Minggu, 06 Oktober 2013

Kaskus Forum Jual Beli Paling Besar di Indonesia

Biografi Pengusaha Andre Darwis



Kaskus berasal dari kata Kasak- Kusuk, yang kemudian disingkat menjadi Kaskus. Awalnya, Andre Darwis hanya ingin memulai sebuah situs berita biasa. Kala itu, mahasiswa Indonesia di luar negeri, sulit mencari berita tentang tanah kelahirannya. Situs berita Kaskus pun lahir, kemudian tumbuh menjadi ajang komunitas mahasiswa asal Indonesia.

Kaskus merupakan jalan tersendiri menciptakan sebuah komunitas solid. Berawal dari dosen Andre yang memberikan tugas membuat situs sebagai tugas sekolah. Maka Kaskus manjadi tempat mencari jawabanya. Kaskus berdiri sebagai gayung bersambut bagi Andre. Tak ayal, Andre jadi begitu antusias untuk memulai kembali situsnya kembali.

Dia dan temannya memulai situsnya sebagai situs portal berita dari CNN. Mereka mulai menulisa artikel di forum bersumber berita tentang Indonesia. Mereka, para mahasiwa perantau bicara banyak hal, hingga saling melakukan jual beli dari sinilah situs jual beli muncul.

Andre sendiri melihat proyek Kaskus bukan tentang uang tetapi komunitas. Tetapi siapa sangka, idenya dan dua temanya, Ronald dan Budi mulai mengumpulkan segala hal tentang Indonesia menjadi berbeda. Disini komunitas mereka mulai berkembang pesat bukan hanya dari mahasiswa Amerika tetapi hingga Indonesia. Hingga Andrew sendiri cukup kerepotan menjalankan tugasnya di Kaskus.

Ia harus mencari artikel, menerjemahkan, kemudian menulisnya di forum. Ini bukanlah pekerjaan satu dua hari saja loh.

Selama tiga tahun, Kaskus tidak mendapatkan apa- apa. Inilah yang membuat temanya memilih mundur di tengah jalan. Dia melakukannya sendiri mengembangkan komunitas Kaskus. Ia diperjalanannya kemudian bertemu Ken Dean Lawadita, yang dikenal sebagai CEO Kaskus sekarang. Mereka resmi membuka diri pada tanggal 6 November 1999, sebagai situs forum.

Forum jual beli


Kaskus benar- benar forum komunitas bersifat sharing informasi dan berbagi. Hingga rubik- rubik tertentu dari forum mulai berkembang -bahkan liar. Rubrik yang sebelumnya hanya bersifat iseng, hingga kemudian Kaskuser mulai melakukan kegiatan bisnisnya di forum. Rubrik jual beli bisa dibilang menjadi tempat utama bagaimana Kaskus begitu populer.

Tahun 2008, situs Kaskus resmi menggunakan server Indonesia setelah sempat fakum, menjadi forum asli Indonesia. Andre mulai yakin usahanya merubah Kaskus menjadi perusahaan media besar. Ia dan rekan- rekan barunya mendirikan PT. Darta Media Indonesia sebagai wujud jiwa profesionalisme. Kegagalan demi kegagalan dialami, dia dan Ken tetap bertahan sebagai puncak pimpinan Kaskus.

Mereka membuat berbagai perubahan seperti rubrik dewasa hingga kaos Kaskus.

Dibebaskanya Kaskuser menulis thread mereka sendiri serta adanya rubrik dewasa, membuat situs malah kebanjiran konten porno. Hal ini yang mendorong Andrew untuk menyediakan rubrik khusus berbau seks bernama BB-17.

"Bila di sejumlah wilayah Indonesia ada wilayah lokalisasi PSK, di situs ini kami juga menyediakan lokalisasi untuk konten-konten porno itu daripada mereka memposting semua konten itu di sembarang tempat." ujarnya.

Kaskus semakin populer akan berbagai rubrik unik khas. Hingga Agustus 2008, Kaskus memiliki sekitar 1,2 juta pengguna. Pada awal Januari 2011, situs ini bahkan tumbuh hingga 2,5 juta pengguna aktif. Sejak rubrik BB-17 lahir, Andrew mengakui Kaskus identik akan situs porno, padahal banyak rubrik lain seperti rubrik jual beli.

Ditambah UU Pornografi, ia mulai was- was karena usaha kerasnya menjadi sia- sia karena diblokir oleh kementrian IT.

"Waktu server sampai di Indonesia, kami pikir kami bisa langsung set up dan berjalan. Tapi ternyata belum karena saat itu Indonesia sedang ramai isu UU Porografi dan UU ITE, kami sempat bingung, jangan-jangan langsung dibanned," kata Andrew menyoal tuduhan miring terhadap Kaskus menjadi situs dewasa.

Sebagai bentuk kesadaran, Andrew mengambil keputusan untuk menghapuskan BB-17 dan membersihkan Kaskus dari konten porno.

"Anehnya pengunjung Kaskus bukannya berkurang tapi malah bertambah terutama member perempuannya," tuturnya.

Jika sebelumnya pengguna berjumlah 400 ribu meningkat menjadi 960 ribu di 2009 saja, di mana 75%-nya adalah pengunjung loyal. Selain itu 95% server yang digunakan Kaskus telah dipindahkan dari Amerika. Tujuannya yaitu agar meningkatkan kualitas serta kapasitas akses pengguna. Seiring pertambahan jumlah kaskuser, konsep situs Kaskus pun mulai cenderung berubah menjadi market place.

Lambat laun banyak yang menggantungkan hidupnya berjualan di FJB Kaskus. "Seorang kaskuser ada yang menjual keripik pisang di Kaskus dan jualannya sangat laku hingga 3.000 order per hari, tak hanya itu ada pula yang kerjaannya menjual kamera di Kaskus dan setiap minggu dia bisa menghasilkan omset hingga 100 juta rupiah," tutup Andrew.

Artikel Terbaru Kami