogja (pusat), Jabodetabek, Solo, dan Semarang, menejemen area itulah yang bertanggung jawab terhadap WaroengSS yang ada di wilayahnya," ujarnya.

Awal bisnis


Pada tahun 2002, Yoyok masih berkutat dengan segala sesuatu tentang event organizer. Usahanya di bidang event organizer, membuatnya terjebak dalam ketidak pastian kenangnya. Tidak setiap hari harus menyiapkan sebuah acara kan. Dan, dari sana, Yoyo hanya mendapatkan hasil yang kecil. Di tahun itu juga, ia dan kelima temanya memilih bisnis kuliner dengan aspek menjual lebih besar.

Mengusung nama Spesial Sambal, enam sekawan kemudian membangun warung tenda kaki lima di Jl. Kaliurang (tepatnya di sebelah barat Graha Sabha Pramana, UGM). Spesial Sambal kemudian hadir ditengah masyarakat sebagai spesialis sambal. Spesial Sambal menawarkan berbagai macam sambal sebagai usaha. Ini merupakan nilai lebih mereka. Spesial Sambal tidak menghadirkan sebuah eksperimen, tetapi memberikan sambal sepenuhnya hasil pencarian.

Dalam waktu 6 bulan, alumnus Teknik Kimia, UGM tersebut berani membuka cabang Waroeng SS. Bahkan tidak lama, ia sudah memapu membuka beberapa jcbang lagi. Besarnya animo masyarakat membuat Yoyo lebih percaya diri. Dia getol melalukan ekspansi sebelum banyak pesaing bermunculan. Ia lantas membuka prospek waralaba. Ini akan memastikan konsepnya tidak ditiru, ditambah menguasai pasar sambal. Ia berhasil hingga usaha dangan lambang SS tersebut menjadi bisnis waralaba yang besar.

Terbukti, melalui entrepreneurship yang kuat, Spesial Sambal  berhasil membuka 40 gerai yang tersebar di berbagai dearah. Itu sudah meliputi Yogyakarta, Solo, Semarang, Malang, Kediri, Bandung, Jakarta, Depok, Cirebon hingga Pekanbaru. Tak heran jika julukan Mr. Huuh- Haah tersematkan kepadanya. Yoyo Heri Wahyono melalui bisnisnya, Spesial Sambal mampu mengambil waktu yang tepat. Jika lengah sedikit, kami bisa pastikan usahnya tidak akan tumbuh.

Ini bukan hanya masalah kemampuan membangun tetapi juga ekspansi.

Doa sukses


Berbicara harapan, Yoyok berharap memperluas jangkauannya sampai ke daerah minimal ada dua cabang.  "Sejauh ini memang baru menjangkau Sumatera, Jawa, dan Bali; namun ke depannya pastilah ingin memperluas ekspansi cabang lagi, bahkan tidak hanya di dalam negeri saja, namun hingga ke luar negeri," ungkapnya.

Baginya berbisnis bukan hanya memenuhi kebutuhan semata, tapi lebih ke tanggung jawab. Dia bertanggung jawab atas hidup karyawannya agar tidak mandeg. Usahnya harus meliputi inovasi serta ekspansi merambah ke dearah. Ini juga termasuk cara membantu membuka kesempatan kerja. WaroengSS memiliki omset rata- rata 11-12 miliar tiap cabangnya. Walau terbilang besar, WaroengSS disebutnya masih bisnis yang boros.

"Untuk margin keuntungan hanya berkisar di angak 8-13%, karena bagi saya SS ini usaha yang boros, selain operasional bahan baku, juga untuk biaya SDM yang bisa mencapai 20%," jelasnya.

Baginya peningkatan SDM merupakan kewajiban karena merupakan ujung tombak bisnis. Yoyok akhirnya menyiapkan tempat training. Maksudnya menggembleng karyawan untuk tahan banting serta cekatan. Yang tersulit, ia mengaku menemukan menejer dan supervisor yang benar- benar mau bekerja keras. Salain faktor internel, WaroengSS juga mengalami kesulitan di eksternal.

"Kembali lagi ke kondisi riil bangsa kita saat ini, faktor keamanan terutama di kota-kota besar terkadang menjadikan pemilik usaha seperti kami harus mengeluarkan budget khusus faktor X tersebut," lanjut Yoyok. Dia harus siap akan perubahan harga seketika, serta urusan birokrasi yang menghambat. Sebuah kebiasaan, bagi pebisnis di kota besar, Yoyok harus tetap bersabar menunggu kebijakan pemerintah.

Untuk informasi franchise atau bisnis lainnya kunjungi: www.waroengss.com

Artikel Terbaru Kami