Pengusaha Paling Dibenci Amerika Martin Shkreli

"Saya selalu ingin memulai perusahaan publik dan membuat banyak sekali uang," satu quote Shkreli.

Biografi Mualaf Cantik Pengusaha Batik Trusmi

"Semua pengusaha punya jatah gagal," optimisnya.

20 Wirausaha Muda Mandiri 2015

Untuk kategori industri, perdagangan dan jasa 1. Juara 1: Gita Adinda Nasution (Kolagit -obat diabetes dan komplikasinya) 2. Juara 2: M Zulqarnain A R (Iwearzule -custom clothing) Untuk kategori boga 1. Juara 1: Filsa Budi Ambia (Peyek Kepiting -jajanan peyek daging kepiting) 2. Juara 2: Martalinda Basuki (UD Klasik -minuman coklat murni)

Profil Dea Valencia Pengusaha Batik Kultur

"Desainernya saya sendiri padahal nggak bisa gambar. Imajinasi. Saya ada satu orang yang diandalkan, kerja sama dengan saya. Apa yang ada di otak saya transfer ke dia untuk dijadikan gambar," kata Dea.

17 Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes

Retail and Ecommerce 1. Carline Darjanto, 28 tahun, Entrepreneur 2. Merrie Elizabeth, 28 tahun, CEO dan Creative Director Blobar Salon 3. Yasa Paramita Singgih, 20 tahun, Pendiri dan President Men's Republic 4. Ferry Unardi, 28 tahun, salah satu pendiri dan CEO Traveloka

Rabu, 26 April 2017

Mangga Botolan Fruters Andalkan Celah Bisnis

Profil Pengusaha Ratna Apriyanto dan Khemal Nugroho 

 
 
Menjadi pengusaha tengah digalangkan akademisi kampus. Banyak mahasiswa berlomba mengeluarkan produk inovatif. Salah satunya sepasang mahasiswa ini, Ratna Apriyati (24) dan Khemal Nugroho (24) adalah contoh. Mereka pengusaha minuman jus sehat yang sudah berproduksi 1.000 botol per- hari.

Tujuan mereka menciptakan bisnis sehat. Banyak cara ditempuh agar mendapatkan tubuh sehat serta cara menjaga kesehatan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan meminum jus. Aneka buah- buahan segar itu dibutuhkan kita tetapi banyak orang yang tidak cukup waktu untuk mengolahnya.

Sari buah itu sehat dan segar, lewat tangan keduanya menciptakan inovasi, kemasan modern, dan kreasi. Mereka memproduksi mengemasnya dibawah nama Fruters sejak 2012 silam. Mereka berbisnis minuman sari mangga bermodal minim yakni Rp.250.000 buat beli mangga.

Mereka menggunakan bahan mangga gincu lantaran manisnya khas. Perhitungan bahwa orang cenderung untuk membuat jus sendiri jadi pilihan. Meskipun pasar sesak keduanya optimis mampu mengambi celah diantara padatnya bisnis jus buah.

Ratna dan Khemal menawarkan kemasan modern. Menurut keduanya mangga gincu memiliki kualitas yang super. Grade A merupakan mangga yang diekspor ke luar negeri. Grade A- B untuk pasar supermarket, dan terakhir mangga gincu Grade C untuk pasa tradisional.

Bisnis mepet


Keduanya sepakat menggunakan Grade C. Apalagi kalau bukan harganya lebih murah. Walaupun begitu itu rasanya enak buat makan. Lulusan Teknolgi dan Industri Pangan Universitas Padjajaran Bandung ini, dapat stok mangga dari petani asal Cirebon, Jawa Barat.

Mereka ambil mangga tersebut, kemudian mereka olah menjadi puree dan slush. Beda dengan jus buah yang biasanya. Jenis puree dan slush lebih pekat dan padat. Agar jadi lebih enak, keduanya memasukan potongan jelly di dalamnya.

Cara mereka menjajakan awalnya yakni datang ke kampus mereka. Mereka menjajakan itu ke teman- teman mereka sendiri. Tidak butuh waktu lama mereka mendapatkan tanggapan baik. Keduanya sepakat buat meningkatkan produksi dan memperluas pasar. Mereka kemudian menyasar pasar kelas menengah atas.

"ekarang banyak kelas menengah menjalankan pola hidup sehat. Makanya, kami keluarkan produk kemasan premium," ujar Ratna.

Harganya bervariasi dari Rp.7.500- 25.000 tiap kemasan. Margin untung mencapai 100% dari bahan yang mereka olah. Ada beberapa tahan sebelum memproduksi. Pertama apalagi kalau bukan menyortir bahan mangga terbaik. Kini, dengan beberapa pegawai, mereka akan menyortirkan mangga terbaik dari yang terbaik.

Mangga lantas dipotong dan dihancurkan dengan mesin. Setelah hancur memasuki tahap yang mereka sebut tahapan pasteurisasi. Tahapan tersebut merubah mangga menjadi puree yang bahkan bisa tahan lama sampai setahun. Tahapan selanjutnya adalah dikemas kemasan plastik, botol plastik, dan toples plastik.

Si kemasan menjadi penentu harga jualnya. Semakin bagus kemasan semakin tinggi harga. Awalan mereka memproduksi maksimal 1- 3 kilogram buah mangga per- minggu. Kini keduanya membuat 8 ton buah mangga untuk enam bulan.

Kapasitas produksinya 1000 kemasan setiap hari. Sekarang mereka dibantu 8 orang karyawan, dimana rumah produksi Fruters di kawasan kampus Unpad Jatinangor, Jawa Barat. Ratna mengatakan juga bahwa mereka juga mendapatkan dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM).

Kendala ialah mereka kadang sukar mendapatkan manggu gincu. Terkadang bahkan tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Mereka juga mencoba membuat variasi lain dengan buah lain.

Minggu, 23 April 2017

Mebel Anak Karakter Pengusaha Solo

Profil Pengusaha Wawan Eka 


 
Mendesain kamar nampaknya menjadi peluang tersendiri. Terutama jika kita bicara custom design inilah peluang direbut Wawan Eka. Melalui bisnis furnitur khusus buat anak- anak. Orang tua pasti senang buat menyiapkan ruangan khusus buat anak- anaknya -dengan segala aksesoris cantik dan furnitur pilihan.

Warna cat tembok yang cerah, aneka furnitur bergambar tokoh kartun, inilah target pasar pengusaha asal Kota Malang dengan bisnis Devi Showroom. Meningkatnya permintaan membuat pengusaha Eka semakin bersemangat bekerja. Ia menyediakan aneka pernak- pernik produk untuk mengisi kamar anak- anak.

Bisnis ini sudah dimulai sejak dua tahun silam. Kenapa bisnis furnutir anak, ternyata Eka sudah cukup lama menganalisa kebutuhan akan produk furniture anak. Dan, ini dirasanya sedang booming dimana orang tua mulai asik menikmati kamar anak yang beraneka warna.

Ia merancangkan khusus buat kamar anak. Jadi nanti sistemnya custom dimana pemainnya masih jarang. Eka sendiri bukan pemain baru di bidang furnitur. Pengalaman 15 tahun di dunia furnitur, membuat dia tau bahwa bisnis ini pemainnya masih jarang.

Berjalannya waktu ragam furnitur miliknya bertambah. Beberapa produk mampu laku keras di pasaran, ya diantaranya meja, kursi, lemari kecil, tempat buku, tempat pensil, cermin hingga kotak mainan. Dimana semua produk ditawarkan Eka berwarna cerah, ceria, berisi tokoh- tokoh kartun yang lucu.

Devi Showroom menampilkan lebih dari 100 varian produk. Harganya dikisaran Rp.20.000- Rp.5 juta tiap buah. Harga dia sesuaikan dengan ukuran dan kerumitan produk. Dimana untungnya sampai 40- 50% dari produksi loh.

Strategi pemasaran lewat mulut ke mulut. Seiring jalannya waktu, semakin dikenalnya produknya, maka ia tidak henti mendapatkan pesanan dalam jumlah besar. Kini produknya sudah banyak tersedia di banyak toko ritel modern seluruh penjuru Indonesia. Bisnis ini padahal tidak jauh beda dengan bisnis mebel yang umum.

Mau sukses bisnis mebel anak- anak?

Ia menyarankan kamu untuk berkecimpung dulu. Harus punya cukup pengalaman khususnya memproduksi mebel. Bukan tanpa alasan berbisnis model custom begini butuh seorang pengusaha yang mampu melayani kebutuhan konsumen. Bagaimana menyuguhkan produk yang sesuai kebutuhan masyarakat nanti.

Butuh keahlian cukup tinggi buat memproduksi mebel anak. Dimana untuk desainya ke arah aneka gambar kartun. Maka Eka sibuk memotong kayu menjadi berbagai macam bentuk toko kartun. Bahan utamanya bernama medium density fiber (MDF), dimana kayunya tidak terlalu berat dan berserat halus.

Gambarnya menggunakan teknik sablon dan cetak printing. Teknik disarankan Eka adalah teknik sablon karena anti- air dibanding printing. Eka sudah memiliki pabrik sendiri di bilangan Batu, Malang, Jawa Timur. Dibantu 40 orang pegawai menyelesaikan permintaan konsumen.

Produksi sekarang Wawan Eka memproduksi 1000- 1500 setiap bulan. Itupun masih belum juga dia bisa memenuhi kebutuhan konsumen yang mencapai 4000- 5000 setiap bulan.

Tips Pengusaha Bakso Cara Mamazy Frozen Food

Profil Pengusaha Muhammad Aji Budianto 


 
Mencari ciri khas pengusaha asal Bandung ini gampang. Dia memang dikenal sebagai produsen aneka olahan daging. Pengusaha nugget dan bakso, Aji Budianto, mulai merintis usahanya sejak 2012 silam. Ia mengusung bisnis tanpa MSG apalagi bahan pengawet.

Usaha bernama Mamazy dimana diambil dari nama istrinya, Zualehah Hidayati, dan bermodal uang minim yakni Rp.1 juta. Aji memiliki 14 varian produk diantaranya nuget sehat, tahu bakso, bakso sule 2 varian, sosis dan risoles. Rasanya enak karena bersumber dari kombinasi bumbu yang khas.

Produknya mengandung karbonhidrat, protein, lemak, vitamin dalam sayuran, pokoknya Mamazy itu kaya gizi. Lebihnya ya produknya mengandung sayur lebih tinggi. Dengan bantuan Maksindo -yaitu situs jual beli mesin pengolahan- Aji mampu bekerja lebih efektif dan efesien.

Berbisnis nuget dia mampu mengantungi omzet sampai Rp.10 juta hingga Rp.100 juta. Dimana dia bisa mengantungi uang ratusan juta keuntungan bersih.

Pentingnya mesin bakso


Selain nugget Aji juga dikenal sebagai pengusaha bakso. Fokusnya adalah pabrikan bakso, dimana Mamazy fokus di tahu bakso dan bakso langsung seduh. Aji mampu mampu memproduksi banyak sekarang. Dia bertutur sukses usaha bakso bisa disesuaikan sekala yang diinginkan, usaha tidak usah langsung ngoyo buat produksi.

Tidak ada batasan modal dikucurkan menurutnya. Kalau mau menjadi suplier bakso buat penjual bakso atau mall- mall maka akan lebih berat. Pasalnya kamu harus menyiapkan barang, dan pedagang akan bayarnya belakangan kalau terjual. Dengan mesin bakso ratusan bisa dibuat dalam tempo beberapa menit saja loh.

Tetapi tidak semua bakso Mamazy memakai mesin. Contohnya bakso Tabaxe Mamazy, yang mana dia buat dengan tangan sendiri. Kalau modal bisnis bakso terbatas maka fokus pada mesin yang utama dulu buat berproduksi. Contohnya ada meat mixer dimana juga bisa disewakan buat menggiling daging orang lain.

Itung- itung menambah modal bisnis utama lah. Cuma dia mengingatkan bercampurnya daging yang beda kualitas akan berpengaruh dengan bisnis kita sendiri. Jadi perhatikan betul daging bakso yang akan kamu oleh di sana. Untuk rumah produksi Aji menyiasati dengan membangun dua tingkat rumahnya buat pabrik.

Tips penjualan menurut Aji adalah adanya pegawai. Penjualan ke tingkat reseller butuhkan pegawai khusus buat mengerjakan. Bicara tentang marketing jika pengusaha bakso lain memilih waralaba. Maka dia lebih memilih buat menjual melalui online.

Muhammad Aji Budiyanto dan istrinya Zulaehah Hidayati, mulai berpikir berbisnis makanan olahan. Awal mula mereka prihatin melihat santapan si kecil. Karena Zualeahah adalah dokter, mereka sadar betul kalau kandungan bahan makanan bukan buat makanan mengkhawatirkan.

Anak- anak butuh protein untuk masa pertumbuhan. Karena itu merupakan bahan baku anti- biotik atau zat kekebalan. Inilah lahir ide bisnis olahan tanpa MSG. Bermula dari menjual ke tetangga, keluarga, dan teman, akhirnya banyak orang berminat untuk membeli.

Dari sana mereka mulai serius menekuni bisnis makanan olahan. Produk pertama mereka adalah nugget sehat tanpa bumbu masak. Mulai produksi April 2012 silam, yang awalnya bernama SEHATi, kemudian jadi Mamamzy sejak 27 Februari 2013. Produknya juga merambah aneka mie sehat berbahan sayurang juga.

Kamis, 20 April 2017

Bako Cinta Bakso Berbentuk Hati Solo

Profil Pengusaha Ihsan Jamaludin



Mungkin bagi beberapa orang, bakso hanyalah daging sapi yang dicamput tepung tapioka. Sekedar bola gumpalan lezat di lidah. Memang sangat populer dan banyak sudah pengusaha sukses. Mereka tetap bisa sukses meskipun mengambil ceruk yang sempit. Mereguk keuntungan dalam- dalam berkat aneka inovasi.

Disetiap daerah Indonesia pasti ada bakso. Dari mulai jualan gerobak keliling, warung pinggir jalan, juga sampai restoran mahal menyuguhkan bakso. Pengusaha bakso kali ini memanfaatkan kepopuler bakso lewat bentuk hati.

Bisnis waralaba


Banyaka pewaralaba menjajal bisnis bakso. Tidak sedikit untung- untungan, mereka mengandalkan bentuk unik selain cita rasa. Contoh Ihsan Jamaludin pengusaha bakso yang mulai awal 2010. Dimana inspirasi bakso berbentuk hatinya dari sebuah film Indonesia.

Bakso Cinta Kartasura buka setahun sudah banyak peminat. Mereka ingin menjadi mitra bisnis Ihsan lewat bisnis waralaba. Ihsan lantas menanggapi hal tersebut. Selektif Ihsan sudah memiliki tiga cabang waralaba Bakso Cinta Kartasura Solo. Bahkan salah satu calon datang dari Bangka Belitung, namun belum bisa terpenuhi.

Alasannya karena mahal biaya ongkos pengiriman bahan. Ditambah sulit mendapatkan bahan baku. Lantas rencana tersebut ditunda sementara. Ya karena bisnis Ihsan bukan sembarangan bakso berbentuk hati. Dari cita rasa sendiri sudah dikhaskan oleh Ihsan. Jadi soal cita rasa bumbu kaldu sapi tidak boleh sembarangan saja.

Keunggulan bukan sekedar pada bentuk hati. Menggunakan kaldu sapi asli serta racikan sendiri, Ihsan bisa meyakinkan bahwa baksonya bukan sekedar bantuk hati. Bakso Cinta Kartasura adalah bakso dengan tiga menu khas: Bakso cinta anak, bakso cinta remaja, dan bakso cinta keluarga.

Beda porsi dan beda harga. Bakso cinta anak harganya Rp.3.000 per- porsi, bakso cinta remaja Rp.5000, dan bakso cinta keluarga Rp.6.500. Sebagai tambahan, tidak lupa Ihsan berkreasi lagi, yaitu bakso tahu cinta, tempe goreng, dan telur puyuh , yang diberinya nama menu lophe- lophe.

Ihsan menawarkan paket investasi Rp.30 juta. Rincian Rp.15 juta buat biaya waralaba, perlengkapan, ada rombong, dandang bakso dan mie, kompor, blender, desain interior, sudah termasuk media promosi yang nilainya Rp.15 juta.

Ihsan juga memberikan pelatihan meracik bumbu. Sudah termasuk SOP disiapkan buat mitra bisnis Ihsan. Manariknya bahan baku utama tidak wajib dibeli dari pusat. Ihsan juga tidak mengutip biaya royalti. Dia mengatakan lahan ideal bisnisnya 6x6 meter. Dimana gerainya mampu dikunjungi setidaknya 300 orang.

"Kenyamanan pengunjung harus diperhatikan," ujarnya. Omzet penjualan menurut perhitungannya bisa diraih mitra adalah Rp.800.000 per- hari. Kalau akhir pekan bisa naik dua kali lipat kan. Dalam lima bulan ia yakini mitra bisa balik modal.

Bagi mereka yang meragukan Bakso Cinta Kartasura sebagai waralab. Ihsan mencontohkan Ali Syahroni yang baru satu bulan bergabung. Sudah mampu meraih omzet Rp.500 ribu dari janji Ihsan Rp.800 ribu per- harinya. Meskipun meleset setidaknya pendapatan Ali sudah pasti ke depannya bersama Bako Cinta.

Rabu, 19 April 2017

Masalah Dihadapi Pengusaha Salon Anata

Profil Pengusaha Henry Setiadi Halim 


 
Tidak mudah bagi seorang Henry Setiadi Halim, untuk mencapai kesuksesan sekarang. Sang pemilik salon Anata ini kemudian bercerita tentang kisahnya sedikit. Bermula hobinya motong- motong rambut teman hingga keluarga. Henry kecil terus mendalami hingga memasuki usia remaja 18 tahun.

Namanya belajar sendiri tidak semua sesuai. Potongan rambut Henry terkadang tidak sesuai keingan. Ya hasilnya banyak teman dan keluarga protes. Meskipun dibilangin salah, Henry tidak menyerah justru dia semakin bertekat memperdalam hobi.

Kesalahan terjadi karena dia belum sadar fakta: Bahwa bentuk kepala orang beda- beda. Apalagi waktu itu dia memakai gunting besar buat kain. Usaha pertama dibuka sangat sederhana, yakni ada di Jalan Emong, Bandung, di tahun 1985.

Ia menyadari kekuranganya. Mangkanya Henry sering mengikuti seminar pelatihan. Tidak pernah ikutan sekolah khusus. Tetapi, sekarang, nama salon Anata terkenal dengan jumlah tempat tersebar di penjuru Kota Bandung.

Total pegawai salon mencapai 800 orang dan 4000 pengunjung tiap hari, dimana harga layanan paling murah sekarang Rp.17.000. Ketika baru membuka salon hanya memiliki 8 orang pegawai. Apa kendala berbisnis salon? Adalah ketika pegawai laki- laki Henry memiliki perasaan halus tidak seperti laki- laki biasa.

Ini sempat membuat Henry putus asa. Dia tidak betah dengan lingkungan dibangunya. Ada perasaan ingin tidak lagi menjadi pengusaha salon. Namun, perasaan tersebut urung, karena dia mengerjakan itu menurut apa passionya. Apalagi mempertahankan pelanggan dianggapnya paling sulit, ujar pria kelahiran 28 Februai 1958 ini.

Meskipun setiap salon memiliki pelanggan satia, tetapi kalau sampai tidak bisa memberikan pelayanan yang bagus. Bisa- bisa dibajak dan pelanggan setia pun mengikuti mereka. Meskipun nama tenar pun tak akan menyelamatkan. "Sekali pindah, mereka yang keluar bisa berbondong- bondong," tutupnya.

Jumat, 14 April 2017

Kakak Beradik Pengusaha Muda Puding Puyo

Profil Pengusaha Adrian Christopher dan Eugenie Patricia Agus 


 
Variasi makanan penutup mulai marak. Apalagi dikalangan anak muda jaman sekarang. Keunikan tersebut juga dibawa oleh mereka pengusaha muda. Gairah muda memberikan warna pada makanan desert yang telah ada. Ambil contoh kisah sukses kaka beradik Adrian Christopher Agus dan Eugenie Patricia Agus.

Para pengusaha muda banyak sudah meraup sukses dari desert. Mereka berbisnis puding bikinan sendiri. Mereka memberi nama bisnisnya Puyo, didirikan pada Julia 2013 silam. Lewat sarana sosial media itu mampu meraup banyak penggemar mencoba. Kemasan sangat anak muda menjadi alasan lain kenapa bisa sukses.

Bisnis anak muda


Berawal dari sang ayah yang hobi memasak. Kebetulan masakan andalan ayah adalah puding. Nah, ketika mereka coba rasanya melekat di hati, jadi mereka mulai mencoba membuat. Aneka percobaan untuk bisa membuat puding yang beda. "Akhirnya kita eksperimen terus dan terciptalah Puyo," jelas Adrian.

Adrian dan Eugenie berkuliah jurusan bisnis dan manajemen. Mereka mulai dengan menawarkan ke teman terdekat hingga keluarga. Sukes puding lembut mereka membuat saudara dan kerabat ketagihan. Puding yang dibuat mereka bukan puding biasa melainkan soft pudding.

Juli 2013, mereka lantas memasarkan puding mereka, namanya Puyo Silky Dessert melalui Instagram. Mereka ingat betul waktu itu Ramadhan. Lewat cara marketing tersebut bisnis Puyo langasung menangkap perhatian. Pemasaran lewat sosial media teratur, pembayaran lancar dan respon cepat dipenuhi mereka.

Adrian insiatif menggunakan dua akun bank, bisa bayar lewat ATM, sala satunya Bank Central Asia yang mana dia memanfaatkan SMS banking. Ketika pesanan melonjak mereka menangani. Mereka sudah siap soal pembayaran.

Meskipun berawal dari iseng, mereka tidak pelit meskipun tidak besar, mereka mengeluarkan modal uang sampai  Rp.5 juta. Uang tersebut merupakan pinjaman ayah kepada mereka. Uang tersebut merupakan pinjaman berjangka tiga bulan. Jadi salam waktu tersebut mereka harus sukses tidak ada alasan apapun.

Eksperimen selama tiga bulan. Bahan utamanya bukan susu hewani. Melainkan memakai susu nabati yang lebih sehat. Lebih sehat juga cocok buat mereka yang alergi susu hewani. Aneka rasa mereka tawarkan seperti rasa ubi ungu, stroberi, teh hijau, pisang, coklat, mangga, hazelnut.dll.

Di Januari 2013 mereka sudah memiliki booth resmi kedua Puyo Silky Dessert. Harga jual produknya Rp.12.500. Keunggulan mereka selain cita rasa ialah tetap inovatif. Mereka selalu menghadirkan varian produk baru termasuk dalam rasa. Penjualan kemudian ditingkatkan ke tingkat reseller hingga bisa masuk restoran.

Tercatat makanan mereka nangkring di beberap restoran, seperti di Jakarta Selatan, Kelapa Gading, Pantai Indah Kapuk, Bekasi dan Bandung. Sebut saja nama Dapur Ciragil dan Newbury Cafe, dengan begitu saja mereka mampu mengantungi omzet ratusan juta.

Kamis, 13 April 2017

Pembuat Patung Lilin Hingga Replika Makanan Eki

Profil Pengusaha Eki Puji Lestari 


 
Kesempatan bisnis selalu terbuka. Terutama bagi mereka yang peka. Kesempatan tidak datang dua kali dan moment indah harus diabadikan. Jadi Eki Puji Lestari mencoba menggabungkan kedua idenya. Lahirlah ide bisnis souvenir pernikahan tetapi tidak mau sama dengan orang lain.

Sekitar beberapa tahun silam, Eki dan calon suami tengah kebingungan soal apa souvenir bisa diberikan, apa yang bisa membuat teman, kerabat, dan rekan kerja mengingat. Inilah ide bisnis muncul dibenak Eki seketika. Bukannya mencari toko souvenir pernikahan malah Eki memutuskan membuat sendiri.

Idenya bagaimana membuat lilin dalam gelas. Nanti, lilin- lilin tersebut diberikan kepada para tamu buat dibawa pulang. Tidak disangka tanggapan begitu baik. Banyak orang mulai menanyakan dimana sih Eki membeli souvenir tersebut. Perempuan asli Solo, Jawa Tengah, itu kemudian menunjukan si pembuat.

Ide bukan sembarangan ide bisnis. Dia mengekspolari bentuk lilin. Bentuk lilin tidak sama dengan lilin yang dijual dipasaran. Dia membayangkan hobinya sendiri. "Kebetulan saya hobi jajan dan makan kue," ia melanjutkan. Jadilah bentuk lilin buatan Eki berbentuk aneka makanan enak di mata tetapi tidak di lidah.

Ia berpikir kan kue jaman sekarang lucu- lucu. Dia lalu membuat bentuk berdasarkan itu. Pemilik Griya Lilin Solo tersebut mengatakan memang butuh waktu. Tahapan pembuatan lilin lebih rumit dibanding lilin biasa. Pertama dia menggunakan adonan lilin yang dilelehkan sampai cair.

Lalu dicampur, kemudian dicetak menjadi berbagai bentuk, untuk selanjutnya dibentuk aneka makanan. Seperti cupcake, milkshake, es krim, rainbow cake, serta aneka kuliner lainnya. Eki benar detail hingga ia bisa membuat semirip mungkin aslinya.

Ia juga tidak berpuas diri. Lewat tangan kreatifnya, dia menciptakan lilin aroma terapi berbentuk makanan, mulai dari aroma framboze, melati, teh hijau, kayu manis, mawar, cengkeh, lavender, dll. Dimana calon pembeli mereka calon pengantin. Ternyata target pasar Eki kena berhasil meraih apa yang diincar selama ini.

Bisnis sendiri


Selepas menikah, Eki tidak langsung menggeluti bisnis lilin makanan, dia sempat bekerja pada perusahaan. Namun karena sering diprotes anaknya, Arlinda Yasmin Australia, dia mengubah rencana hidupnya dan jadi pengusaha merupakan pilihan.

Kenapa sang anak protes karena tidak ada waktu. Wanita 39 tahun ini sering pulang sore hingga malam. Ia memang sudah penat bekerja di garmen. Mulai dia merintis ulang usaha lilin dulu. Dalam merintis bisnis Eki punya startegi berproduksi sedikit dulu. Dari patung lilin sampai lilin aroma terapi dibuat oleh Eki sekarang.

Usaha dari istri Widi Nur Susanto ini, mampu meraup untung sampai puluhan juta. Dengan harga jualnya bervariasi antara 3 ribu- 15 ribu. Kalau mau bikin yang spesial, bisa pesan satu set replika makanan, yang dia bandrol Rp.700.000 per- set.

Sukses Eki membawanya tidak cuma dikalangan masyarakat. Kalangan pengusaha makanan juga percaya akan kemampuannya. Mereka biasanya minta dibuatkan replika menu mereka. Skalanya 1:1 dimana itu lantas dipasang di restoran mereka.

Lewat bisnis dia menjadi penggerak ibu- ibu sekitar. "Saya memilih hias karena waktu itu memang masih sedikit yang memproduksi," ujarnya.

Minggu, 09 April 2017

Mantan Pecandu Narkoba Sukses Wirausaha

Profil Pengusaha Khalil Rafati 


 
Hampir mati karena heroin, sembilan kali nyawanya hampir hilang, kini Khalil Rafati seorang pengusaha miliarder. Hampir setengah abad dia adalah pecandu narkoba. Dokte mencoba menyelamatkan dia sampai sembilan kali. Tahun 2003, dia kecanduan narkoba, dimana berat badanya turun drastis kurus kering.

Ia seorang pemimpi sejak dulu. Rafati ingin menjadi bintang film. Bukannya sukses, dia malahan tidur di emperan toko sampai tinggal menjadi tukang cuci. Dia jadi tukang cuci mobil selebriti Hollywood. Dia mulai berkenalan dengan heroin, hingga menjadi pecandu, dia ditangkap kemudian direhab begitu terus.

Rafati seolah sadar ketika sembilan kali hampir mati. Apakah sudah saatnya bertobat. Empat bulann rehab dia mulai berpikir masa depan. Setelah keluar dinyatakan bersih baik tubuh dan pikiran, dia mencoba hidup sehat.

"Jutaan orang datang ke sini (Amerika), seperti halnya saya lakukan, untuk jadi kaya dan terkenal," ujar pria 42 tahun ini. "Dimana mimpi mereka hancur berkeping, jadi mudahlah mereka menjadi pemabuk dan jadi pecandu narkoba."

Narkoba berbahaya


"Saya benar- benar merusak semua... Saya selalu merasakan sakit sekali tidak bisa tidur," kenangnya.

Tidak mudah sembuh. Butuh sembilan kali hampir mati untuk menyadarkan Rafati untuk hidup kembali. Ia kemudian mencoba membantu orang lain. Awal usaha dimulai dia membuka tempat rehabilitas pecandu narkoba Riviera Recovery Rehab.

Dia menemukan resep sehat. Rafati mulai memblender jus dicampur dengan aneka bahan lain. Jadilah jus herbal buat membersihkan diri dari pengaruh narkoba. Orang akan membayar $10.000 untuk kembali ke jalan yang benar -dia mulai menyadari bahwa dia sedang mencapai sesuatu.

Dia mulai membangun Sunlife Organic pada 2011. Dimana dia membuka toko pertamanya di Malibu. Dia sekarang punya enam bar dan 200 orang staf tersebar di California. Memprediksi kesuksesan tidak mudah apalagi dia pernah melihat keterpurukan lebih dari siapapun -tanpa uang dan terjebak rasa sakitnya candu.

Sukses Rafati membuatnya kaya. Tetapi itu bukan intinya, karena dia telah kembali ke sosok pria baik yang seharusnya sebelum kecanduan. Terkadang dia menangis ketika membaca ulasan orang terhadap bisnisnya di Amazon.

Tekanan kecanduan memang begitu kuat di fisik, apalagi di mental, semua orang tau betapa susahnya buat kembali ke jalan yang benar. Tetapi baginya tidak ada yang tidak mudah. Selama kita berpikir positif bahwa kita mampu. Kita harus mencintai hal mudah dulu. Karena alkohol dan narkoba adalah hal rumit dijalani.

"Kita terlalu sensitif dan kita berpikir bahwa kita sangat pintar dan rumit."

Dia menyebut mereka pecandu tengah sakit. Mereka menghancurkan diri sendiri. Bahkan tegas dia bicara bahwa kita jangan mengasihini mereka -memberi mereka uang untuk mencandu. Terkadang menurutnya mereka butuh rasa sakit penderitaan dulu.

Rafati sendiri termasuk orang yang menolak hukuman mati. Dia berpikir orang meresa tidak mampu buat menghentikan mereka -padahal lebih mudah untuk meyakinkan pecandu. Bertanggung jawab atas diri kita sendiri adalah beban dimana orang lain terkadang tidak mau tau.

Dia menuliskan kisahnya dalam sebuah buku. Banyak orang yang terselamatkan karena buku yang berjudul I forgot to Die atau yang berarti Aku Lupa untuk Mati.

Bisnis sukses


Keuntungan diraih bisnisnya $6 juta, dimana sudah termasuk bisnis bar, penjualan pakaian, dan melalui itu semua untuk membuka cabang ke 16 dan masuk ke Jepang.

Kesuksesan Rafati membawa keberuntungan besar. Dulunya tinggal di jalanan, sekarang dia berpergian naik jet pribadi. Jika dipikira kisahnya bisa menjadi film Holywood ya. Kelahiran Ohio, bagian baranya Amerika, dia merupakan keturunan ibu yahudi dan ayah islam.

Kehidupannya rumit dimana dia terpaksa drop out. Dia meninggalkan sekolah tanpa punya ijasah. Tidak kualifikasi untuk apapun. Dia ditangkap untuk kasus perusakan fasilitas umum dan mencuri. Tahun 1992, ia pindah ke Los Angles, dimana mimpinya menjadi bintang.

Ketika kehidupan aktingnya tidak berjalan. Rafati mulai menjadi musisin di band lokal, hingga menjadi tukang cuci mobil selebriti, seperti Elizabeth Taylor, Jeff Bridges, dan gitaris utama Guns N' Roses, Slash. Akan tetapi, dia terjebak dunia narkoba, dimana hidupnya malah lepas kendali tidak tentu arah.

Dia tinggal di dalam kardus. Dan untuk memenuhi candunga, ujungnya Rafati malah menjadi bandarnya. Ia sering overdosis hampir mati. Sudah kapok narkoba, dia lantas bekerja sembarangan, pokoknya bekerja apapun untuk membuatnya tetap sibuk.

Kemudian dia bekerja untuk dua tempat rehab narkoba, menjaga anjing dan menjadi tukang kebun. "Saya akhirnya bisa menyimpan uang," kenangnya. "Saya bekerja keras, tujuh hari seminggu, 16 jam seharinya."

Obsesinya akan berhenti narkoba membuatnya hidup sehat. Ketika dia bertemu seorang teman di Ohio, yang memberinya resep minuman herbal, Rafati mulai terobsesi membuat jus penyembuhnya sendiri. Dia layaknya seorang hippie yang belajar vitamin, makanan organik, makanan sehat penyembuh penyakit.

Awalnya dia lakukan agar membuat diri sendiri sehat. Tahun 2007, dia menyewa tempat, membuka usaha sendiri Riviera Recovery dimana klien akan membayar $10.000 untuk direhab sampai sembuh. "

Bagi kamu yang menjadi penghuni rehab akan diberi minuman Wolverine -campuran sari bunga, royal jelly, bubuk maca, dan pisang. Kemudian reputasi minuman tersebut malah lebih ternama dari nama bisnis itu sendiri. Lebih terkenal dibanding tempatnya disajikan, alhasil dia menyadari kebutuhan masyarakat.

Dia menyadari bahwa kebutuhan akan minuman itu, bukan tempat rehabnya. Tahun 2011, dia mendirikan perusahaan bernama Sunlife Organics, bersama teman dan pacar terakhirnya. Dengan menggunakan bekal tabungan bisnis barunya berdiri, dimana penjualan tahun pertama adalah $1 juta.

Di overdosis ke 8, dia sedang berada di dalam kamarnya di Malibu, yang mana paremedis datang cepat dan mampu membawanya hidup kembali. Ke 9 ceritanya dia benar- benar hampir mati karena dia terjebak di dalam ruangan. Waktu itu dia tengah asik menikmati heroin di kamar mandi ketika perampok masuk ke rumah.

Tahun 2003 dia dikirim ke penjara Los Angles. Dia telah mencapai dasarnya dasar. Sudah tidak ada jalan pintas digali. Dan sialnya semua skop dibawanya rusak. Dia kemudian bangkit mengatasi penyakitnya. Dia bertekat untuk hidup sehat dan memperbaiki kemiskinannya.

Seorang teman kemudian memperkenalkan jus super. Inilah minuman Wolverine yang memberika gairah baru buat penyakit kecanduan. Menjadi miskin itu sangat brutal. Apalagi kalau kamu adalah pecandu yang sangat parah tanpa uang. Justru jus super tersebut dicari orang tidak cuma buat mereka yang kecanduan.

Dimana mereka bukan bagian dari pelanggan bisnisnya. Lalu lahirlah Sunlife Organic yang memiliki moto yaitu cinta, sembuh dan menginspirasi. Sekarang bisnisnya menjual 12 jenis, minuman protein, dan masih banyak lagi.

Kamis, 06 April 2017

Juragan Keong Mas Berbisnis Keripik Gurih

Profil Pengusaha Sulthan Alfathir 


 
Entrepreneur muda berarti mampu melihat peluang. Sempitnya peluang mampu diterobos. Menciptakan hal tidak mungkin menjadi mungkin. Inilah kisah Sultan Alfathir, yang sudah memulai usahanya sejak bangku SMA. Berawal dari sebuah penelitian sekolah Sultan mampu membawa bisnisnya sampai sekarang.

Lulusan SMA 2 Lamongan, Jawa Timur, dan Universitas Brawijaya, Teknologi Hasil Pertanian angkatan 2003, Fakultas Teknologi Pangan, yang mampu membuat keong emas jadi panganan. Bukan perjalanan yang cepat tetapi memang ditekuni Sultan.

Keong emas yang dikenal sebagai hama petani. Dia olah menjadi panganan nikmat gurih. Polita Chrispy yang dibuat dari keong emas sawah. Inilah inovasi usaha sebenarnya entrepreneur muda. Jika biasanya orang akan jualan sate keong, itu diolah dijadikan keripik gurih khas kaya akan mineral.

Ada protein tinggi dan asam lemak tidak jenuh. Dengan asam lemak tak jenuh bisa digunakan menurunkan kolesterol. Sekedar uji coba makanan sederhana ternyata menghasilkan uang. Berawal dari keprihatinan akan serangan hama keong emas di kawasan Lamongan, sangat meresahkan karena padi akan rusak dalam 1- 7 hari.

Petani dilihatnya cuma pasrah kalau urusan keong mas. Paling penanganan ya dikumpulkan buat dibuang atau mungkin dijadikan sate. Ia sempat berpikir ekabegitu. Sempat berpikir mau dibikin produk sate tetapi dia melihat sudah banyak. Dia lalu memparkan hal tersebut ke kedua teman masa SMA -nya untuk penelitian.

Dia dibantu guru pembimbing. Kebetulan ada kelas entrepreneurship, dia lantas membuat business plan kemudian diajukan ke sekolah. Anak SMA 2 Lamongan memang didorong membuat rencana bisnis untuk dijalankan sendiri.

Bisnis keterusan


Mereka lantas menjualnya. Keripik dikemas semodern mungkin. Ukuran 100gram dalam kemasan plastik dan toples. Harga jualnya Rp.7 ribu dijual dulu ke warung- warung sekitar sekolah. Responnya ternyata baik loh. "Akhirnya kami semangat untuk terus mengolahnya," ujarnya.

Mereka kemudian ikutan aneka lomba bidang pertanian. Seperti ada lomba Inovasi Pengolahan Produk Perikanan 2012 di Yogyakarta. Nama produknya Polita Crispy dan mampu sampai menasional. Berbekal dua rasa yaitu keju barbeque dan pedas rasa soto tahu campur, dimana rasanya memang khas Lamongan.

Proses pengolahan sederhana, dari daging diiris- iris, dicampur bumbu dan tepung beras baru digoreng. Tapi jangan lupa dicuci dulu ya. Mencuci butuh 3- 4 kali sampai lumpur sawah hilang. Buat 100gram dia butuhkan 1kg daging keong.

Daging direbus dulu, gunanya untuk mengetahui apakah ada racunnya. Bagian beracun adalah bagian kepala yang menonjol. Bagian itu harus dipotong dibuang. Lendir juga harus dibuang agar benar- benar bersih. Itu disusul pencucian lagi. Setelah benar- benar bersih baru dipotong kecil untuk masuk tahap berikutnya.

Dia membuat adonan krispi sendiri. Balurkan bumbu yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Daging yang sudah dibaluri bumbu kemudian masuk adonan. Tinggal kamu goreng hingga matang dan krispi.

Untuk memenuhi kebutuhan keong, Sulthan juga membudidaya keong sendiri di dalam kolam. Kalau sudah masuk musim hujan jadi punya stok keong. Makanan  keong emas tingga dikasih kangkung kira- kira 2- 4 minggu kemudian siap panen. Kalau ada limbah bisa digunakan buat makanan ternak untuk usaha jenis lain.

Awal mereka membuat kemasan plastik. Berjalan waktu mereka menyadari harus siap berkembang. Maka ia mengajak teman- teman membuat kemasan modern berbentuk rumah gadang. Bermodal uang Rp.100 ribu saja mereka berempat menang lomba wirausaha 15 juta pada tahun 2013 dan dijadikan modal lagi.

Masalah dihadapi entrepreneur muda pemula: Jumlah produksi yang masih kecil. Dan ekspetasi penjualan melebihi alhasil permintaan tidak tercukupi. Kedua mereka masih sekolah jadi waktu mereka terbatas. Tapi masalah status masih sekolah tidak masalah. Mereka malahan membeli mesin pengolahan sendiri loh teman.

Berbekal uang hasil lomba dijadikan mesin pengering. Mereka juga melancarkan promosi lewat sosial media seperti Twitter dan Facebook. Mereka kemudian memberdayakan petani. Harga perkilo hama itu dibeli mereka Rp.7000 per- kg. Harga jualnya kalau sudah jadi Rp.7000- Rp.8000, omzetnya Rp.6 jutaan.

Laba 30% dari produk mereka jual. Dimana mereka sudah punya konsinyasi 25 outlet dan 10 reseller yang tersebar di Lamongan, Gresik, Malang, Kediri, dan Surabaya. Dengan rasa soto, ia mencoba menarik pemerintah daerah Lamongan menjadikan keripik Ponita menjadi daya tarik kuliner khas Lamongan.

Semua usahanya sudah didukung sertifikasi halal, dan kualitas kesehatan oleh pihak berkait. Cita- citanya yang lebih besar sebagai entrepreneur muda adalah menembus pasar ekspor.

Senin, 03 April 2017

Jualan Kopi Gayo Jadi Usaha Sampingan Mengejutkan

Profil Pengusaha Wiarwan dan Istri 


 
Ketika kopi blue mountain asal Jamaikan populer. Wiarwan seolah ingin membuktikan sesuatu. Hasratnya ialah ingin menjadikan kopi asli Indonesia, layaknya kopi Jamaika. Pengalaman bekerja dengan kopi telah memberikan ide mengenai bisnis ke depan tetapi tidak seketika.

Lulus SMA, pada 1988, ia tidak langsung bersentuhan dengan kopi. Remaja Wiarwan memilih mengejar pendidikan sampai ke Taiwan. Berbekal keberanian dia membiayai kuliah sendiri. Barulah menyentuh kopi ketika dia bekerja sampingan menjadi pegawai pabrik kopi.

Dia sukses membiayai kuliah. Begitu lulus dia kembali ke Indonesia, bukan bekerja dengan kopi tetapi ia malah bekerja untuk perusahaan pulp and paper. Sukses Wiarwan mampu menempati jenjang pekerjaan yang tinggi. Gaji mapan dan segala fasilitas tidak membuat Wiarwan terpuaskan akan hidup.

Berbisnis sendiri


Pekerjaan bergengsi memang membuat zona nyaman. Tetapi dia tidak mau. Pilihan adalah membuat usaha sampingan. Dia ingin berbisnis tetapi apa. Pikiran Wiarwan adalah bisnis tidak lekang. Jualan komoditas yang akan selalu dibutuhkan masyarakat.

Suami Warniaty, kemudian menemukan kelebih dari daerah tempatnya, Aceh dikenal memiliki kekayaan yang bahkan membuat Belanda tergoda. Kopi dari masa penjajahan Belanda sampai sekarang nih masih digemari masyarakat. Dan kita tau pamor kopi yang meningkat menjalar ke seluruh Indonesia tidak cuma Aceh.

Dia ingin menjadi pengusaha kopi gayo. Bermodal uang seadanya yakni Rp.25 juta, ia nekat melepaskan jabatan di perusahaan pulp and paper. Demi menjadi pengusaha mengunjungi petani untuk didekati. Lewat kemampuan persuasifnya mengajak petani kopi lokal dibawah pembinaan Wiarwan.

Tercatat nih sekarang 27 keluarga petani dan areal tanam 15 hektar- 20 hektar dibawah bimbingan dia. Ia mencoba menciptakan sistem sendiri. Sistem saling menguntungkan merombak cara tradisional petani kopi asal Aceh. Dia ajarkan mereka cara memilih bibit, mengelola, dan membantu pasca panen.

Sukses dia mampu mengangkat kualitas biji kopi petani. Tidak puas, Wiarwan ingin juga berbisnis sampai ke pengolahan. Dibeli satu mesin roaster asal Taiwan. Dia mengatakan sudah terbukti lewat pengalaman bekerja dulu. Dia mengolah kopi arabica dan berharap mampu sejajar dengan kopi blue mountain itu.

Kelebihan kopi dia olah menjadi arabica dan luwak. Dua kopi premium coba disuguhkan Wiarwan kepada masyarakat lokal. Nama kopi miliknya Optimum Prime, menawarkan kopi gayo premium untuk pecinta kopi sejati. Pembeli sudah sampai ke luar negeri seperti Korea, Taiwan, Australia, dan China.

Ia baru mengirim dalam jumlah kecil. Maklum usaha Wiarwan masih tergolong kecil. Untuk satu pemesan dia menjual maksimal 18kg. Produksi kopi gayo arabica dia menghasilkan 400kg sedangkan untuk kopi luwaknya 45kg. Harga Rp.1,5 juta per- kg untuk kopi luwak dan kopi premium arabica dihargai Rp.250 per- kg.

Perjalanan bisnis Wiarwan tidak semudah dibayangkan. Kopi miliknya belum mendapatkan rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Namun, uniknya, dia malah mendapatkan penilaian baik dari badan asing Kamar Dagang dan Industri Malaysia.

Bisnis maju terus


Kopi Indonesia sebenarnya bagus- bagus. Agar semakin dikenal oleh masyarakat, ia kemudian mengikuti aneka pameran. Dia memberi contoh gratis. Lewat acara pameran nasional maupun internasional. Disaat orang mencoba langsung nyeletuk kalau kopi luwat Wiarwan enak.

"Saya bilang itu arabica premium, bukan luwak. Kopi luwak kami lebih enak lagi," ujarnya.

Wiarwan juga mengambil kredit di Bank Rakyat Indonesia. Tahap awal, lewat suntikan modal, dia mulai mengembangkan bisnisnya. Lewat bank milik negara tersebut juga mendapatkan kesempatan. Sekali dia ikutan pameran kopi di Belanda mewakili BRI.

Istri Wiarwan, Nini, mengeluh memang susahnya mendapatkan perhatian pemerintah setempat. Padahal ia sudah mewakili kopi gayo dari Aceh ke acara internasional. Masalah kenapa mereka tidak mendapatkan sertifikat BP POM, kata Nini bangunan pabrik dilarang memiliki sudut- sudut karena berpengaruh ke kebersihan.

Padahal kalau soal kebersihan dalam pembuatan, ia menjamin perusahaanya sudah sesuai standar, itupun kalau dibandingkan home industry lainnya; Perusahaan dijalankan mereka lebih baik. Anehnya justru lah mereka yang kesulitan mendapatkan sertifikat. Bahkan Nini ingin berkunjung ke pabrikan teh botol Sosro nanti,

Tujuannya guna membuktikan apakah aturan tersebut adil. Apakah pabrikan besar juga mendapatkan syarat sama. Karena BP POM belum keluar alhasil, Nini kesulitan mendapatkan label Halal MUI, mungkin sulit tetapi Nini tidak patah semangat terus membangun bisnis mereka.

Obsesi Nini seperti halnya Wiarwan, yakni memperkenalkan kopi gayo sebagai identitas Aceh. Bagaimana agar kekhasan kopi lokal tersebut tidak hilang. Ia prihatin ketika kopi gayo dijadikan bahan campuran dari daerah lain. Contoh lah ada kopi Sidikalang, padahal bahan bakunya ya kopi gayo dari dataran tinggi gayo.

"...kemudian berubah menjadi kopi Sidangkalang, karena diproduksi di Sumatra Utara, jadilah dia kopi Sidangkalang," runut Nini.

Nama kopi Optimus Prime sudah tercatat di HAKI. Dipatenkan atas nama CV. Mutiara Gayo, dimana dia menggunakan kemasan standar internasional impor dari Taiwan. Usaha dilakukan lainnya adalah bagaimana caranya mendapatkan SNI.

Rabu, 29 Maret 2017

Kalung Berbahan Kain Batik Cranberries

Profil Pengusaha Ari Dwi Astuti 



Limbah konveksi terkadang bingung mau diapakan. Inilah kesempatan buat pengusaha masuk mencari- cari celah dibalik ketatnya bisnis fashion. Justru dengan memanfaatkan limbah fashion, merubahnya menjadi produk fashion sendiri membawa kesukses bagi Ari Dwi Astuti.

Pengusaha satu ini berminat kepada limbah perca batik. Kain perca yang ukurannya kecil- kecil karena sisa produksi ataupun dari kain batik lama. Lewat tangan Ari itu tidak lagi bertumpuk- tumpuk layaknya tumpukan sampah plastik di tempat sampah.

Inilah harta karun Ari setelah sekian lama. Berawal dari sekedar hobi membuat akesoris. Lewat aksesoris berbahan kain biasa sampai perca batik. Hemat biaya produksi tinggal ambil punya sisa jahit. Kebetulan didekat rumah kan ada penjahit. Ari dapat bahan cuma- cuma, "bisa dibilang saya bisnis tanpa modal."

Kenapa perca batik karena hasilnya unik. Kesannya etnik gitu, bahan baku ekslusip apalagi kalau bahannya dari perca kain batik tulis. Dari beberapa kain perca potong- potongan itu bisa menjadi banyak aksesoris loh.

Perca batik kemudian diubah menjadi kalung, bros, gelang, bando, juga jepit rambut. Ide bisnis semakin ia rasakan mantap ketika melihat pasar. Kebanyakan akesoris berbahan logam, kayu, atau plastik. Memakai batik nampak lebih menarik karena motifnya unik. Produk paling laku adalah produk kain berbahan perca batik.

Agar lebih menarik apa cara Ari membuat akseoris. Dia menggabungkan dengan bahan perca lain, taruhlah jean, renda, mutiara, sampai manik- manik kayu. Bekal kreativitas, serta kemampuan menjahit, lalu dia lem dibentuk menjadi eksesoris. Harga perhiasan dia bandrol dari Rp.5000- Rp.200.000 per- satuannya.

Harga dia tentukan lewat tingkat kerumitan desainnya. Untung bisnis dijalankan ternyata lumayan besar ya karena bahan bakunya mudah murah. Margin untungnya sampai 70% dia menceritakan kepada pewarta.

Ia awal mendapatkan pasokan perca dari usaha konveksi dekat rumah, tetapi karena makin banyak harus diakali. Untuk itulah dia niat sekali mencari sampai ke luar kota. Bahkan untuk kain perca kuno bisa dia datangi sendiri. Rutin dia mengunjungi berbagai konveksi di Solo, Yogyakarta, Depok, dan Garut.

Ketika pesanan membludak, dia akan meminta bantuan teman. Pesanan bisa membludak sampai 200- 300 buah pesanan. Dalam sebulan bahkan suatu waktu dia bisa mendapat pesanan sampai 500 buah. Cara dia berpromosi lewat blog dan sosial media, terbukti ampuh mampu menarik bahkan pembeli asal Malaysia.

Minggu, 26 Maret 2017

Mantan Karyawan Bank Jualan Kue Bolu Juga

Profil Pengusaha Rita Riyani- Rabaiyah



Sempat bangkrut berwirausaha, ide bisnis Rabaiyah ternyata belum mati. Kecanduan membuat bisnis baru membawa wanita 42 tahun ini kembali. Bangkrut di 2008, berhenti selama dua tahun, ia mendadak dapat ide membuka usaha bolu. Cuma karena melihat sang anak mau sekolah di SMK Jurusan Tata Boga.

Anak Rabaiyah nyeletuk tentang membuat usaha bolu. Seketika dia langsung tekuni bermodal tidak besar. Dia mampu menghasilkan omzet 1- 2 kilogram atau 60 buah per- hari. Usaha rumahan dijalankan malah sekarang memproduksi 3.500 per- hari.

Pada 2011 pihak PT. Permodalan Nasional Madani menawarkan modal. Pinjaman senilai Rp.30 juta dia cicil selama 4 bulan. Lalu ada kredit dari PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional. Dia waktu itu tergiur ajakan teman dan mengambil banyak yakni Rp.103 juta.

Bisnis bernama Raditia Bolu Kukus ini berjalan mulus. Dia dibantu delapan orang pekerja. Dimana makin naik daun karena mengikuti aneka pelatihan. Disuport oleh pemerintah daerah, semisal ketika ada ajang pemilihan Walikota Makassar, Rabaiyah mampu berproduksi sampai 40.000 buah per- hari.

Cerita pengusaha lainnya


Lain cerita Rita Riyani, seorang karyawan menjadi pengusaha, dan titik jenuh merupakan alasan dibalik ia memilih berwirausaha. Awalnya dia menyalurkan perasaan jenuh ke memasak. Dari memasak membuat aneka kue hingga bolu kukus. Profesinya adalah karyawan Bank, mendadak dia memilih resign di rumah.

Alhasil dia menjadi pengangguran membuat roti. Karena tidak biasa seharian di rumah, Rita malahan sakit hingga vakum beberapa bulan. Sempat berpikir buat bekerja kembali. Eh, kebetulan ide jualan kue datang, dan akhirnya dia jualan sampai sekarang.

Spesialisasi Rita adalah bolu kukus. Namun, dalam perjalanan dia menyadari tidak mau cuma berjualan itu. Ingin rasanya memberikan cita rasa lain kepada pelanggan. Dia jualan aneka kue sekarang. Hobi bikin kue tidak. Minat berbisnis kue juga tidak ada tuh. Cuma ingin menyalurkan saja titik jenuh lewat berjualan kue.

Ketika terbersit tentang bisnis kue. Rita langsung mencari referensi kue di buku masakan. Mencoba buat sendiri tanpa pengalaman sama sekali. Rita tidak pernah tanya soal kue kepada siapapun. Tidak kepada keluarga ataupun tetangga. Pikirannya tidak ada keluarga yang memiliki latar belakang usaha kue juga.

Wanita kelahiran 12 Juli 1965 ini, lantas mencoba menitipkan kue- kuenya ke berbagai warung. Dari ke warung kemudian dia menjual ke toko- toko kue. "Alhamdulillah, mereka suka kue buatan saya," ia senang sekali. Semangat berbisnis kue semenjak itu semakin tinggi hingga sukses seperti sekarang.

Tidak cuma ke toko sekarang orang datang ke tempat Rita. Orang memesan kue buat dibagikan di acara hajatan, arisan, dan berbagai kesempatan. SekarangRita malah sering kwalahan memenuhi orderan yang datang. Apalagi kalau Lebaran maka dia harus siap- siap lembur dua hari dua malam membuat kue.

Rita juga membuka kios di bursa kue Buahbatu setiap hari. Ibu tiga anak ini mampu membuat 5.000 buah kue dan 100 bolu kukus pelangi sehari. Harga antara Rp.600, Rp.700, dan Rp.800. Kue pelangi dihargai seloyang Rp.25.000. Yang paling ditonjolkan Rita memang aneka bolu khususnya bolu kukus dan pelangi.

Kalau mau pesan lainnya juga melayani seperti aneka pie, pisang aroma.dll. Dimana mayoritas kalau yang datang pesanan perorangan ya aneka snack kardusan. Mempekerjakan 10 pegawai berapa omzet didapat Rita ternyata sampai Rp.3 juta- Rp. 4 juta/hari.

Uniknya meskipun mantai pegawai bank, ternyata dia sama sekali tidak pernah menyentuh kredit bank. Ia memanfaatkan uang seadanya untuk sekarang. Mungkin kelak dia akan meminjam ke bank, tetapi Rita yakin tidak buat sekarang masih dapat dijalankan.

Kamis, 23 Maret 2017

Bisnis Sulam Hijab Rejeki Pantang Menyerah

Profil Pengusaha Leony Agus Setiawati 


 
Banyak kegagalan tidak membuat Leony Agus Setiawati jengah. Justru dia semakin memperdalam teknik pembuatan produknya. Dia adalah pemilik Azka Collection. Hijab yang memiliki ciri khas dibandingkan bisnis sejenis. Menggunakan teknik sulam -memiliki banyak agent- kini bisnisnya moncer sampai ke luar negeri.

Kegagalan tidak sedikit dirasakan. Ia pernah bangkrut, titik terendah pernah ditemuinya ketika berbisnis dan tidak mau menyerah. Berawal dari jualan biasa pakaian muslim. Alumni Institut Pertanian Bogor ini lantas menjelma menjadi pengusaha. Produksi dikembangkan sedikit- demi sedikit sejak 2001 silam.

Dari sekedar berjualan, Leony bisa membangun butik sendiri pada 2008 -nya. Setahun kemudian dia mulai membuat lebih banyak atau istilahnya konveksian. Kurangnya jiwa entrepreneurship atau kepemimpinan dirasakan menjadi satu titik lemah ketika menjalani bisnis.

Bisnis nekat


Leony  layaknya menuasi biasa yang butuh kerja. Untuk mencukupi hidup, ibu satu ini mencoba melamar- melamar pekerjaan. Sudah melamar pekerjaan dimana- mana tetapi tidak diterima. Tahun 2001 kan busana muslim tengah digandrungi masyarakat. Darisana Leony membuka usaha berjualan aneka busana muslim sendiri.

Dibantu sang suami usaha jualan aneka hijab berjalan lumayan. Selain mau mandiri dalam keuangan. Satu hasrat besar lainnya Leony ingin jadi pengusaha. Ingin membuat sesuatu yang berbeda. Kebetulan Leony ini memang tertarik akan dunia fasion.

Meskipun begitu lain dibanding jualan jadi. Menjadi pengusaha memaksa dia harus menjahit. Padahal dia tidak bisa menjahit pakaian. Akhirnya dia mulai mempekerjakan penjahit untuk menjahitkan. Bisnis yang semula bernama Azkasyah, pada 2002, sempat pindah ke tempat lebih strategis lewat pinjaman orang tua.

Tahun 2004 Azkasyah terlilit hutang pinjaman dan gagal bayar. Ujungnya Leony menjual semu aset juga termasuk mesin jahit. Semua untuk menutup hutang hingga tersisa Rp.1 juta saja. Tahun 2008 berbekal uang sejuta dijadikan usaha kembali. Uang 800 ribu buat membeli mesin jahit bekas sisanya buat beli kain kiloan.

Ide bisnis inovatif ketika dia menemukan teknik sulam. Bagaimana caranya menggabungkan hijab dan juga sulam. Empat tahun sudah dia berbisnis di Tajur, Bogor. Akhirnya bangkrut, dan cuma menyisakan uang Rp.1 juta. Lalu bagaimana nasib Leony ternyata belum selesai tetapi justru menemukan inspirasi dibalik itu.

Ia awal tidak berpikir manajeria. Pikiramnya gampang yang penting laku. "Saya tidak memanjemeni bisnis itu dengan baik, karena saya berpikir, yang penting laku saja," tuturnya. Uangs sejuta tersebut kemudian ia coba sulap menjadi bisnis.

Bisnis pakaian muslim Leony terinspirasi sulam tangan. Maklum belum banyak pengusaha memanfaatkan tekni tersebut. Tidak ingin kehilangan kesempatan dia langsung menggenjot mesin jahitnya. Dibantu oleh 4 orang pegawai, dia memasarkan bisnisnya lewat sistem konsinyasi, dititip ke beberapa toko pakaian.

Bisnis bernama Azka kemudian mulai bangkit. Pesanan sudah mulai datang sendiri. Keunikan teknik sulam tangan memanggil masyarakat membeli. Leony mulai mempekerjakan ibu- ibu rumah tangga yang ingin punya penghasilan.

Inspirasinya adalah ibu- ibu rumah tangga di desa yang masih terampil tetapi jenjang pendidikan rendah. Ia melihat kelebihan mereka dibanding ibu- ibu lainnya. Kelompok masyarakat yang dianggap rendah, dan tidak bisa diserap oleh kebutuhan industri besar. Ibu tiga anak ini telah memberdayakan 700 orang tenaga sulam.

Bisnis sulam


Terinspirasi saudara yang pandai menyulam, Leony terus bersemangat membesarkan bisnis hijab miliknya sendiri. Dia menemukan inspirasi dibalik kegagalan. Berbekal pengalaman berjualan hijab maka dia tau betul selera pasar. Awal dia mempekerjakan dua penjahit dan mulai bekerja meggarap berbagai model.

Lantas seorang pelanggan menyarankan dia untuk ikutan pembinaan Kementrian Koperasi dan UKM. Dia diikutkan aneka pameran hingga mendirikan CV. Azka Syahrini. Rajin ikutan pameran maka merek Azka Collection mulai dikenal masyarakat luas. Akhirnya Leony memakai penjualan sistem agent biar lebih cepat.

Kecepatan produksi dipikirkan betul. Dia giat mengajak orang menjadi agent. Margin laba bahkan 40% agar agent bersemangat. Dia mulai menambah tenaga kerja untuk mengimbangi ratusan agent. Mengajak kerja sama ibu- ibu desa ternyata tidak mudah. Beberapa orang berpikir Leony punya niat buruk kepada mereka.

Ini terwujud dari mobil yang dibaret ketika Leony berkunjung. Di sebuah desa, di kawasan Bogor, Leony memberdayakan ibu- ibu rumah tangga menghasilkan uang. Agar bisa meraih hati masyarakat, dia langsung mendekati orang- orang yang dituakan, serta mengikuti majelis taklim untuk memperkenalkan dirinya.

Untuk mengurangi kesalahan, maka Leony menetapkan SPK atau Standar Prosedur Kesalahan. Yang mana salah satu bunyi pasalnya adalah mengganti Rp.400 ribu jika ada baju rusak. Tentu ini memberatkan hingga beberapa yang sudah ikut pelatihan memilih mundur, mereka keberatan dengan beberapa isi SPK.

Namun, lambat laun, Leony mampu meyakinkan mereka bahwa ini penting. Juga sebagai pemberi sebuah semangat buat pegawai agar teliti dan disiplin. Dia mengangkat satu kordinator di setiap kelompok kerja. Jadi penilaian akan dilihat beredasarkan kelompok kerja.

Azka Collection mempekerjakan 700 tenaga kerja dengan 600 agen, tersebar seluruh penjuru Indonesia. Dia juga mampu masuk ke pasar Malaysian dan Singapura. CV. Azka Syahrani memproduksi 2000 potong dengan omzet perbulannya ratusan juta. Semua berkat manajeman berkualitas yang telah dia terapkan ke depan.

Tahun 2007 dia memakai ISO 9001:2000. Sebelum produk dijual, disetor dulu ke kordinator, kemudian diperika lagi quality control. Jika tidak sesuai standar dipulangkan diperbaiki dulu. Tenaga sulam akan dibayar sesuai jumlah produktifitas pegawai. Bisa dibawa pulang ke rumah masing- masing kalau nanti diperlukan.

Kedepan dia akan meningkatkan produksi sampai 30.000 potong. Berkat kerja keras ini dia mendapatkan banyak penghargaan seperti juara 1 Young Entrepreneur Award dari Bisnis Indonesia 2009, terakhir dapat penghargaan dari UKM Mandiri dari Yayasan Bakti Dharma Bakti Astra.

Meskipun sudah layak disebut sebagai pengusaha sukses. Leony ternyata masih aktif mengikuti aneka pelatihan loh. Pelatihan kewirausahaan, pelatihan manajemen, pelatihan keungan, apapun dia kejar untuk meningkatkan kemampuan. Disisi lain Leony bisa membangun jaringan dengan pengusaha sukses lainnya.

Kata- kata inspirasi buat pengusaha muda nih, "mimpi menarik kita dan kita menarik mimpi." Dia selalu bermimpi lebih tinggi dan berupaya menggapainya. Produknya Azka Syah, Qany, Amany dan AzkaSyah Eksklusif.

Selasa, 21 Maret 2017

Penjual Kepiting Nyinyir Rasanya Nendang Puluhan Juta

Profil Pengusaha Gilang, Rachman, Daniel 


 
Pebisnis muda berlahiran lewat sosial media. Yang terbaru apalagi kalau bukan lewat Instagram. Berikut ini kisah dua pengusaha muda tiga sekawan Gilang, Rachman, dan Daniel. Ketiganya kompak manfaatkan Intagram sebagai rujukan pecinta masakan seafood.

Berawal dari ide berbisnis layaknya kepiting Lousiana, Amerika Serikat, Bermula ketika Oktober silam dimana memang bukan yang pertama. Bisnis kepiting Lousiana memang tengah ngetrend di kalangan anak muda Jakarta. Cuma ketiganya sepakat mengemasnya lebih kreatif lagi untuk mengambil celah pasar.

Contoh restoran masakan kepiting ini ada Dancing Crab, The Holy Crab, dan Cut the Crab. Mereka lantas mencoba menjajal keberuntungan lewat sosial media. Dan terbukti, konsep real time mereka suguhkan mampu menghasilkan puluhan juta. Bayangkan modalnya Rp.3 juta untung puluhan juta dalam dua bulan saja.

"Kita bisa makan seafood seru di meja kantor," tutur Gilang.

Tidak mau gegabah mereka memang sudah mematangkan konsep. Dimana Gilang kebagian marketing dan promosi, Rachman bagian accounting, dan Daniel jadi juru masaknya. Urusan rasa bisnis Kepiting Nyinyir tidak kalah dengan kompetitor restoran besar tersebut.

Untuk Chef sendiri, Daniel, ternyata bukan sembarangan loh karena memang sudah Chef profesional yang juga bekerja di sebuah hotel berbintang Jakarta. Bermodal uang Rp.3 juta bersama mereka meresmikan nama bisnis Kepiting Nyinyir di 22 Oktober kemarin. 

Uang Rp.2 juta buat promosi, dan memakai jasa teman sejumlah 30 orang, tugas mereka adalah promosi lewat Instagram. Dimana mereka juga dikasih icip rasanya gratis. Hasilnya mereka memention ke akun Instagram dengan hastag @kepiting_nyinyor.

Meskipun terkesan sederhana tetapi ternyata efektif. Dalam sehari ada enam pesanan kepiting, dengan metode pemesanan lewat sms. Dikirim lewat jasa pengiriman Grab Bike. Nanti biaya pengiriman akan disesuaikan tarif Grab Bike. "Kita jamin makanannya fresh," tambah Gilang.

Pesanan masuk langsung dimasak jedah 15 menit. Potensi bisnis menggiurkan membuat mereka semakin bersemangat. menyeriusi bisnis ini. Mereka menggunakan media blog. Menambah jumlah follower di Instagram. Kemudian tidak segan memanfaatkan iklan di Instagram untuk menjaring lebih banyak.

Agar lebih ngejreng mereka juga mengendorse beberapa selebiriti, seperti Kemal, TJ, Ronald Surapraja, Tike dan Gilang Dirga. Follower Kepiting Nyinyir naik sampai 1450 pengikut dalam kurun waktu cuma sebulan. Imbasnya pesanan bisa naik sampai 30 pesanan per- hari.

"Rata- rata pesanan itu di jam makan siang," unggahnya. Sesuai target mereka juga yakni orang yang mau makan seafood tetapi enggan keluar.

Omzet sebulan sampai Rp.45 juta dalam tempo sebulan. Harga dibagi tiga berdasarkan kebutuhan jumlah si pembeli yakni Nyinyir sendiri Rp.99 ribu, Nyinyir Berdua Rp.129 ribu, dan Nyinyir Bertiga Rp.159 ribu. Labar bersih mereka kantungi sebesar Rp.23 juta, sudah dikurangi bahan baku, promosi, oprasional.

Sebagai pengusaha pemula usaha mereka menakjubkan. Bayangkan dalam sebulan sudah mampu menaikan omzet sampai puluhan juta bermodal tiga juta. Inilah kenapa banyak investor ingin investasi ke bisnis mereka. Tetapi mereka tidak terburu- buru, mereka ingin mengembangkan sendiri lewat online.

Mimpi mereka bagaimana menyajikan seafood ke penjuru Indonesia. Mereka juga sudah menyiapkan aneka perijinan dari BPOM, MUI Halal, dan HKI.

Cerita pengusaha


Bermodal tiga juta ketiganya mampu menjual banyak. Kepopuleran Kepiting Nyinyir sejalan dengan cara mereka marketing yaitu Intagram. Nyinyir sendiri mengambi istilah anak muda di situs jejaring sosial. Nyinyir yang berarti tukang ngomongin orang.

Pada Januari mereka resmi menjadi patner Go Jek untuk layanan Go Food. Padahal Gilang mengaku awal- awal mereka sama sekali tidak promosi. Mereka tidak mengajak kerja sama. Tetapi pihak Go- Jek sendiri yang memasang mereka di layanan Go- Food, mungkin saking terkenalnya usaha mereka nih.

Akhirnya ya mereka langsung mengajak kerja sama resmi. Bedanya kerja sama dengan tidak kerja sama, mereka tidak bisa mengupdate menu dan harga jika tidak kerja sama. Kalau kerja sama bisa ongkir rendah, atau bahkan pihak Go- Jek akan memberikan free ongkir ketika ada promo.

Kemudian mereka juga mendonasikan 10% penghasilan untuk kegiatan amal. Kegiatan sosial tersebut jadi bentuk tanggung jawab perusahaan kepada sosial. Ada Nyinyir Sambil Iuran yakni Rp.3000 dari setiap pesanan kita akan didonasikan.

Dalam sebuah wawancara bersama Smartbisnis.co.id, mereka bercerita ulang bagaimana sih awalnya bisa berbisnis Kepiting Nyinyir. Berawal dari hasrat kuat ingin menjadi pengusaha muda oleh Rachman. Dia sudah pengen punya usaha sendiri sejak tiga tahun lalu. Lantas bertemu dia dengan teman SMP nya yakni Gilang.

Kemudian mereka bertemu Daniel yang merupakan teman Gilang. Mereka bertiga lantas membicarakan bagaimana berbisnis kuliner enak. Terlintas di pikiran mereka "asik kali ya makan enak tanpa harus datang ke restoran." Berjualan mereka juga menggunakan sosial media hingga pesan antar efektif dijalankan.

Dua bulan lebih berbisnis berikut aneka kendalanya: Pernah salah kirim orderan, akhirnya mereka harus siap memberikan kompensasi yakni ektra porsi di pembelian berikutnya. Kendala lainnya kehabisan stok kepiting ketika pesanan masih banyak.

Jadi ketika kepiting habis siangnya, mereka akan menutup pesanan dan memberikan pemberitahuan. Meski begitu jumlah pemesan tetap mengantri, hebat. Gimana agar tidak kecewa yakni dengan memberikan notif mengajak mereka membeli lebih pagi.

Kompetitor? Banyak, mereka cuma belajar dari kompetitor mereka, agar menjadi lebih baik. Lalu apa beda pelanggan juga diperhatikan, kalau pelanggan tetap bisa di COD, atau membayar ketika barang sudah sampai di tujuan.

Senin, 20 Maret 2017

Membuat Popeye Restoran Cepat Saji Spesial

Profil Pengusaha Benny Hadisurjo 




Hidupnya tidak jauh dari kewirausahaan. Benny Hadisurjo merupakan putra pemilik restoran Satay House. Dan dia juga ingin menekuni bisnis restoran. Lulusan MBA dari universitas asal paman sam, Benny tengah mencoba kesuksesan lewat bisnis dibawah naungan PT. Popindo Selera Prima -pemegang paten waralaba Popeye.

Pria 35 tahun ini memang sudah khatam akan bisnis restoran. Kehidupan restoran merupakan tempat dia tumbuh kembang semenjak kecil. Kedua orang tuanya merupakan pasangan pengusaha asal Kudus. Yang hijrah ke Jakarta pada 28 tahun lalu, dimana mereka membuka usaha apotek dan restoran.

Pasangan Hadisurjo yang memiliki dua bisnis. Rumah kecil mereka dibagi dua satu tempat tinggal sisanya jadi restoran. Tidak habis akal sebelah rumah disulap menjadi apotek. Anak kedua dari tiga bersaudara ini ditugaskan membuka pintu restoran. "Samua saya lakukan di luar waktu sekolah," kenang Benny.

"Rasanya senang sekali, saya bisa membantu mama, meskipun tugasnya ringan," ujar Benny, mengenang bagaimana dirinya membantu bisnis keluarga.

Apa rahasia sukses bisnis keluarga Hadisurjo. Benny lantas menjelaskan bahwa semua berkat hobi. Apa yang mereka lakukan selaras dengan hobi mereka jalan- jalan dan makan. Ketemu bisnis restoran mereka mencurahkan cita rasa mereka di bisnis tersebut.

Biasanya sekeluarga akan jalan- jalan ke kota. Disetiap kota, mereka akan mencari makanan trademark asli daerah tersebut. Walaupun letaknya terpencil mereka niatkan. Semua karena rasa ingin tau akan keenakan makanan yang diceritakan orang. Selesai makan tidak begitu saja loh mereka kenyang dan urusan selesai.

Di rumah mereka akan asik membahas tentang cita rasa. Bagaimana ya cara mengolahnya agar seperti rasa mereka tadi rasakan. Inilah keasikan sendiri yang juga dirasakan Benny. Walaupun tidak memilikm bekal pintar masak atau koki, keluarga mereka mampu menciptakan kuliner dengan cita rasa yang khas.

Banyak restoran Satay House berkembang di Jakarta, cabangnya menggoyang lidah masyarakat Jakarta. Ia menambahkan tidak cuma Satay House. Mereka juga pemilik Tam Nak Thai, Kintamani, dan Restoran Seafood Semarang. Kemudian mereka juga dikenal sebagai pemilik Optik Melawai dan Apotik Melawai.

Bisnis sendiri


Benny mencoba membuktikan dirinya. Lewat bisnis restorang yang tidak biasa. Jika kedua orang tuanya dikenal dengan bisnis kuliner khas pasti disukai masyarakat di Jakarta. Maka, melalui PT. Popindo Selera Prima, yakni dengan membuka waralaba Popeye Chicken & Seafood asal Amerika Serikat.

Baginya restoran harus memiliki kekuatan pengalaman. Tidak hanya ikut- ikutan membuat restoran yang sama lagi. Harus menjadi alternatif buat masyarakat penikmat kuliner. Maka sejak Mei tahun lalu, dia lalu mengatakan makanan tidak cuma enak dan sehat, harus ada petulangan rasa.

"...harus ditemukan sesuatu yang khas," papar Benny.

Pemegang master business administration (MBA) dari Boston Collage ini, bersama Arianti Darmawan, menjadikan yang pertama restoran Popeye di Indonesia. Cita rasanya dianggap mewakili petualangan dari makanan.

Masakan mereka memang sudah berkembang sejak 200 tahun silam. Dari New Orleans, dijuliki sebagai Queen of Mississippi yang merupakan masakan campuran Prancis, Spanyol, dan komunitas kulit hitam dari Afrika. Mereka bersama bahu- membahu membangun New Orleans lewat resep masakan khas itu.

Ditangan Benny, Popeye berkembang pesat sampai memiliki sepuluh cabang di Jabodetabek, dan satu lagi di Surabaya. Investasi satu restoran dia berkata Rp.500 juta sampai Rp.1 miliar. Untuk jumlah pengunjung lumayan dalam sehari ada 500 orang. Omzet sendiri setiap cabang punya nilai berbeda- beda tetapi itu lumayan.

Harga makanan tiap gerai antara Rp.3000 sampai Rp.16.000, tinggal dikalikan 500 saja per- hari. Meski kalau di luar Popeye setingkat dibawah KFC, kalau di Indonesia Benny harus mengejar ketinggalan soal branding. Memang nama Popeye belum akrab apalagi kalau bicara tentang fast food dan seafood jadi satu.

Harapan Benny adalah menciptakan brand awareness tersendiri. Jadi beda di mata masyarakat dibanding jika kita bicara fast food asal Amerika lainnya. Kiat sukses Benny adalah menciptakan inovasi menu dari setiap penyajian makanan. Menunya inovatif akan disesuaikan dengan citara rasa negara asalnya sendiri.

Jadilah seperti pakaian yang menyesuaikan keinginan masyarakat. Jadilah fashionable itulah istilah Benny gunakan. Kalau khas Indonesia, Popeye milik Benny akan menonjolkan seafood khas Indonesia. Sesuai dengan konsep Popeye sendiri kan. Akan ada bumbu cajun -bumbu khas Popeye- bercita rasa Indonesia nanti.

Tradisi Popeye berbeda dari fast food lainnya. Makanan dihidangkan berasal dari bahan segar, bumbu yang asli dan halal, dapat dipasatikan ciri khas campuran cita rasanya. Kelebihan Popeye adalah bumbu kuat yang pedas. Disusul dengan suasana jazzy khas anak muda maka Popeye patut diperhitungkan di bisnis ini.

Sabtu, 18 Maret 2017

Pembuat Virus Komputer Pertama dan Pembuat Dmoz

Biografi Pengusaha Rich Skrenta


 
Namanya tidak dikenal orang apalagi untuk masyarakat kita. Orang Indonesia mungkin beberapa saja tetapi tidak banyak, cuma tau hasil temuan pria ini yakni situs Dmoz.com. Atau nama lainnya proyek direktori manual terbesar di jagat maya.

Pria bernama Rich Skrenta mungkin bukan satu- satunya. Pria lulusan Northwestern University, kelahiran Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Utara pada 1967. Tahun 1982, umurnya masih 15 tahun, anak SMA ini sudah membuat virusnya sendiri yang mana dikenal sebagai "penemu" serangan virus pertama di dunia.

Memang tidak bisa dibilang virus pertama. Tetapi virus bernama Elk Cloner merupakan serangan virus terbesar menyerang mesin Apple II. Dipercaya merupakan serangan virus pertama paling menganggu buat penduduk bumi kala itu.

Antara 1989 dan 1991, dia bekerja buat Commodore Business Machine witha Amiga Unix. Tahun 1989 dia dikenal karena menciptakan beberapa game simulasi. Tahun 1994, dia memulai bisnis pertamanya lewat bisnis game berbayar, Olympia dibawah naungan Shadow Island Games.

Virus komputer iseng


Kenapa membuat virus komputer ya karena Rich masih muda. Dengan semangat luar biasa karena menjadi ahli komputer di jamannya. Anak muda 15 tahun tersebut terus menciptakan virus Elk Cloner pada sistem komputer Apple II. Padahal waktu itu komputer Apple tengah sangat booming wajib dimiliki setiap rumah.

Tidak berbahaya hanya iseng. Virus tersebut menyerang lewat sistem floopy, lantas masuk ke sistem katalog menu pada Apple. Bukannya menunjukan list menu tetapi malah sebuah puisi.

 "Elk Cloner: Sebuah program dengan kepribadian. Itu akan masuk ke semua disket akan masuk ke semua "keripik" Yah inilah Cloner. Itu akan menempel ke kamu seperti lem memodifikasi ram kamu Yah inilah Cloner."

Dimana awalnya mau mengganggu orang lain. Eh, ternyata virusnya menyebar lewat satu komputer ke satu komputer lain, untungnya tidak merusak komputer. Secara cepat dan besar menyebar lewat jaringan di luar komputer yang mana dibuat oleh setiap komputer satu sama lainnya.

"Saya adalah kutu buku dan seorang pecinta komputer, tertarik ke semua aspek teknologi," ujarnya kepada situs theregister.co.uk. "Saya ingin membangun robot tetapi belum ada teknologinya dan saya tidak punya kemampuan teknisi. Ketika sekolah dasar saya pernah membuat mesin vakum tetapi salah hingga akhirnya rusak."

"Saya bahkan tidak pintar memasang rel kereta api mainan," ujarnya, menjelaskan meskipun dia jago soal software urusan hardware Rich payah.

Dengan belajar tentang software dia meniru apa di televisi. Dimana film favoritnya waktu itu, di tahun 2011 berjudul A Space Odyssey and Colossus: The Forbidden Project. Ia mengakui hal- hal berbau nyata memang menyusahkan dibanding membuat program komputer.

Dia dapat komputer Apple II pertamanya ketika natal pada 1980. Berjam- jam, berminggu, berbulan dia meneliti keindahan komputer lewat aneka game dan programnya. Dia lantas membuat game berbasi teks pertamanya, dimana bercerita tentang bagaimana terhindar dari kecelakaan pesawat terbang.

Bisnis dari iseng


Dia sangat antusias karena menemukan teman sejawat. Lewat klub komputer, mereka semakin dalam ke komputer, hingga mencapai batasan yakni tentang privasi komputer itu sendiri. Dari sekedar membagikan file dan game, Rich mulai mengenal tempat berbagi produk bajakan dan game bajakan lewat disket.

Kemudian dia berpikir bagaimana caranya iseng. Gimana sih bisa ngerjain teman lewat skat disket pada sistem komputer. Disana dia menciptakan permainan jebakan di disket. Rich mencoba aneka macam hal buat ngerjain teman hingga masuk ke disket. Sungguh menyenangkan menemukan celah diantara sistem komputer.

Hingga dia menemukan pemikiran bagaimana merubah isi komputer tanpa menyentuhnya? Eksperimennya tentang bagaimana merubah latar sebuah komputer pribadi. Bagaimana masuk ke sistem penyimpanan file pada komputer. Gimana caranya merubah informasi data pada tempat penyimpanan komputer orang.

Hasilnya adalah virus yang diprogram buat satu disket ke disket lain. Eh malah berkembang sendiri hingga menyebar dari komputer ke komputer. Inilah cikal bakal virus Elk Cloner. Dia memanfaatkan buku tentang bagaimana menghack Apple. Dan justru menemukan kelemahan pada sistem monitor pada sistem utama.

"Elk Cloner menggunakan lubang itu," ia menjelaskan.

Butuh waktu sebentar buat virusnya memahami bahasa komputer. Perjalanan proses memang lebih lama menyesuaikan kemampuan si virus sendiri. Dia mengistilahkan virusnya seperti membuat puzle. "Itu lalu bekerja seperti jimat dan menyebar kemana- mana," kekehnya.

Sepupu Rich menemukan bahwa komputer tersebut sampai ke komputer US Navy. Tidak ada cara waktu itu untuk terhindar dari virus Cloner. Elk Cloner kalau sudah masuk disket, kemudian masuk ke komputer kamu maka akan terdengar suara unik, suara swoosh menjadi ciri khas bahwa disket telah terkena virus ini.

Akan menginveksi ke lubang penyimpanan jika tidak direstart. Kalau saja orang punya kebiasaan mereboot komputer maka Erl Cloner tidak akan tersebar. Tapi karena orang malas saja virus tersebut tersebar dan menggila.

Virus buatanya tidak berbahaya seperti virus sekarang. Cukup direstart maka virus tidak akan tersebar ke mana- mana. Kemudian merasa bertanggung jawab dia menciptakan penangkalnya. Sebuah aplikasi buat menangani Elk Cloner gratis. Dia menceritakan masanya dia tidak membuat virus sebagai platform bisnis.

Dia senang dengan Elk Cloner. Tetapi tidak menganggap itu berbahaya. Dia menikmati setiap keisengan yang menyebar ke seluruh dunia. Dia antara kesibukannya bekerja membuat aneka game. Diantara Rich bekerja di perusahaan Sun Microsytem, dia keluar dan mendirikan Dmoz situs agregator manual.

Dia masih bekerja di Dmoz ketika diakuisi Netscape, bekerja untuk AOL Music dan AOL Shopping. Dia kemudian memutuskan melepaskan AOL dan bekerja sendiri. Dia mengerjakan website agregator Topic dengan prinsip bisnis. Tahun 2005, dia menjual 75% saham Topic LLC ke konsorsium surat kabar.

Akhir 2000 -an, dia menemukan mesin pencari Blekko, yang kemudian dibeli IBM buat komputer mereka Watson. Pada 28 Februari 2017 diumumkan bahwa pada 14 Maret 2017, Dmoz akan ditutup setelah 19 tahun mencoba eksis membuat situs agregator manual, kalah melawan mesin pencari otomatis miris.

Inspirasi Pacaran Sehat Jadi Pengusaha Berduaan

Profil Pengusaha Anngraeni Ayu Wulandari 



Ayunan memang identik dengan mainan anak. Kalau ayunan rotan mengendung estetika di dalamnya. Itu kan tidak cuma buat mainan. Ayunan rotan bisa dipakai sebagai hiasan rumah, atau menjadi furnitur rumah kamu. Namanya Anggraeni Ayu Wulandari, pengusaha yang tengah mengambil kesempatan tersebut.

Dia adalah pemilik bisnis Dewi Rotan. Pengrajin rotan ini membuat ayunan, yang tidak digunakan ayunan pada umumnya. Modelnya dibuat seunik mungkin. Variasi meliputi bentuk bulat, kotak, lonjong pokoknya dibuat berbeda.

Ayunan bikinan Ayu dikenal memakai rotan sintesis. Dimana ukurannya, biasanya 200 cm dan diameter 10 cm, ayunan lebar dapat diduduki dua orang. Beban mampu dibawa ayunan tersebut maksimal 150 kg. Dia menambahkan umur penggunaan sampai lima tahun.

Ayu mengatakan cara pembersihan mudah pakai kain basah. Untuk sela- sela dapat menggunakan sikat gigi buat membersihkan. Pengusaha asal Cirebon tersebut mengaku bisnisnya punya prospek. Rotan seolah jadi trend dikalangan masyarakat sekarang apalagi ayunan rotan.

Dia bahkan mampu menjual sampai ke pelosok Indonesia. Karena jualannya lewat inetrnet maka penjualan bisa mencapai kemana- mana. Dalam sebulan Ayu mengaku mampu mengantungi omzet puluhan juta.

Bisnis bareng pacar


Mata Ayu langsung berbinar berkisah bisnisnya. Bagaimana bisnis pengusaha muda rotan tersebut, dimulai justru ketika sedang jatuh cinta. Ayu tengah dilanda asmara dengan pasangannya bernama Achmad Fakrie, yang bahkan akan menjadi pendamping hidupnya.

Memulai kisah cinta sejak SMA, Ayu dan Achmad, sama- sama mendaftar SMAN 6 Cirebon. Dan kedua insan ini dipersatukan makin erat ketika mengikuti ekstra kulikuler. Benih cinta keduanya makin kuat dan Achmad tidak mau berlama- lama. Dia langsung nembak Ayu menjadi kekasih hatinya.

Memang sudah sejak mengikuti ektra basket. Sejak itu Achmad memperhatikan Ayu, yang dirasanya adalah tipikal cewek idaman.

"Waktu ekskul dulu, Rikie sering banget ke- gap merhatiin aku, lucunya tiap malam, karena tenda kita waktu itu deket dia nyanyi sengaja banget sebut nama aku, jujur waktu itu aku masih cuek," kenang Ayu sambil tersipu.

Sikap cuek Ayu justru membuat Achmad bersemangat. Semakin penasaran saja dibuat dengan kecuekan Ayu. Selesai kegiatan kampus, Achmad sudah nunggu, meskipun begitu keduanya tidak berjumpa. Tidak mau habis akal dia langsung mencari nomor telephon lewat temannya.

Pendekatan selama satu setengah bulan, tepatnya tanggal 19 Februari 2010, keduanya telah resmi menjadi pacar. Sayangnya orang tua Ayu belum membolehkan putrinya pacaran. Keduanya lantas memilih jalur backstreet alias pacaran diam- diam. Karena semua guru udah tau keduanya pacaran, keduanya selalu beda kelas.

Sama- sama masih pelajar masih menggantungkan orang tua. Keduanya kemudian kepikiran untuk menjadi pengusaha muda. Pacar Ayu sendiri bekerja untuk Kementrian Perhubungan, dan mangatakan keduanya sudah bersama membuka usaha. Keduanya juga tidak merasa malu melakukan itu sampai sekarang.

Bisnis bersama


Aneka macam usaha dijalankan mereka berdua, mulai berjualan baju, pernak- pernik kosmetik, bahkan pacar Ayu sendiri jualan kosmetik. Dia tidak malu tuh. Keduanya punya hobi berjualan dan punya tujuan yang sama yakni menjadi mandiri. Hasilnya bisa dipakai keduanya buat jajan tanpa meminta ke orang tua.

Lulus SMA, keduanya pisah Universitas, inilah cobaan menguji kesabaran dan kepercayaan pasangan ini. Ia mengatakan empat tahun mereka melakukan LDR. "Yang penting aku percaya sama Rikie, Rikie juga percaya sama aku," utasnya.

Achmad kuliah di STPI sedangkan Ayu di Akbid Muhammadiyah Cirebon, dan keduanya sulit bertemu karena sibuk dan cuma ketemu kalau liburan Semester. Keduanya juga masih sempat memikirkan bersama mau berbisnis apa. Ide membukan usaha rotan seperti kedua orang tua Achmad sudah dipuruskan.

Keduanya sepakat tidak menyusahkan orang tua. Langkah awal mereka adalah mencari produsen rotan asal Cirebon. Bisnis keduanya gampang sangat sederhana pada awal. Dimana mereka menawarkan ayunan ke online, dengan syarat membayar dp dulu sebelum dikirim pesanan.

Perlu kamu tau, keduanya tidak membuat, uang tersebut diserahkan kepada sang produsen lokal. Ketika mereka sudah mendapat pelunasan pembayaran. Keduanya lantas memutar uang tersebut menjadi modal kembali, jadi hitunganya tidak ada modal ketika membangun Dewi Rotan.

Memulai bisnis lewat online memang susah, apalagi keduanya dipisahkan jarak. Kedua pengusaha muda ini lebih berpikir bijak. Ketika ada masalah keduanya akan membicarakan titik temu. Tugas mereka juga sudah dibagi dua yakni Achmad mengerjakan pemasaran online, sedangkan Ayu mengurusi toko mereka.

Mereka memang sudah berproduksi. Dengan kemampua melihat trend, membuat keduanya mampu lebih variatif dalam pembuatan produ ayunan rotan. Dari bisnis kecil mereka lantas tumbuh menjadi usaha yang menjanjikan. Dimana Dewi Rotan sudah memiliki 3 toko, satu Cirebon, dan dua lainnya di Bogor- Bekasi.

Keduanya bahkan berniat sampai ke Tangerang. Berkat tiga toko serta penjualan online, keduanya mampu meraup omzet mengejutkan yakni Rp.50 juta per- bulan. Jika dulu berbisnis cuma buat jajan pacar, mereka sekarang bahkan merencanakan menikah bermodal usaha mereka bersama ini.

Agutus mendatang keduanya berniat akan menikah. "Alhamdulillah semua berkat usaha dan kepercayaan antara kami," ujar Ayu.

Selasa, 14 Maret 2017

Jualan Sabun Miliaran Rupiah Sugiharto

Profil Pengusaha Sugiharto 


 
Sugiharto dikenal memiliki kreatifitas berwirausaha. Hal tersebut sudah diakui berbagai pewarta nasional. Ia memiliki kemampuan mengelola unit- unit bisnis. Dari sana pundi- pundi uang berkumpul lewat sistem manajemen khas. Inilah keunggulan Sugiharto yang layak dipanggil entrepreneur -nya Indonesia.

Produk dia meliputi sabun cuci piring, sabun tangan, kemudian pembersih lantai buat gedung. Dimana dia mampu memproduksi produk material sendiri. Memang bisnis dijalankan Sugiharto sudah dikuasai oleh pebisnis besar. Namun dirinya tidak gentar dan terus mengembangkan aneka produk.

Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, menggunakan keunggulan sendiri untuk memasuki pasaran yang ketat pemain besar. "Saya ini bukan siapa- siapa karena belum tergolong pengusaha sukses," ujarnya, yang mengaku tengah semangat- semangatnya mengembangkan usaha.

Dia berani bermain harga. Lebih murah bukan masalah, karena baginya sudah menguasai proses pembuatan dari mendasar. Bahan baku dia bisa ciptakan sendiri. Kalau ia mengibaratkan perusahaan besar seperti penjual bakso, maka hanya bisa mengumpulkan bahan dari supermarket.

Adapula yang membeli langsung kuah bakso, dan mie nya sudah siap di pasar, kadanga bumbunya dibuat dari bahan bumbu mie instan. Intinya perusahaan besar tidak jarang hanya peramu. Sedangkan dia mampu menciptakan bahan paling dasar. Efisiensi tersebut mampu membuatnya berani menjual lebih murah.

Nilai produksi ditekan sedemikian mungkin. Dibanding perusahaan sekala besar yang memilih membeli bahan setengah jadi buat diolah lagi. Sugiharto pemilik CV Big's Image, baginya bisnis adalah bagaimana membangun value of chains barulah bisnis akan menguntungkan.

Bisnis baru


Bisa dibilang berbisnis consumer's good adalah hal baru. Namun menurut Sugiharto justru di sini, market bisa sampai ke mana- mana. Walaupun terkendala ijin, produknya masih mampu memasuki pasar, karena memang tidak menyangkut makanan. Meskipun produk premium diarahkan dia masuk ke pasar menengah bawah.

Tetapi bukan juga melulu fokus ke konsumen ruma tangga. Variasi pasar dilakukan Sugiharto agar bisa jadi produsen kelas besar nantinya. Bayangkan menurut analisanya perusahaan besar di bisnis ini mampu mengantungi omzet sampai Rp.22 triliun per- tahun.

Ia juga menyasar kebutuah hotel, perkantoran, restoran, atau kafe. Mulai berhubungan dengan prosesing makanan juga ke layanan kesehatan. Untuk keperluan rumah tangga sudah ada brand sendiri yakni Fresho. Dan untuk keperluan jumlah besar atau korporasi, dia menggunakan nama brand Ecotech.

Dia berkisah awal usaha memang mengeluarkan biaya investasi tinggi. Tetapi tidak setinggi dikeluarkan oleh perusahaan mapan. Dia mengaku mengeluarkan Rp.1,2 triliun. Efisiensi tinggi karena dia sendiri yang menciptakan teknologi prosesing. Bisnis lain dijalankan oleh Sugiharto adalah bisnis marketing suport.

Yakni semacam menjadi partner pengembangan bisnis perusahaan lain. Dia menawarkan ide segar kepada mereka. Ide tidak melulu dari dirinya, tetapi bisa diproses ketika bertemu klien nanti. Sugiharto juga akan mengeksekusi ide tersebut untuk perusahaan- perusahaan terkait.

Peraih S-2 Manajemen Internasional Universitas Grenoble, Prancis, ini masih juga memiliki bisnis lain yakni bisnis alat peraga pendidikan Sonic System. Sebuah sistem untuk mengajar anak di usia dini. Dia lebih menjelaskan lagi bagaimana alat tersebut membantu anak belajar bahasa asing sampai fasih.

Anak akan belajar sampai ke logat Inggri fasih. Untuk produk pembersih Sugiharto memang belum begitu dikenal masyarakat sekarang. Dia percaya diri mampu memasuki pasar nasional.

Sebagai pemula cara berbisnis Sugiharto memang sudah cermat. Sugiharto memang masih enggan buat dipanggil sebagai wirausahawan sukses. Dia belum memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. Dari segi produksi, penyerapan pasar, serta bagaimana bisa mempekerjakan banyak orang lewat bisnis ini.

Sugiharto berharap pengusaha lain akan lebih banyak. Dan pemerintah mampu mendukung tumbuhnya para pengusaha baru. Bagaimana masa depan Indonesia tergantung kesempatan yang diberkan pemerintah. Dia yakin termasuk dirinya akan mampu membuka lapangan pekerjaan baru.

Minggu, 12 Maret 2017

Cerita Miliarder Jualan Kue Kering Lebaran

Profil Pengusaha Eko Suciptono 




Ia tidak pernah menyangka akan menjadi pengusaha. Eko Suciptono nyatanya bisa sukses. Cuma jualan kue kering, mampu menjadi pengusaha sukses dan mempekerjakan banyak orang. Ia berkisah, semua bermula pada pertengahan 1980 -an, yang mana Eko hanya orang biasa tanpa memiliki apa- apa berlebih.

Dia sempat berkuliah tetapi cuma dua semester. Eko memilih mencari uang. Tahun 1986, dia lantas malah menikah, cuma bermodal nekat mencoba berjualan makanan kecil. Ia bahkan rela berkeliling ke berbagai daerah. Jualan dari pintu ke pintu, mulai berangkat dari Brebes sampai ke Jakarta dilakoni Eko.

Dia berangkat naik angkutan umum. Sampai di Jakarta, Eko akan tidur di masjid, sejak kecil dia memang sudah membantu orang tua jualan. Kenapa tidur di masjid ya karena daripada pulang dagangan belu habis. Dia berpikir mending tidur dimana saja.

Kalau pulang malahan jadi boros. Pokoknya enggak efisien dibanding dia tidur dimana saja. Awal dia mulai dengan berjualan aneka jajanan tradisional. Ada selai pisang dan dodol tape. Jajanan tersebut lantas dijual ke pasar tradisional. Atau dia akan jual di angkutan umum, atau ke toko, jika terpaksa door- to- door.

Tahun 1996 Eko memutuskan buat menekuni berjualan. Dia tidak lagi tergantung kepada jualan yang orang tua buat. Dia menyebut saatnya beralih ke jualan lebih modern. Inilah langkah awal dia memasuki bisnis aneka kue kering.

Bisnis kecil tapi besar


Dari memproduksi, Eko mulai memperbaiki cara pengemasan kue. Bertahap dia mulai menjual, dan mulai mendapatkan bantuan dari orang lain untuk menjualkan. Dia dibantu sang istri, Nani Yunaningsih, dimana mereka bersama merintis bisnis aneka kue kering kemasan yang didistribusikan ke toko- toko.

Bertahap dia juga menyasar ke koperasi dan minimarket. Berjalannya waktu Eko sudah memiliki mobil buat mendistribusikan. Eko juga menggaet pembuat makanan kecil lainnya. Dia akan mengemas ulang dan menjajakan ke jaringannya. Mekrea menyadari untuk membuat variasi jajanan butuh tenaga ekstra.

Usaha dijalankan Eko lantas dilirik pihak bank. Di tahun 2000, ada bank swasta yang mengucurkan dana ke Eko, kredit ringan senilai Rp.75 juta untuk usahanya. Selang 3 tahun nilai kredit Eko tidak pernah berubah. Namun dari segi omzet, bisnisnya naik dari tahun ke tahun bahkan lebih besar dari nilai uang dikreditnya.

Kisaran 2003- 2007 Eko beberapa kali pindah bank, sampai memutuskan menjadi nasabah bank Mandiri. Dia bahkan sudah punya kredit senilai Rp.2,2 miliar. Untuk bisnis UD. Instisari mampu mencapai omzet Rp.2 miliar per- bulan atau Rp.24 miliar- 26 miliar per- tahun.

Eko sendiri ingat betul awal omzetnya cuma Rp.200 juta. Rahasia sukses Eko, ia menjelaskan yakni lewat variasi produk dimana sudah mencapai ratusan jenis, yang semula cuma tiga macam. Perusahaan Eko juga menjual kemasan parsel disaat menghadapi musim Idul Fitri.

Distribusi sudah mencapai seluruh Jawa, dimana ada 5 workshop yang bersebar di Tangerang, Subang, Purwakarta, Kawasan Industri Cibitung, dan Bekasi menjadi kantor pusat.

Produk makanan Eko sudah sampai ke minimarket. Padahal, awalnya, perusahaan kecil miliknya susah sekali masuk ke minimarket. Banyak hambatan persyaratan agar produknya dipajang di etalase. Dimana ia diharuskan mendapatkan rekomendasi dari Indagkop -Industri, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Bekasi.

Ia mengatakan peningkatan kualitas selaras dengan omzet. Dimana sekarang Eko juga membuat bisnisnya tidak cuma produksi tetapi penjualan. Tidak semua produksi juga dilakukan sendiri. Beberapa diserahkan ke keluarga. Sehingga Eko lebih fokus pada pemasaran produk serta mensuplai kebutuhan pasar.

Ke depan usahanya akan termasuk minimarket sendiri. Menurut Nani, kelak ekspansi usahanya akan fokus kebutuhan rumah tangga, hingga penjualan yang fokus ke perusahaan sendiri. Nani berencana mendirikan tiga minimarket di lingkungan sekitar. Nanti karyawan belanja di sana tinggal potong gaji jika tidak ada uang.

Artikel Terbaru Kami