Selasa, 08 Oktober 2013

Game Online Arsanesia Bisnis Level Tinggi

Profil Pendiri Game Arsanesia


 
Awalnya cuma proyek kuliah, perusahaan game bernama Arsanesia ini, asli buatan Indonesia yang diprakarsai oleh 5 orang mahasiswa ITB, yaitu Ihwan Adam Ardisasmita, Dea Renata Vania, Khairul Annas, M. Hazki Hariowibowo, dan M. Ikhsandana Siregar, yang kemudian berkembang pesat menjadi bisnis serius.

Berawal obrolan iseng, perusahaan yang hanya sambilan dan tugas kuliah, lantas mendadak menuntut mereka bekerja keras. Mereka telah punya perusahaan sendiri. Yang tanpa disangka- sangka, cuma modal kemauan keras serta kreatifitis tinggi akhirnya menjadi rejeki. Kini mereka asik ngerjakan Arsanesia yang notabennya cuma "iseng- iseng" saja.

Mengusung visi mereka sendiri yaitu, "menjadi perusahaan digital entertainment terbesar di Indonesia yang memelihara dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia." Arsanesia telah untuk siap bertarung di kejamnya dunia bisnis game online.

Arsanesia memulai sebuah perjalanan panjang mewujudkan visinya. Mereka beridiri diantara perusahaan game asing kelas dunia.

Menulis rencana bisnis


Mereka setuju merubah proyek kampus mereka ke jenjang lebih serius. Pada 2 April 2011, mereka melanjut berkumpul kembali untuk membuat sebuah business plan. Di tanggal itu pula, lahirlah Arsanesia, yang nama Aranesia merupakan nama yang berasal dari dua bahasa berbeda.

Arsa bahasa Sansekerta yang berarti kesenangan, sedangkan nesia berasal dari bahasa Yunani berarti pulau. Arsanesia memasukan business plan mereka ke sebuah acara di Bandung.

Bandung Festival Night namanya, yang diadakan oleh East Venture, sebuah perusahaan venture capital asal Singapura. Tim Arsanesia berhasil masuk ke 10 besar dan berkesempatan bertemu investor beruang. Acara itulah Arsanesia memulai start- up sebagai bisnis sebenarnya berharap keberuntungan mengikuti.

Mereka membuka kantor pertama di kampus. Meski menjadi satu area kampus jadwal kuliah mereka berbeda- beda. Mereka merasa kesulitan mulai membuat berbagai game online. Awalnya sekali, sepakat memilih kampus dijadikan kantor mereka, karena cukup bagus lebih baik daripada tidak ada.

Di Desember, barulah perusahaan Arsanesia resmi berkantor di pekantoran, tentu hasil patungan di daerah Sukajadi. Lalu mereka fokus dengan bekerja di kantor untuk sekedar membayar hutang.

Hasilnya?

Lumayan semuanya mulai berjalan membaik selanjutnya. Dalam acara pameran bernama Communicasia 2011, Arsanesia mengeluarkan game terbaiknya di ajang besar Singapura. Mereka mengeluarkan Gamelan Player. Ini memungkinkan orang mendengar suara merdu asli gamelan serta memainkannya sendiri.

Game yang kemudian mendapatkan skor 4 dari skor 1-5, yang berarti game online tersebut telah memenuhi harapan. Itulah Gamelan Player menjadi merek dengan pengunduhan besar, 33 ribu pengunduh di awal peluncuran.

Kesempatan bisnis


"Kami ingin menyajikan kembali kekayaan Indonesia melalui media yang menyenangkan," ungkap Adam Ardisasmita CEO Arsanesia juga Vice President of Nokia Indonesia Community Enthusiasts (NICE).

"Di era digital seperti ini, sulit mengajak anak kecil untuk menonton wayang kulit atau teater, karena itulah Arsanesia dibuat untuk menjaga kekayaan budaya Indonesia dari kepunahan melalui game."

Melalui berbagai jalan, seperti Apple App Store, Google Play, Windows Market Place, Nokia OVI Store, diharapkan terjadi persaingan terbuka bagi merek lokal. Arsanesia mengusung budaya memiliki beberapa game unggulan dijual, seperti Gamelan Player, Si Pitung, Temple Rush Prambanan, Wago Warrior, Slapillar, Little Lea dan Flipallago.

Mereka berhasil membuat dunia melihat Indonesia terbukti jumlah pengunduh. Sampai sekarang, perusahaan ini diunduh oleh banyak negara lain. Persentasenya dari India sebesar 26%, Indonesia 15 %, Thailand 10%, Filipina 10%, dan Malaysia 10%. Sisanya,Vietnam, Pakistan, Italia, Brazil, Mexico, Russia, Finlandia, Arab Saudi, Jerman, Turki, Mesir sebesar 1-2 persen. 

Gamenya memang baru dijangkau di produk Nokia. Namun, khusus Temple Prambanan telah tersedia di Google Play. "Kami juga sedang mengurus ijin memasukan aplikasi kami ke Apple Store," ucap Adam. Lebih lanjut, Arsanesia dikabarkan mengembangkan game baru berkolaborasi dengan pencipta komik serta perusahaan chip nomor satu di dunia.

Mereka berlima anak muda asal ITB, berharap adanya tempat bagi Indonesia seperti Disney Land dengan karakter lokal.

Artikel Terbaru Kami