Minggu, 29 September 2013

Maskapai Penerbangan Kelas Satu Virgin

Biografi Pengusaha Richard Branson 



Kelahiran 18 Juli 1950, Richard Branson memang jatuh bangun mencoba mengikuti alur pendidikan formal. Alasannya dia adalah seorang penderita disleksi dan hampir buta. Di akhirnya memutuskan untuk keluar dari sekolah ketika berumur 17 tahun. Ketika itu, ia memutuskan untuk menjalankan bisnisnya sendiri. Bisnisnya paling terkenal dimulai dari bidang industri musik dan berekspansi  ke pesawat terbang.

Dia adalah seorang entrepreneur otodidak, pemilik lebih dari 200 perusahaan di bawah nama Virgin Group. Bernama lengkap Richard Charles Nicholas Bronson kelahiran Surrey, England, adalah seorang penderita disleksia semenjak lahir. Adalah merupakan masa tersulit bagi Richard, justru datang ketika anak- anak lain tengah asik bergembira di sekolah.

Sementara itu dia untuk sekedar membaca huruf kesulitan sekali. Dia pernah hampir keluar dari Scaitcliffe School ketika 13 tahun. Putra dari pasangan Edward James Branson dan Eve Branson ini, akhirnya resmi keluar juga, setelah 16 tahun terjebak di pendidikan formal. Nah, ada cerita menarik tentang awal keluarnya dari sekolah. Bukan tentang ketidak sanggupan untuk bagaimana menemukan jalan bisnis.

Dia dan beberapa teman sekolahnya memulai bisnis surat kabar sekolah sendiri. Surat kabar yang kemudian diberi mereka nama the Student, yang berisi cerita tentang tokoh politikus, rock- star, dan selebritis terkenal. Dia menjalankan bisnisnya itu di ruang bawah tanah rumahnya. Ibunya Eve, sosok pendukung anaknya meski ia tidak mau melanjutkan sekolah lagi; ia meyakini tekat Richard kuat.

Ibu menjadi sosok yang ikut andil mempertahankan eksistensi surat kabar the Student  di tahun tersulit. Satu ketika, di jaman dulu, Branson memperhatikan toko- toko tidak pernah memberikan diskon piringan hitam. Mereka menjual diharga terlalu tinggi untuk rekaman lagu saja. Branson lantas menulis iklan, menjual piringan hitam berharga diskon di the School

Hasilnya diluar dugaan, permintaan terus mengalir untuknya, dari iklan di surat kabar The Student. Dia mulai menjual iklan $8.000 di awal, dan mencetak setidaknya 50.000 yang dibagikan secara gratis. Ia menutup uang pengeluran surat kabar melalui penjualan iklan saja. Tahun 1969 -an, dia yang tinggal di Kota London, bersamaan adanya musik British dan obat- obatan terlarang.

Muncul lah ide tentang pemesanan pringan hitam melalui email. Inilah cikal bakal the Virgin Record, ketika surat kabarnya butuh sokongan dana. Dia memulai bisnis barunya yakni perusahaan recording di daerah Oxford Street. Drop- out sekolah, tetapi sudah berhasil mendirikan perusahaan rekaman sendiri di tahun 1972 di Oxfordshire, England.

Tahun- tahun awal, ia terus mengalami masalah arus kas, meskipun hasil penjualannya bagus tetap merugi. Agar bisa melunasi overdraft, pemuda 20 tahun kala itu berpura- pura membeli record untuk ekspor agar bisa lepas dari cukai penjualan di Inggris. Tapi dia tertangkap dan dipenjarakan semalam, lalu dilepaskan lagi ketika ibunya Eve memberi jaminan.

Ibunya rela menebus jaminan bermodal surat rumah sebagai jaminan. Tak tinggal diam, Branson mencoba melakukan tawar- menawar. Dia harus memilih membayar £ 60,000 atau penangkapan ulang. Dia memilih menjadikan itu hukuman percobaan dan catatan kriminal. Sebelum kasus Virgin Record, ternyata bisnis The Students juga pernah punya masalah hukum disini.

Menghadapi tuntutan hukum kedua kalinya membuat dia "kapok". Sebelumnya ia pernah ditangkap karena pendirian majalah Student -nya melanggar UU tahun 1889 dan 1917, dimana ada larangan penerbitan saran tentang obat untuk penyakit kelamin. Berkat sang Ibu pula, dia bisa menghindari penjara, berkat pengacara yang baik, kasus The Student yang cuma didenda £ 7.

Tindakan sang ibu memberikan efek kejut dipristiwa kedua tersebut. Inilah upaya kotor terakhir di dalam hidupnya. Dimana isu suap tidak lagi pernah terdengar semenjak itu. "Menghindari penjara adalah insentif yang paling persuasif yang pernah kumiliki," dan dua tahun ke depan jadi kursus kilat pengelolaan uang.

Branson telah menyadari ada beberapa hal aturan yang perlu diperhatikan di masa depan. Semua semenjak dia melihat sang Ibu yang rela menggadaikan rumah.

"Saya berjanji pada diri sendiri bahwa saya tidak akan pernah lagi melakukan apa pun yang akan menyebabkan saya untuk dipenjara atau, memang, jangan ada kesepakatan bisnis apapun yang akan mempermalukan saya," tulisnya dalam buku, Losing My Virginity.

Kedua orang tuanya selalu menekankan bahwa kita ini hidup dibalik reputasi kita. Mungkin kamu bisa sangat kaya, tapi jika kehilangan nama baik, kamu tidak akan bahagia nanti. Mike Oldfield menjadi artis pertama dari bisnis Virgin Record dimana single pertamanya yang berjudul Tabular Bells di 1973. Dengan bantuan tim Branson, lagu itu menjadi terkenal mendadak.

Lagunya bertahan di tangga lagu UK hingga 247 minggu. Menggunakan momentum, Virgin Record mencari artis- artis baru termasuk the Sex Pistols. Artis lainnya, the Culture Club, the Rolling Stones, dan Genesis mengikuti jejak the Sex Pistols menjadi artis Virgin. Ini bahkan membuat Virgin Record menjadi recording terbesar ke enam di dunia.

Dia lunasi pembayaran denda, lalu melihat ke belakang hidupnya, menyadari bahwa kriminal mungkin saja merusak hidupnya sekarang.

"Hal ini tidak mungkin, tidak berarti mustahil, bahwa seseorang dengan catatan kriminal akan diizinkan untuk mendirikan sebuah maskapai penerbangan," terangnya.

Ekspansi bisnis


Dia yakin kedua orang tuanya, terutama sang ibu, selalu disana untuk mendukungnya. Selain bisnis utamanya, ia memiliki beberapa hobi sekaligus menjadi bisnis sampingan. Tahun 1984, dia mendirikan Virgin Atlantic, perusahaan bergerak dibidang transportasi. Pertama Branson memulai bermodal satu pasawat. Selanjutnya, dia berhasil menghasilkan pendapatan 1,5 juta pounds.

Tahun 1992, ia memilih menjual Virgin Records ke Thorn EMI untuk $1 juta. Ia lalu memasukan uang tersebut ke bisnis Virgin Atlantic. Virgin Atlantic merupakan merek dagang maskapai penerbangan. Mereka menawarkan penerbangan kelas satu. Jangan salah Virgin bermula sebuah ide bisnis berat, segi modalnya sudah super- besar. Bahkan ia harus menjual bisnis Virgin Record.

Datang lah Randolph Fields menawarkan pembiayaan. Meski sukses, Branson cuma memiliki 24% saham, dan menjadi chairman.

Selain bisnis maskapai penerbangan ada juga bisnis selular, soft drink, dan pakaian pengantin. Merek Virgin  diperkirakan senilai $5 juta diberbagai lini bisnis. Selain bisnis, dia berekspansi lewat hati, yaitu memilih tidak menggunakan uang untuk bersenang- senang. Sosok seorang petualang yang rajin mencantumkan namanya di buku rekor kecepatan dan jarak.

Ambil contoh, di tahun 1986 tepatnya, dia menjalankan kapal  Virgin Atlantic Challanger II mengarungi laut Atlantik. Dia mendapatkan rekor tercepat di dunia. Tahun berikutnya, dia menjalankan balon udara, Virgin Atlantic Flyer, merupakan balon gas pertama yang melewati laut Atlantik. Tahun 1991, dia mampu melewati lautan Pasifik memecahkan rekor kecepatan dan jarak yang pernah dibuat.

Dia bahkan melewati dua kejadian fatal dari dua petualangannya lewat balon udara.

"Saya sangat depresi keras karena mereka tidak pernah malu," Eve Branson mengajarkan, "karena rasa malu bagi ku membuat mereka berbalik dan hanya memikirkan diri sendiri. Jadi saya mencoba membuat mereka suka bergaul. Jika kamu cukup memikirkan orang lain, kamu tidak akan marasa malu." Keluarga Branson memang dikenal tidak mengatur hidup anak- anaknya.

Ibu dan ayah membiarkan anak- anaknya mengerjakan apa yang mereka suka, tanpa malu dan takut gagal, kedua orang tua hanya memberikan saran jika diminta. Seperti contoh kompetisi antara Virgin Atlantic dan British Airways yang terus- menerus dan menguras finansial. Branson tidak takut mengobarkan pertempuran pengadilan panjang.

Dia pernah mengklaim British Airways memainkan trik kotor mencuri penumpang Virgin Atlantic. Akhirnya Branson setuju penyelesaian diluar pengadilan di tahun 1993, dan ia menyerukan pembayaran ganti rugi £ 500.000 kepadanya dan £ 100.000 untuk Virgin.

Meski berkompetisi panas, ditambah naiknya harga bahan bakar dan kesengsaraan ekonomi global di awal 1990-an, harga Virgin Atlantic tetap terjaga tetapi tetap layak terbang. Itu cara lain menenangkan bankir pemberi utang agar bersabar. Disini, akhirnya Branson menghadapi salah satu keputusan tersulit yang pernah ada. Atas saran istrinya, Joan, ia menjual Virgin Music Group di tahun 1992 untuk Thorn EMI.

Ironisnya, Virgin baru saja dikontrak untuk merekam Rolling Stones, dan ketika sudah dijual, mungkin impian seumur hidup Branson sirna tanpa disadarinya. Penjualan Virgin Record kepada EMI menghasilkan nilai uang $1 miliar untuk Branson. Tapi dia kehilangan sukses Rolling Stones yang nilainya lebih dari itu. Uang tersebut lantas digunakan untuk membayar kebutuhan bisnis Virgin Atlantic; sebuah keputusan.

Penjualan perusahaan musik memberikan insentif baru hingga menghindari hutang besar yang melumpuhkan. Ia memang tidak mau menempatkan dirinya pada belas kasihan pemberi pinjaman. Nah, sekarang, berkat keberanian itu, Virgin Group adalah kerajaan bisnis yang memiliki lebih dari 200 perusahaan yang beragam berjalan yang independen memiliki para pemegang saham sendiri.

Artikel Terbaru Kami