Kamis, 17 Oktober 2013

Es Teler 77 Waralaba Melegenda Indonesia

Profil Pengusaha Sukyatno Nugroho 



Bagaimana kah kisah berdirinya Es Teler 77. Siapa sih yang bisa menolak segarnya es teler, ketika musim panas tiba dibawah sinar matahari. Sukses bisnis waralaba memang tidak ada matinya terutama menyangkut makanan dan minuman ini. Es Teler77 menjadi pelopor bisnis sejenis menjamur di seluruh dunia. Didirikan oleh sosok  Sukyatno Nugroho atau Hoo Tjie Kiat, berawal sebuah keputus asaan. 

Sukyat sendiri mendapatkan ide bisnis dari sang mertua (Ibu Murniati Widjaja) setelah menang satu lomba minuman. Sukyat melihat peluang ketika itu, dan membangun bisnisnya di 7 Juli 1982. Bisnis es teler yang kemudian diberi nama Es Teler77 bukan yang pertama kali. Dia pernah berbisnis jual beli tanah, makelar SIM, pemborong bangunan, sampai bisnis salon. Sayang semua bisnisnya gagal, dia tak ingin mengulang kegagalan lagi. Dia fokus pada Es Teler77, bisnis barunya yang tengah bergairah.

Nama 77, ia berkata mudah diingat, dan diharapkan membawa hoki saja. Es Teler sendiri menunjukan produk unggulan miliknya. Ucapannya sangat tepat, nama itu mudah diingat menjadikan produknya dikenal secara luas dan bertahan di hati pembeli. Sebuah warung depan emperan toko menjadi saksi keseriusan bapak satu ini. Ia merubahnya menjadi bisnis waralaba sehingga mudah pemasarannya. Dia menguasai pasar dan mampu mempertahankan bisnisnya hingga 5 tahun.

Tepat tahun 1987, ia membuka pembukaan gerai Es Teler77 pertama di Solo. Petumbuhan bisnisnya sangat lah cepat, kini Es Teler77, telah memiliki 180 gerai dipenjuru pusat perbelanjaan dan toko.

Penerus bisnis


Mulai dikenalnya nama Es Teler 77, membawa berita yang tidak menyenangkan terutama bagi para pebisnis waralaba. Pada tahun 2007, Sukyatno kembali ke Tuhan Yang Maha Esa. Melalui PT. Top Food Indonesia, Andrew Nugroho yang juga anak dari Sukyatno, memilih mengembangkan merek Es Teler 77 dan berhasil. Sekalipun bisnis waralaba mulai menggeliat, Andrew fokus melalui branding. Ia mencoba mempertahankan kualitas produknya dengan beberapa inovasi.

Es Teler 77 mulai memperkenalkan makanan pendamping, seperti gado- gado, rujak, mie kangkung, dan nasi gorung kangkung. Ia mengaku menu tradisional merupakan andalan dan sesuai dengan merek esnya. Dia berbicara mengenai makanan tradisional yang kini sulit ditemukan. Andrew berharap dengan ini, membuat Es Teler77 memiliki segmentasi khusus. Ia mencoba menambah loyalitas penggemar Es Teler77 melalui berbagai media.

Salah satunya, dia membuat fasilitas kartu anggota bagi penikmat Es Teler77. Ia juga menciptakan trobosan melalui kartu klub juara, memberikan mereka sebuah diskon khusus. Atas kerja kersanya Sukyatno dikenal mendapatkan berbagai penghargaan dan Es Teler77 sekarang telah menjadi salah satu merek dagang terbaik. Waralaba di Indonesia sendiri, saat ini, sudah mencapai 196 buah yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Selain itu, 77,95 % bahan baku Es Teler sudah menggunakan bahan dasar lokal. Dia yang sebelumnya cuma memiliki 8 gerai di luar negeri seperti di Malaysia sejumlah 3 gerai, Singapura 2 gerai sedangkan Australia 3 gerai. Tahun ini ketika artikel ini ditulis, khusus untuk India, setidaknya akan dibangun 5 gerai dan 30 gerai akan dibuka di dalam negeri dengan nilai investasi Rp 1 miliar hingga sampai Rp 1,5 miliar per- gerainya.

Artikel Terbaru Kami