Senin, 14 Oktober 2013

Dunia Investasi Warren Buffet Perbaiki Kesalahan

Biografi Miliarder Warren Buffett



Seorang pengusaha dan investor, Warren Buffett lahir 30 Agustus 1930, di Omaha, Nebraska. Berinvestasi sejak umur 11 tahun, Buffet kecil telah menjalankan bisnis kecil- kecilan, kemudian membangun sebuah firma bisnis sendiri, yaitu Buffet Partnership, di Omaha, yang jadi sukses besar. Dan, di tahun 2006, Buffet kemudian mengumumkan kekayaannya akan disumbangkan senilai $61 juta, ini merupakan donasi terbesar dalam sejarah berdirinya negara Amerika Serikat.

Lahir dengan nama lengkap Warren Edward Buffet, merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya, Howard, bekerja sebagai broker saham dan seorang legislatif. Ibunya, Leila Stahl Buffet hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Buffet merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Buffet menunjukan bakat besar di ekonomi, terutamanya dibidang finansial dan bisnis. Sejak awal, ketika masih berumur 11 tahun, dia sudah disebut- sebut memiliki bakat atau prodigy di ilmu hitung.

Teman dan beberapa kenalan melihatnya mampu menghitung, mengingat angka- angka besar di kepalanya. Dia juga menunjukan ketertarikan di bidang bisnis, terutama investasi, hingga selalu ikut dalam asosiasi bisnis. Disela- sela waktu Buffet kecil sering mengunjungi kantor milik ayahnya, seorang broker, mencari tau segala sesuatu tentang table saham di dinding kantor. Ia memulai investasi pertamanya setelah itu. Di umur 11 tahun, Buffet membeli saham Cities Service Preferred seharga $38 per- lembar.

Harga sahamnya turun drastis di $200, tapi masih bertahan hingga mencapai $40. Dia menjual sahamnya dan mendapatkan sedikit untung. Dari sinilah, melalui Cities Service Preferred, dia belajar banyak tentang agar selalu bersabar dahulu di dalam berbisnis investasi.

Bisnis pertama


Umur 13 tahun, Buffet menjalankan bisnisnya sendiri sebagai loper koran. Dia menjual selebaran nomor judi untuk pacuan kuda, menjualnya sendiri ditiap membagikan koran. Di tahun sama, dia berhasil menghasilkan uang lebih banyak dari biasanya. Dan, dia membayar pajak pertamanya $35 untuk sebuah sepeda, inilah yang disebut pengusaha bijak. Tahun 1942, ayahnya berpindah tugas menjadi seorang legislatif dan harus pindah ke Fredricksburg, Virginia, lebih dekat dengan kantor ayahnya.

Buffet bersekolah di Woodrow Wilson High School di Washington, D.C. Di tempat baru, dia sudah bisa menemukan ide baru, dan mulai berbisnis ria. Sebelum sekolah dimulai lagi, dia dan temannya telah membeli sebuah mesin pinball seharga $25 saja. Mereka memasangnya di salon, dan dalam beberapa bulan telah menghasilkan. Mereka kemudian menggunakan hasil uangnya untuk mesin sejenis lagi, lalu memasarkannya kembali.

Total Buffet memiliki tiga buah mesin. Sayangnya, ia tak melihat prospek bagu, memutuskan menjual ketiga mesinnya ke seorang veteran seharga $1.000. Dia lantas berkuliah di University of Pennsylvania di umur 16 tahun, belajar mengenai bisnis. Dia tinggal selama dua tahun, akhirnya pindah ke University of Nebraska, untuk menyelesaikan pendidikan. Akhirnya, dia menyelesaikan kuliahnya dan menghasilkan $10.000 dari segala bisnis di masa kuliah.

Buffet pun masuk ke Columbia University melanjutkan pendidikannya lagi. Lulus di tahun 1956, dia telah memiliki firma bernama Buffet Partnership di Omaha. Investasinya sukses, umumnya bersumber dari aneka perusahaan murah tapi sahamnya mulai naik. Dia membelinya lalu berkembang hingga menjadi seorang kaya raya. Oracle of Omaha sebutan untuknya kerena kebijakannya dalam mengambil keputusan.

"Saya selalu tahu saya akan kaya raya. Saya merasa tidak pernah meragukan itu disetiap menitnya," sebuah kata bijak legendaris Warren Buffet

Sukses lainnya, ia berhasil membantu Solomon Brother dari aksi ambil untung (1987), dan menjalankan New York City (1992) bangkit setelah skandal trading. Di Juni 2006, dia mengumumkan mendonasikan uangnya ke Bill and Melinda Gates, nilainya 85% kekeyaan miliknya. Dia mencetak rekor donasi terbesar di sejarah Amerika. Kekayaan itu kebanyakan datang dari bisnisnya di Berkshire Hathaway, perusahaan dimana ia menjadi pemegang saham terbesar sekaligus CEO.

Bisnis besar


Berkshire Hathaway sendiri merupakan perusahaan korporasi milik Buffet. Dimana usahanya tak spesifik pada satu bidang. Tapi taukah kamu bahwa sebenarnya perusahaan ini hanyalah sebuah perusahaan tekstil; bangkrut dan berjaya olehnya. Kini, perusahaan ini memegang kepemilikan beberapa perusahaan penting.

Perusahaan ini adalah pemilik GEICO, BNSF, Lubrizol, Dairy Queen, Buah Loom, Helzberg Diamonds dan NetJets, memiliki setengah dari Heinz, memiliki persentase yang dirahasiakan sahamnya Mars Incorporated dan memiliki beberapa saham minoritas signifikan di perusahaan- perusahaan besar; American Express, The Coca-Cola Company, Wells Fargo, dan IBM.

"Anda harus belajar menjadi investor, jika anda mau kaya raya," ungkapnya. 

Berkshire juga memiliki berbagai bisnis komoditi dan infastruktur, meliputi bisnis gula, ritel, kereta api, perabot rumah tangga, ensiklopedi, produsen pembersih vakum, penjualan perhiasan, penerbitan surat kabar, pembuatan dan distribusi seragam, serta ada perusahaan beberapa utilitas listrik dan gas regional.  

Sejarahnya, perusahaan ini merupakan satu perusahaan manufaktur tekstil di Oliver Chace di 1839. Warren Buffet membeli saham kepemilikan di tahun 1962, ketika ia melihat pertumbuhan yang bagus.  Kamu tau, di sekitar tahun 2010, dia mengaku membeli keseluruhan perusahaan tersebut, Berkshire Hathaway merupakan kesalahan besarnya. Daripada membeli saham semuanya, dia seharunya memilih investasi di asuransi. 

Meski begitu, Buffet berhasil mengembalikan kerugian sekitar $200 juta dan untung darinya meski 45 tahun kemudian. Jika dibeli itu keseluruhan adalah kesalaha. Maka kesalahan terbesarnya menurut kamu ialah karena ia kala itu dalam keadaan marah. Lebih jelasnya kenapa ia menyebut bahwa ini adalah satu investasi terburuk. Jawabanya adalah:

Ceritanya selepas membeli sahamnya di tahun 1962. Kala itu Buffett muda membaca sahamnya tengah naik. Ia sendiri kurang memahami bisnisnya. Yang dia tau adalah membeli sedikit- sedikit saham untuk keuntungan semata. Sahamnya selalu saja naik ketika perusahaan selesai berproduksi tekstil. Hingga, suatu ketika, ia sadar bahwa berbisnis tekstil itu sia- sia. Dan meskipun naik, tak seperti diharapkannya, usaha tekstil tak segairah itu untuk jadi besar kelak. 

Pada tahun 1964, tiba- tiba ada pengumuman mengejutkan. Pihak perusahaan saat itu, yang diwakili oleh sang pemilik Stanton, tengah mengungumkan tender (terucap) akan membeli balik saham milik Buffett. Tak tanggung- tanggu ia akan membeli $11 1/2 per- share miliknya. Tergiur akan untung itulah Buffett setuju saja. Namun, kenyataanya, dalam perjanjian tertulisnya, ia cuma mendapatkan $11 1/8 per- share untuk buy back dan tak mengakui ucapanya diatas. 

Buffett mengaku ini kecil (mungkin tidak bagi orang awam) dari harga seharusnya; ia pun murka. Bukannya menerima saja harga yang lebih rendah itu; Buffett terpancing menggila. Dia malah jadi giat membeli semakin banyak saham dan tanpa sadari, kini, ia telah menguasai perusahaan itu sepenuhnya. Ketika itu terjadi ia pun melampiaskan kemarahannya dengan memecat si Stanton ini. Akan tetapi, ia pun menyadari dirinya terjebak di dalam perusahaan yang mulai bangkrut itu. 

Sejujurnya ia mencoba mempertahankan produksi tekstilnya. Namun, pada 1967, ia memilih untuk berbisnis lain. Dia mulai menjual asuransi dari perusahaan tekstilnya. Buffett juga mulai melakukan investasi lain. Untuk investasi pertamanya melalui Berkshire, ia membeli saham milik National Indemnity Company, dimana basis bisnisnya adalah asuransi. Di tahun 1970 -an, ia mendapatkan saham equitas di perusahaan milik pemerintah. Yaitu di perusahaan Government Employees Insurance Company (GEICO). 

Dimana asuaransi lah usaha inti dari usahanya sekarang. Disinilah pula ia mengumpulkan pundi- pundi dollar untuk investasi lain. Tahun 2010, Buffett lantas menyatakan dalam sebuah seminar bahwa pembelian perusahaan Berkshire Hathaway adalah kesalahan investasi terbesar yang pernah ia buat, dan mengklaim bahwa perusahaan mengkekang dia dengan investasi dipersulit. Dimana dia cuma mendapatkan kembali dari sana cuma sekitar $ 200 miliar selama 45 tahun berikutnya. 

Ia lantas menyatakan bahwa: ia seharusnya menginvestasikan uangnya langsung ke bisnis asuransi daripada membeli penuh Berkshire Hathaway, dan investasi tersebut akan terbayar beberapa ratus lebih. Dia yakin hal ini akan sedikit berbeda jika bisa kembali ke jamannya. Namun, tetap saja, berdasarkan Forbes Global 2000, Berkshire Hathaway malah menjadi perusahan publik nomor 10 di seluruh dunia. Tapi secara usaha perusahaan ini tak menghasilkan produk tekstil. 

Pada Februari 2013, Buffett membeli HJ Heinz sebesar $ 28 miliar melalui saham privat milik 3G Capital,  sebuah perusahaan AS-Brasil, yang juga memiliki Burger King dan sebagian dari Anheuser-Busch InBev.  Menurut TIME, Buffett memuji Heinz karena membuat "produk yang menggiurkan" dan produknya adalah manajemen yang baik selama beberapa tahun terakhir. Pada awal 2013, Buffett dinilai No 15 tentang "Most Powerful People Dunia" daftar majalah Forbes.

Meski disebutnya kegagalan malah menjadikan bersemangat. Tujuan utama Buffett tetap memegang namanya Berkshire Hathaway ternyata sentimentil. Selain dikarenakan hasratnya sebagai investor juga kenyataan bahwa dia telah mempertaruhkan semuanya disana. Dan, disana pula ada orang- orang yang bekerja keras bersama. Ada rasa tanggung jawab ketika sebuah pembicaraan membahas alasan dirinya sukses. Awalnya ia sukses karena alasan pribadi, tetapi, setelah punya perusahaan itu beda cerita.

Artikel Terbaru Kami