Rabu, 18 September 2013

Profil Goris Mustaqim Asgar Muda Ayo Bekerja

Pengusaha Muda Sukses Mendunia



Selepas lulus Institusi Teknologi Bandung, Goris Mustaqim malah memilih menjadi entrepreneur atau total menjadi pengusaha langsung. Dia bukannya lantas sibuk mencari pakerjaan, tetapi malah disibukan membuka lapangan pekerjaan baru.

Goris memang berbeda dari pemuda kebanyakan di luaran sana, disaat itu, dia memilih untuk membangun perusahaannya sendiri.

Dia sudah dikenal aktif di paguyuban sosial asal Garut. Goris menjadi salah satu pendiri organisasi bernama Asgar Muda, sebuah paguyuban sosial yang mengembangkan Kota Garut menjadi mandiri. Dia juga menjadi salah satu pendiri dari PT. Resultan Nusantara, yang menjadi sumber bisnis utamanya.

"Saya tidak pernah melamar pekerjaan" ujarnya.

Banyak hal yang ia dapatkan lewat daerah asalnya, Garut. Goris menyadari bahwa kotanya tersebut sudah Tuhan berkahi dengan sumber kekayaan alam sangat besar. Salah satunya adalah tumbuh tanaman bernama akar wangi yang katanya hanya tumbuh di kawasan Garut, bukan di wilayah Indonesia lain.

Melalui tumbuhan inilah, Goris mencoba menciptakan kemandirian bagi masyarakat, yaitu melalui minyak yang dikenal sebagai "minyak akar wangi".

Minyak akar wangi memiliki fungsi utama sebagai pengikat parfum agar tetap harum. Di dunia hanya ada tiga negara yang memiliki jenis tanaman semacam ini ucapnya -yaitu negara Tahiti, Borbone, dan juga Indonesia, dimana tepatnya hanya di daerah Garut.

Disamping minyak, akarnya, juga bisa digunakan menjadi kerajinan tangan eksotik dimana nilai ekonomisnya akan selalu ada.

Penduduk tidak hanya akan menyerap minyaknya tetapi juga menganyam akarnya. Melalui akar wangi itulah, penduduk sekitaran mampu membuat hiasan dinding, hiasan natal, tas, hingga sajadah. Bisnis akar wangi tumbuh baik di Garut ditangan paguyuban Asgar Muda menjadi salah satu bisnis lokal.

Asgar Muda terus mendukung, mengembangkan, dan memberdayakan penduduk untuk selalu berinovasi.

Mereka memperhatikan hal kecil. Termasuk bagaimana bisnis akar wangi akan terus berjalan, walau harga bahan bakar jadi kian mahal. Paguyuban Asgar Muda tidak mau menyerah. Salah satunya, mereka bekerja sama dengan kampus IPB mengembangkan sistem pemanasan geothermal.

Tujuannya agar si minyak akar wangi yang membutuhkan proses pemasakan, adapun pengganti minyak tanah dan gas yang cukup langka. Asgar Muda mencoba terus mempertahankan kasiat akar wangi. Tujuannya agar tetap menjadikan sumber utama perekonomian masyarakat Garus.

Goris pribadi ingin daerahnya dikenal melalui usaha akar wangi, yang disitu pulalah, penduduk mendapatkan penghasilan tetap.

Perusahaan sendiri


Tahun 2007, Goris bersama teman- teman sekampus dari Bandung, mencoba mendirikan satu perusahaan berbasis teknologi. Mereka mendirikan PT. Resultan Nusantara melalui sistem join venture. Ini merupakan perusahaan yang fokus pada mengembangan program RFID/SmartCard.

Produknya utamanya digunakan untuk berbagai pengembangan sistem absensi elektronik, akses kontrol, atau parkir pintar, dan juga pembayaran.

Baru dua tahun saja perusahaan tersebut berjalan, sudah mampu menghasilkan uang $500 juta dan memiliki cabang di beberapa daerah.

"Saya bergaul dengan siapa saja. Saya bergaul dengan tukang gorengan, satpam, menteri, dirut BUMN. Bergaul dengan siapa saja. Jadi punya jaringan dan network yang bagus," katanya memberi tips suksesnya.

Pemuda kelahiran 14 Maret, baru umur 24 tahun, yang mengambil perhatian seluruh Indonesia. Goris mulai dikenal dikalangan pebisnis serta sosialis. Goris menunjukan bukan sekedar seorang eksekutif di perusahaan IT besar. Melalui gerakan sosial Asgar Muda, tak ayal, dia dikenal sampai Amerika, menjadi sosok panutan pengusaha muda.

Dia pernah mengikuti Presidential Summit Entrepreneurship 2010, menjadi yang termuda mensejajarkan dirinya di mata Internasional.

Goris pernah diundang bertemu langsung president Barack Obama di Gedung Putih. Sedangkan aktivitas di PT. Resultan Nusantara bersama temannya alumni ITB serta Asgar Muda, membuatnya harus terus bolak- balik Jakarta- Garut. Bukan hal gampang, untungnya, dia sukses di usia sangat muda dan itu kelebihannya.

Dia mampu menghadapi halangan fisik meski terkadang bisa sangat melelahkan. Akhir- akhir ini Goris ikut disibukan mencari investor akar wangi, serta menjalankan bisnis IT hingga ke pelosok daerah. Tidak sampai disitu bisnis terbarunya koperasi BMT, memberinya ekstra kerja.

Apa yang ada pada dirinya merupakan semangat pengusaha muda.

"Yang penting kreatif. Itu yang kita jual. Lalu saya akan tawarkan ke orang- orang yang saya kenal sampai ada yang tertarik menjadi investor." jelasnya.

Apa sih harapan terbesar Goris Mustaqim?

Yaitu adanya satu kemandirian daerah melalui berbagai pengembangan ekonomi lokal. Melalui proyeknya, produk olahan akar wangi, berharap usaha- usaha sejenis bisa bermunculan. Melalui BMT berusaha mewujudkan hal tersebut. Melalui kredit koperasi menyebarkan prinsip sosial entrepreneur ke semua orang.

Artikel Terbaru Kami