Rabu, 16 Oktober 2013

Sampingan Pakaian Dannis Berbuah Manis

Profil Pengusaha Tati Hartati 



Bisnis pakaian jadi memang bukan hal mudah. Disana, pengusaha harus mampu mengembangkan segmentasi tersendiri dan kreasi tinggi. Kita tau bagaimana bisnis pakaian akan terus berkembang, terutama pakaian muslim. Prospeknya besar tapi daya saing yang tinggi seolah membutuhkan sentuhan- sentuhan khusus. Salah satu contoh pengusaha sukses di pakain jadi adalah Ibu Tari. Dia juga dikenal memperkenalkan produknya melalui cara yang unik.

Tati Hartati, istri dan seorang ibu, memiliki sudut pandang berbeda mengenai bisnis pakaian. Ia memilih anak- anak sebagai segment yang saat itu kurang diminati. Dari situlah, ibu Tati mengambil sebuah kesempatan, dengan design yang ceria yang jarang ditampilkan pakaian muslim kala itu. Dengan menggunakan merek Dannis, beliau fokus menempatkan modal satu juta rupiah menghasilkan milyaran rupiah. Tati bukanlah ibu rumah tangga biasa yang cuma bergelut di dapur.

Wanita ini lulusan ITB, dan tau betul seorang pegawai memiliki waktu yang tersita banyak. Bahkan, ketika sudah menikah pun, suami memintanya berhenti dari pekerjaannya sebagai staff kantor. Nah, ketika punya waktu lebih banyak dan tak bekerja apa yang dilakukannya. Dia menekuni hobi sambil aktif mengurus anak. Fakta ia tak pernah berhenti menjahit. Ini merupakan hobinya meski masih bekerja, dan ide bisnis pakaian pun muncul dari hobinya itu.

Dia memilih bisnis yang bisa sambil mengasuh anaknya dan menjadi pengusaha merupakan pilihan. Dengan bermodal Rp.1 juta dari sang suami, ia mulai mendesain pakaian lalu menjahitnya sendiri. Mulai dari 50 potong/ bulan menjadi 5000 potong. Ibu Tati memulai dengan membuat pola desain lalu menjahitnya sendiri. Setelah selesai, dia mencoba menawarkan produknya dan ternyata diterima baik oleh pasar. Mengapa produk Dannis bisa diterima pasar?

Dannis sebagai produk pakaian muslim telah memiliki ciri khusus berbeda dari produk sejenis. Ibu Tati menambahkan berbagai unsur warna ditambah kualitas kain yang bagus. Ini membuat produk Dannis nyaman dipakai untuk ibadah tapi tetap tampil modis ketika diluar. Maka tak heran, yang semula 50 potong, produk tersebut meningkat jumlahnya tiap tahun. Ibu Tati memproduksi tidak kurang 500 potong perhari.

Ia memproduki dari mukena, jilbab, tas, peralatan sholat dan yang terkahir, Danni merambah pasar pakain dewasa. Namun produknya bisa dibilang menyasar mereka yang kelas menengah ke atas. Tidak salah, ini karena ibu Tati tidak mau mengurangi mutu kainnya. Dia memilih kainnya sendiri memasarkan melalui agen- agen resmi. Mereka memasarkan produknya hampir diseluruh Indonesia. Produk Dannis sangat diminati oleh masyarakat bukan karena harga tetapi kualitas.

Faktor lainnya, seperti warna memberikan kesan berbeda terutama bagi ibu muda. Kini, produk Dannis telah memiliki 500 agen tersebar di berbagai kota. Ibu Tati tidak tanggung dengan pakaian Dannis, ia memilih cotton ringan. Ini sejalan dengan konsep baju muslim, kita butuh sesuatu yang menenangkan ketika dipakai dalam beribadah, dan tetap indah karena Allah mencintai keindahan.

Artikel Terbaru Kami