Jumat, 11 Oktober 2013

Ahok Memiliki Karir Gemilang Memilih Mengabdi

Biografi Pengusaha Basuki Tjahaja Purnama



Adalah hal tabu baginya menjadi politisi. Tabu bagi pengusaha tionghoa beralih ke berpolitik pada jaman Orde Baru. Namun, jaman sekarang, era reformasi hal tersebut sudah berbeda. Akan tetapi apakah seorang Basuki Tjahaja Purnama akan gagal jika dicalonkan. Nyatanya, kini, dia dikenal sebagai Gubernur Jakarta pertama beretni Tionghoa. Apakah dia tak taku pada kelamnya tahun '98. Faktanya tidak ada ketakutan. Mengusung misi bahwa setiap orang bisa memberikan perubahan.

Sekarang, orang Indonesia boleh saja berpolitik siapapun dan apapun etnisnya, asalkan memiliki niat akan perubahaan. Dia, Basuki Tjahaja Purnama, atau dikenal dengan Ahok lahir dari keluarga pebisnis memilih menjadi bupati Belitung Timur.  Ia merupakan putra pertama dari Alm. Indra Tjahaja Purnama (Zhong Kim Nam) dan Buniarti Ningsing (Bun Nen Caw). Dan, kakak dari tiga orang adik, dr. Basuri Tjahaja Purnama, M.Gizi.Sp.GK, kemudian meneruskan Ahok menjadi Bupati di Kabupaten Belitung Timur.

Dia juga kakak dari Fifi Lety, S.H., L.L.M. (praktisi hukum), dan Harry Basuki, M.B.A. ( seorang praktisi dan konsultan bidang pariwisata dan perhotelan). Keluarganya merupakan keturunan aTionghoa- Indonesia dari suku Hakka (Kejia). Ahok menjalani masa kecil di sebuah desa, Desa Gantung namanya, di Belitung Timur, hingga menamatkan pendidikan sekolah menengah tingkat pertama. Setamatnya dari SMP, Ahok memutuskan untuk meneruskan pendidikannya di Jakarta dengan pertimbangan kesempatan.

Dia berpikir lulus dari jenjang kuliah di Universitas Trisakti, jurusan Teknik Geologi membangun usahanya di Jakarta. Tetapi, dia memilih kembali ke Belitung, Ahok memutuskan mendirikan usahanya sendiri yang mana untuk memajukan masyarakat melalui CV. Panda. Perusahaann itu kemudian menjadi kontraktor bagi PT. Timah dalam pengolahan sumber daya Belitung Timur. Dua tahun kemudian, Ahok melanjutkan kuliah S-2 mengambil jurusan Menejemen Keuangan di Prasetiya Mulya Jakarta.

Mendapat gelar S-2, Ahok bekerja di PT. Simaxindo Primadaya di Jakarta, bukanya meneruskan berbisnis dibawah bendera CV. Panda.

Berbisnis kembali


PT. Simaxindo adalah perusahaan bergerak di bidang kontraktor pembanguan pembangkit listrik. Ahok menjabat staf direksi bidang analisa biaya dan keuangan proyek. Di 1992, Ahok mendirikan perusahaannya sendiri bernama PT Nurindra Ekapersada yang kelak membangun pabrik Gravel Pack Sand (GPS) di tahun 1995. PT. Nurindra Ekspersada sendiri bergerak di bidang penambangan, pemrosesan, dan pengepakan pasir silica.

Pasir yang dihasilkan oleh perusahaan akan diproses, baik dicuci, dikeringakan dan dipak sesuai berbagai bentuk. Perusahaan tersebut letaknya ada di gunung Nayo, Desa Air Kelik, Kelapa Kampit, Province Bangka Belitung, Indonesia, menunjukan kinerja baik ditangan Ahok. Akan tetapi, pada tahun 1995, Ahok memutuskan keluar dari PT. Simaxindo Primadaya. Dia memilih fokus pada perusahaan serta pabrik barunya.

Pabrik yang menghasilkan setidaknya 200 tons hingga 2.000 tons pasir, serta membangun pabrik pengolahan pasir kuarsa di Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur. Dari sinilah pula, Ahok bisa dibilang, berjasa akan tumbuhnya kawasan industri di kawasan Belitung terutama di wilayah pabrikannya. Wilayah tersebut kemudian dikenal dengan Kawasan Industri Air Kelik (KIAK).

Pada akhir 2004, perusahaan Korea tertarik membangun Tin Smelter (pelabuhan timah) di KIAK. Mereka tertarik dengan konsep yang ditawarkan. Perusahaan Ahok siap akan pergudangan lengkap di pelabuhan. Di tahun 2004, Ahok banting stir menjadi Politisi. Dia bergabung dengan Partai Perhimpunan Indonesia Baru serta resmi mecalonkan diri sebagai anggota legislatif.

Di tahun 2005, Ahok memilih mencalonkan diri menjadi bupati Belitung Timur berpasangan dengan Kahirul Effendi untuk Partai Nasional Banteng Kemerdekaan. Dia menang di pemilihan Belitung Timur, kemudian memilih mencalonkan diri sebagai gubernur di Bangka Belitung di 2005. Meski kalah, Ahok mendapatkan sorotan di masa jabatan yang pendek sebagai bupati. Dia dikenal sebagai orang yang berusaha keras baik secara usaha dan pengabdian.

Dia memilih merakyat masuk mencari kebutuhan apa yang diperlukan. Ahok juga mendapatkan dukungan dari Alm. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Gus Dur pernah berkata, "Ahok sudah melaksanakan program terbaik ketika memimpin Kabupaten Belitung Timur dengan membebaskan biaya kesehatan kepada seluruh warganya".

Kalah dari Eko Maulana Ali, dia tidak gentar justru semakin bersemangat. Basuki Tjahaja Purnama maju sebagai calon wakil gubernur berpasangan Joko Widodo mantan walikota Solo yang dikenal juga merakyat. Mereka mengusung konsep Jakarta Baru. Dan, hasilnya, keduanya menang meski tipis di DKI Jakarta sebagai gubernur dan wakil gubernur. Ahok berprinsip kuat untuk menggunakan kekuasaan guna membantu rakyat karena rakyat di posisi sangat lemah.

Artikel Terbaru Kami