Pengusaha Paling Dibenci Amerika Martin Shkreli

"Saya selalu ingin memulai perusahaan publik dan membuat banyak sekali uang," satu quote Shkreli.

Biografi Mualaf Cantik Pengusaha Batik Trusmi

"Semua pengusaha punya jatah gagal," optimisnya.

20 Wirausaha Muda Mandiri 2015

Untuk kategori industri, perdagangan dan jasa 1. Juara 1: Gita Adinda Nasution (Kolagit -obat diabetes dan komplikasinya) 2. Juara 2: M Zulqarnain A R (Iwearzule -custom clothing) Untuk kategori boga 1. Juara 1: Filsa Budi Ambia (Peyek Kepiting -jajanan peyek daging kepiting) 2. Juara 2: Martalinda Basuki (UD Klasik -minuman coklat murni)

Profil Dea Valencia Pengusaha Batik Kultur

"Desainernya saya sendiri padahal nggak bisa gambar. Imajinasi. Saya ada satu orang yang diandalkan, kerja sama dengan saya. Apa yang ada di otak saya transfer ke dia untuk dijadikan gambar," kata Dea.

17 Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes

Retail and Ecommerce 1. Carline Darjanto, 28 tahun, Entrepreneur 2. Merrie Elizabeth, 28 tahun, CEO dan Creative Director Blobar Salon 3. Yasa Paramita Singgih, 20 tahun, Pendiri dan President Men's Republic 4. Ferry Unardi, 28 tahun, salah satu pendiri dan CEO Traveloka

Rabu, 29 Maret 2017

Kalung Berbahan Kain Batik Cranberries

Profil Pengusaha Ari Dwi Astuti 



Limbah konveksi terkadang bingung mau diapakan. Inilah kesempatan buat pengusaha masuk mencari- cari celah dibalik ketatnya bisnis fashion. Justru dengan memanfaatkan limbah fashion, merubahnya menjadi produk fashion sendiri membawa kesukses bagi Ari Dwi Astuti.

Pengusaha satu ini berminat kepada limbah perca batik. Kain perca yang ukurannya kecil- kecil karena sisa produksi ataupun dari kain batik lama. Lewat tangan Ari itu tidak lagi bertumpuk- tumpuk layaknya tumpukan sampah plastik di tempat sampah.

Inilah harta karun Ari setelah sekian lama. Berawal dari sekedar hobi membuat akesoris. Lewat aksesoris berbahan kain biasa sampai perca batik. Hemat biaya produksi tinggal ambil punya sisa jahit. Kebetulan didekat rumah kan ada penjahit. Ari dapat bahan cuma- cuma, "bisa dibilang saya bisnis tanpa modal."

Kenapa perca batik karena hasilnya unik. Kesannya etnik gitu, bahan baku ekslusip apalagi kalau bahannya dari perca kain batik tulis. Dari beberapa kain perca potong- potongan itu bisa menjadi banyak aksesoris loh.

Perca batik kemudian diubah menjadi kalung, bros, gelang, bando, juga jepit rambut. Ide bisnis semakin ia rasakan mantap ketika melihat pasar. Kebanyakan akesoris berbahan logam, kayu, atau plastik. Memakai batik nampak lebih menarik karena motifnya unik. Produk paling laku adalah produk kain berbahan perca batik.

Agar lebih menarik apa cara Ari membuat akseoris. Dia menggabungkan dengan bahan perca lain, taruhlah jean, renda, mutiara, sampai manik- manik kayu. Bekal kreativitas, serta kemampuan menjahit, lalu dia lem dibentuk menjadi eksesoris. Harga perhiasan dia bandrol dari Rp.5000- Rp.200.000 per- satuannya.

Harga dia tentukan lewat tingkat kerumitan desainnya. Untung bisnis dijalankan ternyata lumayan besar ya karena bahan bakunya mudah murah. Margin untungnya sampai 70% dia menceritakan kepada pewarta.

Ia awal mendapatkan pasokan perca dari usaha konveksi dekat rumah, tetapi karena makin banyak harus diakali. Untuk itulah dia niat sekali mencari sampai ke luar kota. Bahkan untuk kain perca kuno bisa dia datangi sendiri. Rutin dia mengunjungi berbagai konveksi di Solo, Yogyakarta, Depok, dan Garut.

Ketika pesanan membludak, dia akan meminta bantuan teman. Pesanan bisa membludak sampai 200- 300 buah pesanan. Dalam sebulan bahkan suatu waktu dia bisa mendapat pesanan sampai 500 buah. Cara dia berpromosi lewat blog dan sosial media, terbukti ampuh mampu menarik bahkan pembeli asal Malaysia.

Minggu, 26 Maret 2017

Mantan Karyawan Bank Jualan Kue Bolu Juga

Profil Pengusaha Rita Riyani- Rabaiyah



Sempat bangkrut berwirausaha, ide bisnis Rabaiyah ternyata belum mati. Kecanduan membuat bisnis baru membawa wanita 42 tahun ini kembali. Bangkrut di 2008, berhenti selama dua tahun, ia mendadak dapat ide membuka usaha bolu. Cuma karena melihat sang anak mau sekolah di SMK Jurusan Tata Boga.

Anak Rabaiyah nyeletuk tentang membuat usaha bolu. Seketika dia langsung tekuni bermodal tidak besar. Dia mampu menghasilkan omzet 1- 2 kilogram atau 60 buah per- hari. Usaha rumahan dijalankan malah sekarang memproduksi 3.500 per- hari.

Pada 2011 pihak PT. Permodalan Nasional Madani menawarkan modal. Pinjaman senilai Rp.30 juta dia cicil selama 4 bulan. Lalu ada kredit dari PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional. Dia waktu itu tergiur ajakan teman dan mengambil banyak yakni Rp.103 juta.

Bisnis bernama Raditia Bolu Kukus ini berjalan mulus. Dia dibantu delapan orang pekerja. Dimana makin naik daun karena mengikuti aneka pelatihan. Disuport oleh pemerintah daerah, semisal ketika ada ajang pemilihan Walikota Makassar, Rabaiyah mampu berproduksi sampai 40.000 buah per- hari.

Cerita pengusaha lainnya


Lain cerita Rita Riyani, seorang karyawan menjadi pengusaha, dan titik jenuh merupakan alasan dibalik ia memilih berwirausaha. Awalnya dia menyalurkan perasaan jenuh ke memasak. Dari memasak membuat aneka kue hingga bolu kukus. Profesinya adalah karyawan Bank, mendadak dia memilih resign di rumah.

Alhasil dia menjadi pengangguran membuat roti. Karena tidak biasa seharian di rumah, Rita malahan sakit hingga vakum beberapa bulan. Sempat berpikir buat bekerja kembali. Eh, kebetulan ide jualan kue datang, dan akhirnya dia jualan sampai sekarang.

Spesialisasi Rita adalah bolu kukus. Namun, dalam perjalanan dia menyadari tidak mau cuma berjualan itu. Ingin rasanya memberikan cita rasa lain kepada pelanggan. Dia jualan aneka kue sekarang. Hobi bikin kue tidak. Minat berbisnis kue juga tidak ada tuh. Cuma ingin menyalurkan saja titik jenuh lewat berjualan kue.

Ketika terbersit tentang bisnis kue. Rita langsung mencari referensi kue di buku masakan. Mencoba buat sendiri tanpa pengalaman sama sekali. Rita tidak pernah tanya soal kue kepada siapapun. Tidak kepada keluarga ataupun tetangga. Pikirannya tidak ada keluarga yang memiliki latar belakang usaha kue juga.

Wanita kelahiran 12 Juli 1965 ini, lantas mencoba menitipkan kue- kuenya ke berbagai warung. Dari ke warung kemudian dia menjual ke toko- toko kue. "Alhamdulillah, mereka suka kue buatan saya," ia senang sekali. Semangat berbisnis kue semenjak itu semakin tinggi hingga sukses seperti sekarang.

Tidak cuma ke toko sekarang orang datang ke tempat Rita. Orang memesan kue buat dibagikan di acara hajatan, arisan, dan berbagai kesempatan. SekarangRita malah sering kwalahan memenuhi orderan yang datang. Apalagi kalau Lebaran maka dia harus siap- siap lembur dua hari dua malam membuat kue.

Rita juga membuka kios di bursa kue Buahbatu setiap hari. Ibu tiga anak ini mampu membuat 5.000 buah kue dan 100 bolu kukus pelangi sehari. Harga antara Rp.600, Rp.700, dan Rp.800. Kue pelangi dihargai seloyang Rp.25.000. Yang paling ditonjolkan Rita memang aneka bolu khususnya bolu kukus dan pelangi.

Kalau mau pesan lainnya juga melayani seperti aneka pie, pisang aroma.dll. Dimana mayoritas kalau yang datang pesanan perorangan ya aneka snack kardusan. Mempekerjakan 10 pegawai berapa omzet didapat Rita ternyata sampai Rp.3 juta- Rp. 4 juta/hari.

Uniknya meskipun mantai pegawai bank, ternyata dia sama sekali tidak pernah menyentuh kredit bank. Ia memanfaatkan uang seadanya untuk sekarang. Mungkin kelak dia akan meminjam ke bank, tetapi Rita yakin tidak buat sekarang masih dapat dijalankan.

Kamis, 23 Maret 2017

Bisnis Sulam Hijab Rejeki Pantang Menyerah

Profil Pengusaha Leony Agus Setiawati 


 
Banyak kegagalan tidak membuat Leony Agus Setiawati jengah. Justru dia semakin memperdalam teknik pembuatan produknya. Dia adalah pemilik Azka Collection. Hijab yang memiliki ciri khas dibandingkan bisnis sejenis. Menggunakan teknik sulam -memiliki banyak agent- kini bisnisnya moncer sampai ke luar negeri.

Kegagalan tidak sedikit dirasakan. Ia pernah bangkrut, titik terendah pernah ditemuinya ketika berbisnis dan tidak mau menyerah. Berawal dari jualan biasa pakaian muslim. Alumni Institut Pertanian Bogor ini lantas menjelma menjadi pengusaha. Produksi dikembangkan sedikit- demi sedikit sejak 2001 silam.

Dari sekedar berjualan, Leony bisa membangun butik sendiri pada 2008 -nya. Setahun kemudian dia mulai membuat lebih banyak atau istilahnya konveksian. Kurangnya jiwa entrepreneurship atau kepemimpinan dirasakan menjadi satu titik lemah ketika menjalani bisnis.

Bisnis nekat


Leony  layaknya menuasi biasa yang butuh kerja. Untuk mencukupi hidup, ibu satu ini mencoba melamar- melamar pekerjaan. Sudah melamar pekerjaan dimana- mana tetapi tidak diterima. Tahun 2001 kan busana muslim tengah digandrungi masyarakat. Darisana Leony membuka usaha berjualan aneka busana muslim sendiri.

Dibantu sang suami usaha jualan aneka hijab berjalan lumayan. Selain mau mandiri dalam keuangan. Satu hasrat besar lainnya Leony ingin jadi pengusaha. Ingin membuat sesuatu yang berbeda. Kebetulan Leony ini memang tertarik akan dunia fasion.

Meskipun begitu lain dibanding jualan jadi. Menjadi pengusaha memaksa dia harus menjahit. Padahal dia tidak bisa menjahit pakaian. Akhirnya dia mulai mempekerjakan penjahit untuk menjahitkan. Bisnis yang semula bernama Azkasyah, pada 2002, sempat pindah ke tempat lebih strategis lewat pinjaman orang tua.

Tahun 2004 Azkasyah terlilit hutang pinjaman dan gagal bayar. Ujungnya Leony menjual semu aset juga termasuk mesin jahit. Semua untuk menutup hutang hingga tersisa Rp.1 juta saja. Tahun 2008 berbekal uang sejuta dijadikan usaha kembali. Uang 800 ribu buat membeli mesin jahit bekas sisanya buat beli kain kiloan.

Ide bisnis inovatif ketika dia menemukan teknik sulam. Bagaimana caranya menggabungkan hijab dan juga sulam. Empat tahun sudah dia berbisnis di Tajur, Bogor. Akhirnya bangkrut, dan cuma menyisakan uang Rp.1 juta. Lalu bagaimana nasib Leony ternyata belum selesai tetapi justru menemukan inspirasi dibalik itu.

Ia awal tidak berpikir manajeria. Pikiramnya gampang yang penting laku. "Saya tidak memanjemeni bisnis itu dengan baik, karena saya berpikir, yang penting laku saja," tuturnya. Uangs sejuta tersebut kemudian ia coba sulap menjadi bisnis.

Bisnis pakaian muslim Leony terinspirasi sulam tangan. Maklum belum banyak pengusaha memanfaatkan tekni tersebut. Tidak ingin kehilangan kesempatan dia langsung menggenjot mesin jahitnya. Dibantu oleh 4 orang pegawai, dia memasarkan bisnisnya lewat sistem konsinyasi, dititip ke beberapa toko pakaian.

Bisnis bernama Azka kemudian mulai bangkit. Pesanan sudah mulai datang sendiri. Keunikan teknik sulam tangan memanggil masyarakat membeli. Leony mulai mempekerjakan ibu- ibu rumah tangga yang ingin punya penghasilan.

Inspirasinya adalah ibu- ibu rumah tangga di desa yang masih terampil tetapi jenjang pendidikan rendah. Ia melihat kelebihan mereka dibanding ibu- ibu lainnya. Kelompok masyarakat yang dianggap rendah, dan tidak bisa diserap oleh kebutuhan industri besar. Ibu tiga anak ini telah memberdayakan 700 orang tenaga sulam.

Bisnis sulam


Terinspirasi saudara yang pandai menyulam, Leony terus bersemangat membesarkan bisnis hijab miliknya sendiri. Dia menemukan inspirasi dibalik kegagalan. Berbekal pengalaman berjualan hijab maka dia tau betul selera pasar. Awal dia mempekerjakan dua penjahit dan mulai bekerja meggarap berbagai model.

Lantas seorang pelanggan menyarankan dia untuk ikutan pembinaan Kementrian Koperasi dan UKM. Dia diikutkan aneka pameran hingga mendirikan CV. Azka Syahrini. Rajin ikutan pameran maka merek Azka Collection mulai dikenal masyarakat luas. Akhirnya Leony memakai penjualan sistem agent biar lebih cepat.

Kecepatan produksi dipikirkan betul. Dia giat mengajak orang menjadi agent. Margin laba bahkan 40% agar agent bersemangat. Dia mulai menambah tenaga kerja untuk mengimbangi ratusan agent. Mengajak kerja sama ibu- ibu desa ternyata tidak mudah. Beberapa orang berpikir Leony punya niat buruk kepada mereka.

Ini terwujud dari mobil yang dibaret ketika Leony berkunjung. Di sebuah desa, di kawasan Bogor, Leony memberdayakan ibu- ibu rumah tangga menghasilkan uang. Agar bisa meraih hati masyarakat, dia langsung mendekati orang- orang yang dituakan, serta mengikuti majelis taklim untuk memperkenalkan dirinya.

Untuk mengurangi kesalahan, maka Leony menetapkan SPK atau Standar Prosedur Kesalahan. Yang mana salah satu bunyi pasalnya adalah mengganti Rp.400 ribu jika ada baju rusak. Tentu ini memberatkan hingga beberapa yang sudah ikut pelatihan memilih mundur, mereka keberatan dengan beberapa isi SPK.

Namun, lambat laun, Leony mampu meyakinkan mereka bahwa ini penting. Juga sebagai pemberi sebuah semangat buat pegawai agar teliti dan disiplin. Dia mengangkat satu kordinator di setiap kelompok kerja. Jadi penilaian akan dilihat beredasarkan kelompok kerja.

Azka Collection mempekerjakan 700 tenaga kerja dengan 600 agen, tersebar seluruh penjuru Indonesia. Dia juga mampu masuk ke pasar Malaysian dan Singapura. CV. Azka Syahrani memproduksi 2000 potong dengan omzet perbulannya ratusan juta. Semua berkat manajeman berkualitas yang telah dia terapkan ke depan.

Tahun 2007 dia memakai ISO 9001:2000. Sebelum produk dijual, disetor dulu ke kordinator, kemudian diperika lagi quality control. Jika tidak sesuai standar dipulangkan diperbaiki dulu. Tenaga sulam akan dibayar sesuai jumlah produktifitas pegawai. Bisa dibawa pulang ke rumah masing- masing kalau nanti diperlukan.

Kedepan dia akan meningkatkan produksi sampai 30.000 potong. Berkat kerja keras ini dia mendapatkan banyak penghargaan seperti juara 1 Young Entrepreneur Award dari Bisnis Indonesia 2009, terakhir dapat penghargaan dari UKM Mandiri dari Yayasan Bakti Dharma Bakti Astra.

Meskipun sudah layak disebut sebagai pengusaha sukses. Leony ternyata masih aktif mengikuti aneka pelatihan loh. Pelatihan kewirausahaan, pelatihan manajemen, pelatihan keungan, apapun dia kejar untuk meningkatkan kemampuan. Disisi lain Leony bisa membangun jaringan dengan pengusaha sukses lainnya.

Kata- kata inspirasi buat pengusaha muda nih, "mimpi menarik kita dan kita menarik mimpi." Dia selalu bermimpi lebih tinggi dan berupaya menggapainya. Produknya Azka Syah, Qany, Amany dan AzkaSyah Eksklusif.

Selasa, 21 Maret 2017

Penjual Kepiting Nyinyir Rasanya Nendang Puluhan Juta

Profil Pengusaha Gilang, Rachman, Daniel 


 
Pebisnis muda berlahiran lewat sosial media. Yang terbaru apalagi kalau bukan lewat Instagram. Berikut ini kisah dua pengusaha muda tiga sekawan Gilang, Rachman, dan Daniel. Ketiganya kompak manfaatkan Intagram sebagai rujukan pecinta masakan seafood.

Berawal dari ide berbisnis layaknya kepiting Lousiana, Amerika Serikat, Bermula ketika Oktober silam dimana memang bukan yang pertama. Bisnis kepiting Lousiana memang tengah ngetrend di kalangan anak muda Jakarta. Cuma ketiganya sepakat mengemasnya lebih kreatif lagi untuk mengambil celah pasar.

Contoh restoran masakan kepiting ini ada Dancing Crab, The Holy Crab, dan Cut the Crab. Mereka lantas mencoba menjajal keberuntungan lewat sosial media. Dan terbukti, konsep real time mereka suguhkan mampu menghasilkan puluhan juta. Bayangkan modalnya Rp.3 juta untung puluhan juta dalam dua bulan saja.

"Kita bisa makan seafood seru di meja kantor," tutur Gilang.

Tidak mau gegabah mereka memang sudah mematangkan konsep. Dimana Gilang kebagian marketing dan promosi, Rachman bagian accounting, dan Daniel jadi juru masaknya. Urusan rasa bisnis Kepiting Nyinyir tidak kalah dengan kompetitor restoran besar tersebut.

Untuk Chef sendiri, Daniel, ternyata bukan sembarangan loh karena memang sudah Chef profesional yang juga bekerja di sebuah hotel berbintang Jakarta. Bermodal uang Rp.3 juta bersama mereka meresmikan nama bisnis Kepiting Nyinyir di 22 Oktober kemarin. 

Uang Rp.2 juta buat promosi, dan memakai jasa teman sejumlah 30 orang, tugas mereka adalah promosi lewat Instagram. Dimana mereka juga dikasih icip rasanya gratis. Hasilnya mereka memention ke akun Instagram dengan hastag @kepiting_nyinyor.

Meskipun terkesan sederhana tetapi ternyata efektif. Dalam sehari ada enam pesanan kepiting, dengan metode pemesanan lewat sms. Dikirim lewat jasa pengiriman Grab Bike. Nanti biaya pengiriman akan disesuaikan tarif Grab Bike. "Kita jamin makanannya fresh," tambah Gilang.

Pesanan masuk langsung dimasak jedah 15 menit. Potensi bisnis menggiurkan membuat mereka semakin bersemangat. menyeriusi bisnis ini. Mereka menggunakan media blog. Menambah jumlah follower di Instagram. Kemudian tidak segan memanfaatkan iklan di Instagram untuk menjaring lebih banyak.

Agar lebih ngejreng mereka juga mengendorse beberapa selebiriti, seperti Kemal, TJ, Ronald Surapraja, Tike dan Gilang Dirga. Follower Kepiting Nyinyir naik sampai 1450 pengikut dalam kurun waktu cuma sebulan. Imbasnya pesanan bisa naik sampai 30 pesanan per- hari.

"Rata- rata pesanan itu di jam makan siang," unggahnya. Sesuai target mereka juga yakni orang yang mau makan seafood tetapi enggan keluar.

Omzet sebulan sampai Rp.45 juta dalam tempo sebulan. Harga dibagi tiga berdasarkan kebutuhan jumlah si pembeli yakni Nyinyir sendiri Rp.99 ribu, Nyinyir Berdua Rp.129 ribu, dan Nyinyir Bertiga Rp.159 ribu. Labar bersih mereka kantungi sebesar Rp.23 juta, sudah dikurangi bahan baku, promosi, oprasional.

Sebagai pengusaha pemula usaha mereka menakjubkan. Bayangkan dalam sebulan sudah mampu menaikan omzet sampai puluhan juta bermodal tiga juta. Inilah kenapa banyak investor ingin investasi ke bisnis mereka. Tetapi mereka tidak terburu- buru, mereka ingin mengembangkan sendiri lewat online.

Mimpi mereka bagaimana menyajikan seafood ke penjuru Indonesia. Mereka juga sudah menyiapkan aneka perijinan dari BPOM, MUI Halal, dan HKI.

Cerita pengusaha


Bermodal tiga juta ketiganya mampu menjual banyak. Kepopuleran Kepiting Nyinyir sejalan dengan cara mereka marketing yaitu Intagram. Nyinyir sendiri mengambi istilah anak muda di situs jejaring sosial. Nyinyir yang berarti tukang ngomongin orang.

Pada Januari mereka resmi menjadi patner Go Jek untuk layanan Go Food. Padahal Gilang mengaku awal- awal mereka sama sekali tidak promosi. Mereka tidak mengajak kerja sama. Tetapi pihak Go- Jek sendiri yang memasang mereka di layanan Go- Food, mungkin saking terkenalnya usaha mereka nih.

Akhirnya ya mereka langsung mengajak kerja sama resmi. Bedanya kerja sama dengan tidak kerja sama, mereka tidak bisa mengupdate menu dan harga jika tidak kerja sama. Kalau kerja sama bisa ongkir rendah, atau bahkan pihak Go- Jek akan memberikan free ongkir ketika ada promo.

Kemudian mereka juga mendonasikan 10% penghasilan untuk kegiatan amal. Kegiatan sosial tersebut jadi bentuk tanggung jawab perusahaan kepada sosial. Ada Nyinyir Sambil Iuran yakni Rp.3000 dari setiap pesanan kita akan didonasikan.

Dalam sebuah wawancara bersama Smartbisnis.co.id, mereka bercerita ulang bagaimana sih awalnya bisa berbisnis Kepiting Nyinyir. Berawal dari hasrat kuat ingin menjadi pengusaha muda oleh Rachman. Dia sudah pengen punya usaha sendiri sejak tiga tahun lalu. Lantas bertemu dia dengan teman SMP nya yakni Gilang.

Kemudian mereka bertemu Daniel yang merupakan teman Gilang. Mereka bertiga lantas membicarakan bagaimana berbisnis kuliner enak. Terlintas di pikiran mereka "asik kali ya makan enak tanpa harus datang ke restoran." Berjualan mereka juga menggunakan sosial media hingga pesan antar efektif dijalankan.

Dua bulan lebih berbisnis berikut aneka kendalanya: Pernah salah kirim orderan, akhirnya mereka harus siap memberikan kompensasi yakni ektra porsi di pembelian berikutnya. Kendala lainnya kehabisan stok kepiting ketika pesanan masih banyak.

Jadi ketika kepiting habis siangnya, mereka akan menutup pesanan dan memberikan pemberitahuan. Meski begitu jumlah pemesan tetap mengantri, hebat. Gimana agar tidak kecewa yakni dengan memberikan notif mengajak mereka membeli lebih pagi.

Kompetitor? Banyak, mereka cuma belajar dari kompetitor mereka, agar menjadi lebih baik. Lalu apa beda pelanggan juga diperhatikan, kalau pelanggan tetap bisa di COD, atau membayar ketika barang sudah sampai di tujuan.

Senin, 20 Maret 2017

Membuat Popeye Restoran Cepat Saji Spesial

Profil Pengusaha Benny Hadisurjo 




Hidupnya tidak jauh dari kewirausahaan. Benny Hadisurjo merupakan putra pemilik restoran Satay House. Dan dia juga ingin menekuni bisnis restoran. Lulusan MBA dari universitas asal paman sam, Benny tengah mencoba kesuksesan lewat bisnis dibawah naungan PT. Popindo Selera Prima -pemegang paten waralaba Popeye.

Pria 35 tahun ini memang sudah khatam akan bisnis restoran. Kehidupan restoran merupakan tempat dia tumbuh kembang semenjak kecil. Kedua orang tuanya merupakan pasangan pengusaha asal Kudus. Yang hijrah ke Jakarta pada 28 tahun lalu, dimana mereka membuka usaha apotek dan restoran.

Pasangan Hadisurjo yang memiliki dua bisnis. Rumah kecil mereka dibagi dua satu tempat tinggal sisanya jadi restoran. Tidak habis akal sebelah rumah disulap menjadi apotek. Anak kedua dari tiga bersaudara ini ditugaskan membuka pintu restoran. "Samua saya lakukan di luar waktu sekolah," kenang Benny.

"Rasanya senang sekali, saya bisa membantu mama, meskipun tugasnya ringan," ujar Benny, mengenang bagaimana dirinya membantu bisnis keluarga.

Apa rahasia sukses bisnis keluarga Hadisurjo. Benny lantas menjelaskan bahwa semua berkat hobi. Apa yang mereka lakukan selaras dengan hobi mereka jalan- jalan dan makan. Ketemu bisnis restoran mereka mencurahkan cita rasa mereka di bisnis tersebut.

Biasanya sekeluarga akan jalan- jalan ke kota. Disetiap kota, mereka akan mencari makanan trademark asli daerah tersebut. Walaupun letaknya terpencil mereka niatkan. Semua karena rasa ingin tau akan keenakan makanan yang diceritakan orang. Selesai makan tidak begitu saja loh mereka kenyang dan urusan selesai.

Di rumah mereka akan asik membahas tentang cita rasa. Bagaimana ya cara mengolahnya agar seperti rasa mereka tadi rasakan. Inilah keasikan sendiri yang juga dirasakan Benny. Walaupun tidak memilikm bekal pintar masak atau koki, keluarga mereka mampu menciptakan kuliner dengan cita rasa yang khas.

Banyak restoran Satay House berkembang di Jakarta, cabangnya menggoyang lidah masyarakat Jakarta. Ia menambahkan tidak cuma Satay House. Mereka juga pemilik Tam Nak Thai, Kintamani, dan Restoran Seafood Semarang. Kemudian mereka juga dikenal sebagai pemilik Optik Melawai dan Apotik Melawai.

Bisnis sendiri


Benny mencoba membuktikan dirinya. Lewat bisnis restorang yang tidak biasa. Jika kedua orang tuanya dikenal dengan bisnis kuliner khas pasti disukai masyarakat di Jakarta. Maka, melalui PT. Popindo Selera Prima, yakni dengan membuka waralaba Popeye Chicken & Seafood asal Amerika Serikat.

Baginya restoran harus memiliki kekuatan pengalaman. Tidak hanya ikut- ikutan membuat restoran yang sama lagi. Harus menjadi alternatif buat masyarakat penikmat kuliner. Maka sejak Mei tahun lalu, dia lalu mengatakan makanan tidak cuma enak dan sehat, harus ada petulangan rasa.

"...harus ditemukan sesuatu yang khas," papar Benny.

Pemegang master business administration (MBA) dari Boston Collage ini, bersama Arianti Darmawan, menjadikan yang pertama restoran Popeye di Indonesia. Cita rasanya dianggap mewakili petualangan dari makanan.

Masakan mereka memang sudah berkembang sejak 200 tahun silam. Dari New Orleans, dijuliki sebagai Queen of Mississippi yang merupakan masakan campuran Prancis, Spanyol, dan komunitas kulit hitam dari Afrika. Mereka bersama bahu- membahu membangun New Orleans lewat resep masakan khas itu.

Ditangan Benny, Popeye berkembang pesat sampai memiliki sepuluh cabang di Jabodetabek, dan satu lagi di Surabaya. Investasi satu restoran dia berkata Rp.500 juta sampai Rp.1 miliar. Untuk jumlah pengunjung lumayan dalam sehari ada 500 orang. Omzet sendiri setiap cabang punya nilai berbeda- beda tetapi itu lumayan.

Harga makanan tiap gerai antara Rp.3000 sampai Rp.16.000, tinggal dikalikan 500 saja per- hari. Meski kalau di luar Popeye setingkat dibawah KFC, kalau di Indonesia Benny harus mengejar ketinggalan soal branding. Memang nama Popeye belum akrab apalagi kalau bicara tentang fast food dan seafood jadi satu.

Harapan Benny adalah menciptakan brand awareness tersendiri. Jadi beda di mata masyarakat dibanding jika kita bicara fast food asal Amerika lainnya. Kiat sukses Benny adalah menciptakan inovasi menu dari setiap penyajian makanan. Menunya inovatif akan disesuaikan dengan citara rasa negara asalnya sendiri.

Jadilah seperti pakaian yang menyesuaikan keinginan masyarakat. Jadilah fashionable itulah istilah Benny gunakan. Kalau khas Indonesia, Popeye milik Benny akan menonjolkan seafood khas Indonesia. Sesuai dengan konsep Popeye sendiri kan. Akan ada bumbu cajun -bumbu khas Popeye- bercita rasa Indonesia nanti.

Tradisi Popeye berbeda dari fast food lainnya. Makanan dihidangkan berasal dari bahan segar, bumbu yang asli dan halal, dapat dipasatikan ciri khas campuran cita rasanya. Kelebihan Popeye adalah bumbu kuat yang pedas. Disusul dengan suasana jazzy khas anak muda maka Popeye patut diperhitungkan di bisnis ini.

Sabtu, 18 Maret 2017

Pembuat Virus Komputer Pertama dan Pembuat Dmoz

Biografi Pengusaha Rich Skrenta


 
Namanya tidak dikenal orang apalagi untuk masyarakat kita. Orang Indonesia mungkin beberapa saja tetapi tidak banyak, cuma tau hasil temuan pria ini yakni situs Dmoz.com. Atau nama lainnya proyek direktori manual terbesar di jagat maya.

Pria bernama Rich Skrenta mungkin bukan satu- satunya. Pria lulusan Northwestern University, kelahiran Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Utara pada 1967. Tahun 1982, umurnya masih 15 tahun, anak SMA ini sudah membuat virusnya sendiri yang mana dikenal sebagai "penemu" serangan virus pertama di dunia.

Memang tidak bisa dibilang virus pertama. Tetapi virus bernama Elk Cloner merupakan serangan virus terbesar menyerang mesin Apple II. Dipercaya merupakan serangan virus pertama paling menganggu buat penduduk bumi kala itu.

Antara 1989 dan 1991, dia bekerja buat Commodore Business Machine witha Amiga Unix. Tahun 1989 dia dikenal karena menciptakan beberapa game simulasi. Tahun 1994, dia memulai bisnis pertamanya lewat bisnis game berbayar, Olympia dibawah naungan Shadow Island Games.

Virus komputer iseng


Kenapa membuat virus komputer ya karena Rich masih muda. Dengan semangat luar biasa karena menjadi ahli komputer di jamannya. Anak muda 15 tahun tersebut terus menciptakan virus Elk Cloner pada sistem komputer Apple II. Padahal waktu itu komputer Apple tengah sangat booming wajib dimiliki setiap rumah.

Tidak berbahaya hanya iseng. Virus tersebut menyerang lewat sistem floopy, lantas masuk ke sistem katalog menu pada Apple. Bukannya menunjukan list menu tetapi malah sebuah puisi.

 "Elk Cloner: Sebuah program dengan kepribadian. Itu akan masuk ke semua disket akan masuk ke semua "keripik" Yah inilah Cloner. Itu akan menempel ke kamu seperti lem memodifikasi ram kamu Yah inilah Cloner."

Dimana awalnya mau mengganggu orang lain. Eh, ternyata virusnya menyebar lewat satu komputer ke satu komputer lain, untungnya tidak merusak komputer. Secara cepat dan besar menyebar lewat jaringan di luar komputer yang mana dibuat oleh setiap komputer satu sama lainnya.

"Saya adalah kutu buku dan seorang pecinta komputer, tertarik ke semua aspek teknologi," ujarnya kepada situs theregister.co.uk. "Saya ingin membangun robot tetapi belum ada teknologinya dan saya tidak punya kemampuan teknisi. Ketika sekolah dasar saya pernah membuat mesin vakum tetapi salah hingga akhirnya rusak."

"Saya bahkan tidak pintar memasang rel kereta api mainan," ujarnya, menjelaskan meskipun dia jago soal software urusan hardware Rich payah.

Dengan belajar tentang software dia meniru apa di televisi. Dimana film favoritnya waktu itu, di tahun 2011 berjudul A Space Odyssey and Colossus: The Forbidden Project. Ia mengakui hal- hal berbau nyata memang menyusahkan dibanding membuat program komputer.

Dia dapat komputer Apple II pertamanya ketika natal pada 1980. Berjam- jam, berminggu, berbulan dia meneliti keindahan komputer lewat aneka game dan programnya. Dia lantas membuat game berbasi teks pertamanya, dimana bercerita tentang bagaimana terhindar dari kecelakaan pesawat terbang.

Bisnis dari iseng


Dia sangat antusias karena menemukan teman sejawat. Lewat klub komputer, mereka semakin dalam ke komputer, hingga mencapai batasan yakni tentang privasi komputer itu sendiri. Dari sekedar membagikan file dan game, Rich mulai mengenal tempat berbagi produk bajakan dan game bajakan lewat disket.

Kemudian dia berpikir bagaimana caranya iseng. Gimana sih bisa ngerjain teman lewat skat disket pada sistem komputer. Disana dia menciptakan permainan jebakan di disket. Rich mencoba aneka macam hal buat ngerjain teman hingga masuk ke disket. Sungguh menyenangkan menemukan celah diantara sistem komputer.

Hingga dia menemukan pemikiran bagaimana merubah isi komputer tanpa menyentuhnya? Eksperimennya tentang bagaimana merubah latar sebuah komputer pribadi. Bagaimana masuk ke sistem penyimpanan file pada komputer. Gimana caranya merubah informasi data pada tempat penyimpanan komputer orang.

Hasilnya adalah virus yang diprogram buat satu disket ke disket lain. Eh malah berkembang sendiri hingga menyebar dari komputer ke komputer. Inilah cikal bakal virus Elk Cloner. Dia memanfaatkan buku tentang bagaimana menghack Apple. Dan justru menemukan kelemahan pada sistem monitor pada sistem utama.

"Elk Cloner menggunakan lubang itu," ia menjelaskan.

Butuh waktu sebentar buat virusnya memahami bahasa komputer. Perjalanan proses memang lebih lama menyesuaikan kemampuan si virus sendiri. Dia mengistilahkan virusnya seperti membuat puzle. "Itu lalu bekerja seperti jimat dan menyebar kemana- mana," kekehnya.

Sepupu Rich menemukan bahwa komputer tersebut sampai ke komputer US Navy. Tidak ada cara waktu itu untuk terhindar dari virus Cloner. Elk Cloner kalau sudah masuk disket, kemudian masuk ke komputer kamu maka akan terdengar suara unik, suara swoosh menjadi ciri khas bahwa disket telah terkena virus ini.

Akan menginveksi ke lubang penyimpanan jika tidak direstart. Kalau saja orang punya kebiasaan mereboot komputer maka Erl Cloner tidak akan tersebar. Tapi karena orang malas saja virus tersebut tersebar dan menggila.

Virus buatanya tidak berbahaya seperti virus sekarang. Cukup direstart maka virus tidak akan tersebar ke mana- mana. Kemudian merasa bertanggung jawab dia menciptakan penangkalnya. Sebuah aplikasi buat menangani Elk Cloner gratis. Dia menceritakan masanya dia tidak membuat virus sebagai platform bisnis.

Dia senang dengan Elk Cloner. Tetapi tidak menganggap itu berbahaya. Dia menikmati setiap keisengan yang menyebar ke seluruh dunia. Dia antara kesibukannya bekerja membuat aneka game. Diantara Rich bekerja di perusahaan Sun Microsytem, dia keluar dan mendirikan Dmoz situs agregator manual.

Dia masih bekerja di Dmoz ketika diakuisi Netscape, bekerja untuk AOL Music dan AOL Shopping. Dia kemudian memutuskan melepaskan AOL dan bekerja sendiri. Dia mengerjakan website agregator Topic dengan prinsip bisnis. Tahun 2005, dia menjual 75% saham Topic LLC ke konsorsium surat kabar.

Akhir 2000 -an, dia menemukan mesin pencari Blekko, yang kemudian dibeli IBM buat komputer mereka Watson. Pada 28 Februari 2017 diumumkan bahwa pada 14 Maret 2017, Dmoz akan ditutup setelah 19 tahun mencoba eksis membuat situs agregator manual, kalah melawan mesin pencari otomatis miris.

Inspirasi Pacaran Sehat Jadi Pengusaha Berduaan

Profil Pengusaha Anngraeni Ayu Wulandari 



Ayunan memang identik dengan mainan anak. Kalau ayunan rotan mengendung estetika di dalamnya. Itu kan tidak cuma buat mainan. Ayunan rotan bisa dipakai sebagai hiasan rumah, atau menjadi furnitur rumah kamu. Namanya Anggraeni Ayu Wulandari, pengusaha yang tengah mengambil kesempatan tersebut.

Dia adalah pemilik bisnis Dewi Rotan. Pengrajin rotan ini membuat ayunan, yang tidak digunakan ayunan pada umumnya. Modelnya dibuat seunik mungkin. Variasi meliputi bentuk bulat, kotak, lonjong pokoknya dibuat berbeda.

Ayunan bikinan Ayu dikenal memakai rotan sintesis. Dimana ukurannya, biasanya 200 cm dan diameter 10 cm, ayunan lebar dapat diduduki dua orang. Beban mampu dibawa ayunan tersebut maksimal 150 kg. Dia menambahkan umur penggunaan sampai lima tahun.

Ayu mengatakan cara pembersihan mudah pakai kain basah. Untuk sela- sela dapat menggunakan sikat gigi buat membersihkan. Pengusaha asal Cirebon tersebut mengaku bisnisnya punya prospek. Rotan seolah jadi trend dikalangan masyarakat sekarang apalagi ayunan rotan.

Dia bahkan mampu menjual sampai ke pelosok Indonesia. Karena jualannya lewat inetrnet maka penjualan bisa mencapai kemana- mana. Dalam sebulan Ayu mengaku mampu mengantungi omzet puluhan juta.

Bisnis bareng pacar


Mata Ayu langsung berbinar berkisah bisnisnya. Bagaimana bisnis pengusaha muda rotan tersebut, dimulai justru ketika sedang jatuh cinta. Ayu tengah dilanda asmara dengan pasangannya bernama Achmad Fakrie, yang bahkan akan menjadi pendamping hidupnya.

Memulai kisah cinta sejak SMA, Ayu dan Achmad, sama- sama mendaftar SMAN 6 Cirebon. Dan kedua insan ini dipersatukan makin erat ketika mengikuti ekstra kulikuler. Benih cinta keduanya makin kuat dan Achmad tidak mau berlama- lama. Dia langsung nembak Ayu menjadi kekasih hatinya.

Memang sudah sejak mengikuti ektra basket. Sejak itu Achmad memperhatikan Ayu, yang dirasanya adalah tipikal cewek idaman.

"Waktu ekskul dulu, Rikie sering banget ke- gap merhatiin aku, lucunya tiap malam, karena tenda kita waktu itu deket dia nyanyi sengaja banget sebut nama aku, jujur waktu itu aku masih cuek," kenang Ayu sambil tersipu.

Sikap cuek Ayu justru membuat Achmad bersemangat. Semakin penasaran saja dibuat dengan kecuekan Ayu. Selesai kegiatan kampus, Achmad sudah nunggu, meskipun begitu keduanya tidak berjumpa. Tidak mau habis akal dia langsung mencari nomor telephon lewat temannya.

Pendekatan selama satu setengah bulan, tepatnya tanggal 19 Februari 2010, keduanya telah resmi menjadi pacar. Sayangnya orang tua Ayu belum membolehkan putrinya pacaran. Keduanya lantas memilih jalur backstreet alias pacaran diam- diam. Karena semua guru udah tau keduanya pacaran, keduanya selalu beda kelas.

Sama- sama masih pelajar masih menggantungkan orang tua. Keduanya kemudian kepikiran untuk menjadi pengusaha muda. Pacar Ayu sendiri bekerja untuk Kementrian Perhubungan, dan mangatakan keduanya sudah bersama membuka usaha. Keduanya juga tidak merasa malu melakukan itu sampai sekarang.

Bisnis bersama


Aneka macam usaha dijalankan mereka berdua, mulai berjualan baju, pernak- pernik kosmetik, bahkan pacar Ayu sendiri jualan kosmetik. Dia tidak malu tuh. Keduanya punya hobi berjualan dan punya tujuan yang sama yakni menjadi mandiri. Hasilnya bisa dipakai keduanya buat jajan tanpa meminta ke orang tua.

Lulus SMA, keduanya pisah Universitas, inilah cobaan menguji kesabaran dan kepercayaan pasangan ini. Ia mengatakan empat tahun mereka melakukan LDR. "Yang penting aku percaya sama Rikie, Rikie juga percaya sama aku," utasnya.

Achmad kuliah di STPI sedangkan Ayu di Akbid Muhammadiyah Cirebon, dan keduanya sulit bertemu karena sibuk dan cuma ketemu kalau liburan Semester. Keduanya juga masih sempat memikirkan bersama mau berbisnis apa. Ide membukan usaha rotan seperti kedua orang tua Achmad sudah dipuruskan.

Keduanya sepakat tidak menyusahkan orang tua. Langkah awal mereka adalah mencari produsen rotan asal Cirebon. Bisnis keduanya gampang sangat sederhana pada awal. Dimana mereka menawarkan ayunan ke online, dengan syarat membayar dp dulu sebelum dikirim pesanan.

Perlu kamu tau, keduanya tidak membuat, uang tersebut diserahkan kepada sang produsen lokal. Ketika mereka sudah mendapat pelunasan pembayaran. Keduanya lantas memutar uang tersebut menjadi modal kembali, jadi hitunganya tidak ada modal ketika membangun Dewi Rotan.

Memulai bisnis lewat online memang susah, apalagi keduanya dipisahkan jarak. Kedua pengusaha muda ini lebih berpikir bijak. Ketika ada masalah keduanya akan membicarakan titik temu. Tugas mereka juga sudah dibagi dua yakni Achmad mengerjakan pemasaran online, sedangkan Ayu mengurusi toko mereka.

Mereka memang sudah berproduksi. Dengan kemampua melihat trend, membuat keduanya mampu lebih variatif dalam pembuatan produ ayunan rotan. Dari bisnis kecil mereka lantas tumbuh menjadi usaha yang menjanjikan. Dimana Dewi Rotan sudah memiliki 3 toko, satu Cirebon, dan dua lainnya di Bogor- Bekasi.

Keduanya bahkan berniat sampai ke Tangerang. Berkat tiga toko serta penjualan online, keduanya mampu meraup omzet mengejutkan yakni Rp.50 juta per- bulan. Jika dulu berbisnis cuma buat jajan pacar, mereka sekarang bahkan merencanakan menikah bermodal usaha mereka bersama ini.

Agutus mendatang keduanya berniat akan menikah. "Alhamdulillah semua berkat usaha dan kepercayaan antara kami," ujar Ayu.

Selasa, 14 Maret 2017

Jualan Sabun Miliaran Rupiah Sugiharto

Profil Pengusaha Sugiharto 


 
Sugiharto dikenal memiliki kreatifitas berwirausaha. Hal tersebut sudah diakui berbagai pewarta nasional. Ia memiliki kemampuan mengelola unit- unit bisnis. Dari sana pundi- pundi uang berkumpul lewat sistem manajemen khas. Inilah keunggulan Sugiharto yang layak dipanggil entrepreneur -nya Indonesia.

Produk dia meliputi sabun cuci piring, sabun tangan, kemudian pembersih lantai buat gedung. Dimana dia mampu memproduksi produk material sendiri. Memang bisnis dijalankan Sugiharto sudah dikuasai oleh pebisnis besar. Namun dirinya tidak gentar dan terus mengembangkan aneka produk.

Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, menggunakan keunggulan sendiri untuk memasuki pasaran yang ketat pemain besar. "Saya ini bukan siapa- siapa karena belum tergolong pengusaha sukses," ujarnya, yang mengaku tengah semangat- semangatnya mengembangkan usaha.

Dia berani bermain harga. Lebih murah bukan masalah, karena baginya sudah menguasai proses pembuatan dari mendasar. Bahan baku dia bisa ciptakan sendiri. Kalau ia mengibaratkan perusahaan besar seperti penjual bakso, maka hanya bisa mengumpulkan bahan dari supermarket.

Adapula yang membeli langsung kuah bakso, dan mie nya sudah siap di pasar, kadanga bumbunya dibuat dari bahan bumbu mie instan. Intinya perusahaan besar tidak jarang hanya peramu. Sedangkan dia mampu menciptakan bahan paling dasar. Efisiensi tersebut mampu membuatnya berani menjual lebih murah.

Nilai produksi ditekan sedemikian mungkin. Dibanding perusahaan sekala besar yang memilih membeli bahan setengah jadi buat diolah lagi. Sugiharto pemilik CV Big's Image, baginya bisnis adalah bagaimana membangun value of chains barulah bisnis akan menguntungkan.

Bisnis baru


Bisa dibilang berbisnis consumer's good adalah hal baru. Namun menurut Sugiharto justru di sini, market bisa sampai ke mana- mana. Walaupun terkendala ijin, produknya masih mampu memasuki pasar, karena memang tidak menyangkut makanan. Meskipun produk premium diarahkan dia masuk ke pasar menengah bawah.

Tetapi bukan juga melulu fokus ke konsumen ruma tangga. Variasi pasar dilakukan Sugiharto agar bisa jadi produsen kelas besar nantinya. Bayangkan menurut analisanya perusahaan besar di bisnis ini mampu mengantungi omzet sampai Rp.22 triliun per- tahun.

Ia juga menyasar kebutuah hotel, perkantoran, restoran, atau kafe. Mulai berhubungan dengan prosesing makanan juga ke layanan kesehatan. Untuk keperluan rumah tangga sudah ada brand sendiri yakni Fresho. Dan untuk keperluan jumlah besar atau korporasi, dia menggunakan nama brand Ecotech.

Dia berkisah awal usaha memang mengeluarkan biaya investasi tinggi. Tetapi tidak setinggi dikeluarkan oleh perusahaan mapan. Dia mengaku mengeluarkan Rp.1,2 triliun. Efisiensi tinggi karena dia sendiri yang menciptakan teknologi prosesing. Bisnis lain dijalankan oleh Sugiharto adalah bisnis marketing suport.

Yakni semacam menjadi partner pengembangan bisnis perusahaan lain. Dia menawarkan ide segar kepada mereka. Ide tidak melulu dari dirinya, tetapi bisa diproses ketika bertemu klien nanti. Sugiharto juga akan mengeksekusi ide tersebut untuk perusahaan- perusahaan terkait.

Peraih S-2 Manajemen Internasional Universitas Grenoble, Prancis, ini masih juga memiliki bisnis lain yakni bisnis alat peraga pendidikan Sonic System. Sebuah sistem untuk mengajar anak di usia dini. Dia lebih menjelaskan lagi bagaimana alat tersebut membantu anak belajar bahasa asing sampai fasih.

Anak akan belajar sampai ke logat Inggri fasih. Untuk produk pembersih Sugiharto memang belum begitu dikenal masyarakat sekarang. Dia percaya diri mampu memasuki pasar nasional.

Sebagai pemula cara berbisnis Sugiharto memang sudah cermat. Sugiharto memang masih enggan buat dipanggil sebagai wirausahawan sukses. Dia belum memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. Dari segi produksi, penyerapan pasar, serta bagaimana bisa mempekerjakan banyak orang lewat bisnis ini.

Sugiharto berharap pengusaha lain akan lebih banyak. Dan pemerintah mampu mendukung tumbuhnya para pengusaha baru. Bagaimana masa depan Indonesia tergantung kesempatan yang diberkan pemerintah. Dia yakin termasuk dirinya akan mampu membuka lapangan pekerjaan baru.

Minggu, 12 Maret 2017

Cerita Miliarder Jualan Kue Kering Lebaran

Profil Pengusaha Eko Suciptono 




Ia tidak pernah menyangka akan menjadi pengusaha. Eko Suciptono nyatanya bisa sukses. Cuma jualan kue kering, mampu menjadi pengusaha sukses dan mempekerjakan banyak orang. Ia berkisah, semua bermula pada pertengahan 1980 -an, yang mana Eko hanya orang biasa tanpa memiliki apa- apa berlebih.

Dia sempat berkuliah tetapi cuma dua semester. Eko memilih mencari uang. Tahun 1986, dia lantas malah menikah, cuma bermodal nekat mencoba berjualan makanan kecil. Ia bahkan rela berkeliling ke berbagai daerah. Jualan dari pintu ke pintu, mulai berangkat dari Brebes sampai ke Jakarta dilakoni Eko.

Dia berangkat naik angkutan umum. Sampai di Jakarta, Eko akan tidur di masjid, sejak kecil dia memang sudah membantu orang tua jualan. Kenapa tidur di masjid ya karena daripada pulang dagangan belu habis. Dia berpikir mending tidur dimana saja.

Kalau pulang malahan jadi boros. Pokoknya enggak efisien dibanding dia tidur dimana saja. Awal dia mulai dengan berjualan aneka jajanan tradisional. Ada selai pisang dan dodol tape. Jajanan tersebut lantas dijual ke pasar tradisional. Atau dia akan jual di angkutan umum, atau ke toko, jika terpaksa door- to- door.

Tahun 1996 Eko memutuskan buat menekuni berjualan. Dia tidak lagi tergantung kepada jualan yang orang tua buat. Dia menyebut saatnya beralih ke jualan lebih modern. Inilah langkah awal dia memasuki bisnis aneka kue kering.

Bisnis kecil tapi besar


Dari memproduksi, Eko mulai memperbaiki cara pengemasan kue. Bertahap dia mulai menjual, dan mulai mendapatkan bantuan dari orang lain untuk menjualkan. Dia dibantu sang istri, Nani Yunaningsih, dimana mereka bersama merintis bisnis aneka kue kering kemasan yang didistribusikan ke toko- toko.

Bertahap dia juga menyasar ke koperasi dan minimarket. Berjalannya waktu Eko sudah memiliki mobil buat mendistribusikan. Eko juga menggaet pembuat makanan kecil lainnya. Dia akan mengemas ulang dan menjajakan ke jaringannya. Mekrea menyadari untuk membuat variasi jajanan butuh tenaga ekstra.

Usaha dijalankan Eko lantas dilirik pihak bank. Di tahun 2000, ada bank swasta yang mengucurkan dana ke Eko, kredit ringan senilai Rp.75 juta untuk usahanya. Selang 3 tahun nilai kredit Eko tidak pernah berubah. Namun dari segi omzet, bisnisnya naik dari tahun ke tahun bahkan lebih besar dari nilai uang dikreditnya.

Kisaran 2003- 2007 Eko beberapa kali pindah bank, sampai memutuskan menjadi nasabah bank Mandiri. Dia bahkan sudah punya kredit senilai Rp.2,2 miliar. Untuk bisnis UD. Instisari mampu mencapai omzet Rp.2 miliar per- bulan atau Rp.24 miliar- 26 miliar per- tahun.

Eko sendiri ingat betul awal omzetnya cuma Rp.200 juta. Rahasia sukses Eko, ia menjelaskan yakni lewat variasi produk dimana sudah mencapai ratusan jenis, yang semula cuma tiga macam. Perusahaan Eko juga menjual kemasan parsel disaat menghadapi musim Idul Fitri.

Distribusi sudah mencapai seluruh Jawa, dimana ada 5 workshop yang bersebar di Tangerang, Subang, Purwakarta, Kawasan Industri Cibitung, dan Bekasi menjadi kantor pusat.

Produk makanan Eko sudah sampai ke minimarket. Padahal, awalnya, perusahaan kecil miliknya susah sekali masuk ke minimarket. Banyak hambatan persyaratan agar produknya dipajang di etalase. Dimana ia diharuskan mendapatkan rekomendasi dari Indagkop -Industri, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Bekasi.

Ia mengatakan peningkatan kualitas selaras dengan omzet. Dimana sekarang Eko juga membuat bisnisnya tidak cuma produksi tetapi penjualan. Tidak semua produksi juga dilakukan sendiri. Beberapa diserahkan ke keluarga. Sehingga Eko lebih fokus pada pemasaran produk serta mensuplai kebutuhan pasar.

Ke depan usahanya akan termasuk minimarket sendiri. Menurut Nani, kelak ekspansi usahanya akan fokus kebutuhan rumah tangga, hingga penjualan yang fokus ke perusahaan sendiri. Nani berencana mendirikan tiga minimarket di lingkungan sekitar. Nanti karyawan belanja di sana tinggal potong gaji jika tidak ada uang.

Jumat, 10 Maret 2017

Kisah Pengusaha Real Estate Dulunya Tukang Pel

Profil Pengusaha Sidney Torres IV



Siapa seorang Sidney Torres, perjalanan bisnis panjang hingga membawanya di puncak sekarang. Mantan office boy ini kemudian menceritakan rahasia suksesnya. Bagaimana dia bisa menjadi seorang pengusaha dengan banyak bisnis, berawal sebuah perusahaan pengolahan sampah sampai menjadi developer rumah.

Dia mulai dengan menjadi tukang kayu. Torres mulai bekerja dari tingkatan paling bawah. Seperti halnya membetulkan atap rumah. Pekerjaan borongan untuk perusahaan pengembang. Dia juga bekerja menjadi tukang pel lantai, lantas menjadi tukang bersih jendela rumah baru yang akan dijual.

Lama- lama Torres ingin membeli rumah sendiri. Tidak besar kok, cuma rumah kelas menengah yang ia ternyata tidak sanggup beli. Akhirnya dia pulang ke rumah neneknya. Disana, ketika dia mulai curhat akan masalahnya, justru nenek memberikan tantangan 60 hari.
 
Dia bertanya apakah nenek bisa bantu. Sang nenek menjawab akan membantunya. Menyelesaikan masalah asalkan Torres berpikir dulu 60 hari sampai 90 hari. Tentang mimpinya tentang apakah dia masih tetap kepada keputusan awal. 

"Aku akan setuju dan membantu kamu mendapatkan rumah pertama kamu," ujar Torres menirukan nenek.

Bermodal $40.000 hutang oleh sang nenek, bukan membeli rumah pertamanya, dia malah merenovasi rumah sang nenek. Berjalannya waktu, dia juga menemukan cara mendapatkan uang sendiri. Yaitu Torres menemukan perusahaan daur ulang sampah.

Oleh masyarakat New Orleans, Torres lantas dijuluki Raja Sampah, dikenal akan inovasinya memberi bau harum lemon ke produk olahanya. Tidak berhenti disana, dia kemudian menemukan aplikasi smartphone anti- kejahatan di New Orleans.

Detailnya di tahun 2011, dia menjual bisnis daur ulang sampah, dengan uang tersebut dijadikan bisnis lain yakni mengembangkan resort di Bahama. Torres kemudian merubah sebuah rumah kuno dijadikan satu tempat yang menarik turis. Dia memang dikenal sebagai sosok social- entrepreneur dibanding lainnya.

Bisnis real estate


Kelebihan Torres adalah mampu mengajak orang lain. Membangun komunitas, mampu membangunya dia bahkan mampu membangun bisnis real estate lewat situ. Dia membangun rumah kuno, dibelinya lalu dia renovasi. Ambil contoh sebuah rumah singgah yang berdiri sejak 1999, dirubah menjadi hotel 150 kamar.

Dalam jangka waktu 15 tahun terakhir, dia mampu menggandakan portfolio real estatenya mencapai nilai $250 juta, dimana dia fokus membuat klien bahagia. Tahun 2012, dia membeli sebuah resort mewah di Bahama dengan $50 juta, dan membangun 75 vila, dua restoran, dan 40 acre tanah properti lagi di 2013.

Ketika ditanya CNBC: Rahasianya di bidang real estate adalah soal membeli, bukan di menjual. Banyak orang mengira dia akan merenovasi rumah. Kemudian Torres akan menjualnya dengan harga lebih mahal. Banyak orang mengira bahwa dia membuat uang lewat cara tersebut.

Menurutnya membeli rumah, paling baik ialah ketika menemukan lingkungan. Baru kamu harus menego akan harga. Bagaimana menemukan harga yang pantas. Selanjutnya "bang" kamu akan membuat uang lebih banyak. Untuk mencari titik suksesnya butuh mencari- cari tau dahulu, tanya banyak orang tentang tempat itu.

Mungkin kamu akan lebih nyaman bermain menjual. Membeli rumah tanpa tentang lingkungan. Cukup itu strategis kemudian diolah direnovasi ulang. Sayangnya ketika kamu akan merenovasi, terkadang kamu harus membayar lebih sedikit banyak, alhasil terkadang orang akan salah posisi ketika akan menjualnya.

Ketika kejadian Badai Katerin, dia ikutan membantu, dimana banyak rumah hancur dan tentu New Orleans menjadi tumpukan reruntuhan. Dia membawa banyak peralatan, menandatangi kontrak kerja, dan mulai bekerja buat membantu membangun mengolah sampah dari New Orleans.

Torrens memang lebih suka membangun komunitas. Meskipun berbisnis, dia tidak fokus mengejar uang, ia bahkan membagikan uangnya lewat perusahaan investasi. Dia berharap mampu membantu lebih banyak pengusaha. Lewat IV Capital mencoba menolong pengusaha dari hutang bank lewat $20 juat uang modal.

Dia mengajak 22.000 siswa, agar menjadi agen perubahan ekonomi, menjadi suka membaca, dan selalu belajar dari pengalaman. Ketika terjadi gempa Haiti, dia suka rela menurunkan tiga pesawat kargo dengan obat- obatan senilai $300.000.

Kamis, 09 Maret 2017

Membuka Pabrik Jamu Herbal Menado Ngehit

Profil Pengusaha Lientje Mamahit 


 
Bermula era 90 -an, ada seorang pendeta, namanya Lientje MH Mamahit yang siapa sangka akan terkenal sekarang. Dia ditugasi melayani rumah sakit Pancaran Kasih, bidang Pastroan Konseling Catatan Medik dan pengalaman ternyata berdampak. Ia mengerti sekali pentingnya menjaga kesehatan masyarakat kita.

Ibu dua anak ini mengamati betul tentang obat herbal. Berbagai seminar, pelatihan, simposium, diikuti Lientje hingga terasa betul kemampuannya di bidang obat herbal. Pada akhirnya dia mulia merintis usaha jamu herbal sendiri. Berbekal tanaman obat ia temukan sepanjang Sulut, mulai jahe merah, temulawak, manggis.dll

Pengembangan usaha tersebut menemui kendala. Terutama soal permodalan, hingga ia harus lari ke Bank meminta pinjaman. Apalagi usaha dijalankan tergolong rumit. Butuh ijin dari dinas- dinas terkait agar jamu herbal dapat dipasarkan. Minimnya pendampingan tidak membuat Lientje patah arah berbisnis jamu.

Kalau dibilang badan mana paling mendukung, maka pihak Kementrian Pertanian banyak mendukungnya untuk mengembangkan produk. Pertumbuhan bisnis sekarang sudah mencapai 10% setiap tahun. Kalau bahasa sederhananya dulu cuma sekilo sekarang sekarung.

Bisnis adalah perjuangan


Produknya bernama Eufraino, sejak 2000, produksinya mulai dengan 1kh temulawak, jahe merah, dan juga kunyit. Ketiganya dicampur menjadi 30 sachet jamu siap seduh. Jamu instan miliknya kemudian mendapat hak kekayaan intelektual (HAKI) atas produknya, Bu Lin semakin besemangat memasarkan Eufraino lagi.

Tidak puas, dia juga mengajukan sertifikasi halal MUI, dan kesemuanya dikantongi Bu Lin hingga mampu menjual produknya sampai ke beberapa supermarket Manado. Produk mulai 100 gram dan 200 gram yang mana kemasannya sudah Bu Lin berstandar pemerintah.

Produk sendiri ada 20 jenis dipasarkan ke masyarakat. Khusus buat Eufraino 3 in 1, berisi temulawak, manggis, dan jahe merah, pengemasannya didukung Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara, dan mulai dipasarkan ekspor.

Agar memenuhi kebutuhan kesehatan, Bu Lin juga menyediakan standarisasi, meliputi laboratorium kecil, tempat pencucian, juga lemari penyimpanan khusus. Rumah pribadi Bu Lin disulap agar memenuhi apa kebutuhan masyarakat. Penjualan biasanya setiap dua minggu sekali barang distok, disesuaikan kebutuhan.

Penjualan sudah sampai ke banyak supermarket di Kota Manado, ke Multi Mart, Top Mart, Golden dan lainnya. Dengan berbisnis jamu herbal bisa membawanya ibadah sampai Jarusalem, Palestina. Juga bisa buat menyekolahkan anak sampai jenjang universitas.

Bu Lin sangat bersyukur mampu menguliahkan anaknya. Yang tertua sudah menikah, dan anak keduanya nampak tertarik dengan bisnis karena berkuliah jurusan Agrobisnis. Berkat usaha jamu herbal membawa dia ke berbagai acara ke luar negeri. Pengetahuan akan herbal bertambah lewat seminar dan simposium.

Tahun 1996, peraturan pemerintah mengharuskan rumah sakit memiliki tempat untuk herbal, maka dia lah yang diutus mengikuti aneka pelatihan. Dikala melakukan tugas, Bu Lin sempat sakit, ketika ditangani oleh dokter dan disuntik bukannya sembuh malah pingsang -seolah tubuhnya menolah obat kimia tersebut.

Singkat cerita diutus kembali, ia berangkat pelatihan herbal ke rumah sakit Bethesda Yogya. Dari pelatihan tersebut dia membangun usahanya bermodal 1 kilogram temulawak, jahe merah, dan kunyit. Tahun 2004 tugasnya di rumah sekit selesai, ditugaskan ke Gereja Pniel Bahu dan membentuk kelompok tani.

Ketekunan membuatnya diangkat menjadi Direktur Agrobisnis. Pengembangan tanaman obat dilakukan Bu Lin sampai bervariatif. Tahun 2008, dia mengikuti simposium internasional soal temulawak ke IPB, yang mana bertujuan mematenkan temulawak karena kunyit dipatenkan Jepang.

Produkis sudah bisa sampai 30.000 sachet. Tenaga kerja sebanyak 5 orang, juga sudah dibantu oleh anak- anaknya. Pemasaran selain ke penjuru supermarket Menado dan Tomohon. Pesanan juga sudah sampai ke Amerika Serikat dan Inggris.

Bahan bakunya dibeli ke pasar, Bu Lin juga menanamnya sendiri. Karena dia tau bahan baku utama mahal jadi harus ditanam. Namanya Eufraino merupakan nama anak pertama. Dimana nama berasal dari bahasa Yunani yang berarti saling menghidupi. Untuk ke depan prospek herbal masih terbuka luas tutup Bu Lin.

Rabu, 08 Maret 2017

Pengusaha Muda Mabel Sendiri Priyono

Profil Pengusaha Arif Priyono 



Pemuda satu ini bukan sibuk membahasa politik. Tetapi tanganya aktif mengerjakan aneka kerajinan yang eksotis berbahan dasar limbah kayu. Pengrajin asal Desa Gajahan, Kec. Ponjong, Kab. Gunung Kidul, yang bernama Arif Priyono. Ia mengolah limbah kayu dibuat menjadi barang bernilai seni tinggi.

Berbekal limbah kayu, Arif mengaku mampu mengantungi omzet sampai Rp.10 juta per- bulan. Dimana ia mengaku awalnya cuma coba- coba. Eh ternyata, hasilnya malah diluar dugaan, dimana mampu memenuhi kebutuhan dasar Arif.

Usaha tersebut ditekuni sejak tahun 2000 silam. Kayu limbah dipilih karena banyak disekitar rumah. Dia menerangkan kenapa tidak dimanfaatkan. Kan banyak limbah terbuang percuma, daripada cuma menjadi kayu bakar saja. Agar jadi barang jadi dibutuhkan proses pemilahan, memotong kayu, sesuai ukuran dulu.

Ia kemudian menghaluskan, merangkai jadi pola, kemudian ditempel pakai lem kayu. Hasil menjadi aneka wallpaper dinding, tempat pensil, tempat menaruh keris juga bisa, apapun bisa dihasilkan Arif berbekal kayu bekas buat hiasan rumah.

Arif sudah sibuk melayani pesanan lokal. Ke depan, pengusaha muda ini siap untuk memasarkan karyanya sampai ke luar negeri. Pemasaran utama melalui sosial media tentunya. Namanya anak muda pasti punya kreatifitas hingga barang dijualnya tidak sama.

 "Cukup unik dan berbeda dibanding lainnya," ujar salah seorang pembeli.

Di rumah miliknya yang kini disulap menjadi workshop. Arif mengolah kayu bekas dijadikan aneka barang dari kayu bekas rumah atau dapat dari tempat pemotongan kayu.

Senin, 06 Maret 2017

Cerita Pengusaha Dikira Gila Membatik Api

Profil Pengusaha Lugiyantoro 


 
Tradisi membatik sudah tidak lagi kaku. Banyak orang telah mengolahnya ulang, tentu tanpa meninggalkan unsur- unsur kearifan budaya. Tradisi ini coba dipegang oleh Lugiyantoro. Dimodifikasi ulang menjadi teknik membantik tersendiri. Pria 28 tahun asal Bantul, Yogya ini, dikenal sebagai pembatik menggunakan api.

Niat awal memang ingin melestarikan tradisi membatik. Tetapi bagaimana caranya agar dirinya nampak berbeda dibanding seniman lainnya. Ciri khas coba ditonjolkan lewat teknik pewarnaan dengan api. "Saya mencoba membuat batik yang dilukis dengan media api," ujarnya.

Kalau pembatik lainnya memakai malam dan canting. Kalau Lugi, begitu sapaan akrabnya, menggunakan media api menggunakan bahan khusus. Ia menjelaskan bahannya adonan tepung dan formalin, yang lalu ia tambahkan sedikit air.

Produksi Lugi menggunakan bahan kaos, kemudian dia akan membuat desain di atas karton. Begitu sudah dilubangi maka ia akan segera bekerja. Membentuk motif khusus di atas kerta karton dilubangi. Lalu dia akan mengoleskan adonan menurut pola. Selepas itu dia membakarnya hingga menimbulkan warna di atas.

Awalan, tunggu hingga adonan kering, barulah dia akan mengoleskan api di atas adonan siap. Ia bercerita butuh waktu tiga tahun hingga menemukan tekniknya. Cara membekarnya menggunakan alat khusus hasil modifikasi. Alat berbahan botol bekas, kemudian diisi sumbu dan minyak untuk bahan bakar.

Batik unik


Dengan mengolah bahan kain putih, dia menciptakan kontras warna membentuk kambar motif. Karena adaseum.prosesnya lama makanya produksi juga lama. Harga dipatoknya lumayan yakni Rp.200 ribu sampai Rp.500 ribu untuk 1,5 meter kain. Lugi mengaku belajar membatik secara otodidak lewat datang ke museum.

Inspirasi Lugi dalam berbantik adalah Pak Joko Sudadiyo, seorang pelukis batik. Dia menceritakan sosok yang dikenal dengan nama Joko Pekik, sudah tidak bisa dielak lagi salah satu maestro. Karyanya sudah sampai ke Eropa lewat melukis. Dia lah yang menyarankan Lugi untuk mencoba melukis batik saja.

Ia kemudian memikirkan bagaimana menjadikan identitas. Bagaimana agar dia bisa membatik, banyak cara dia lakukan untuk meningkatkan kemampuan. Kemudian dia mencoba melukis batik di atas kertas dulu. Ia kemudian tertarik untuk membuat di atas kain. "Saya coba buat dan eksperimen? " tutur Lugi.

Ia memanfaatkan api kecil atau sentir untuk menggoreskan pola. Penggunaan malam ternyata kemudian ia tambahkan agar terjadi perpaduan warna. Teknik ini menghasilkan warna coklat seperti terkena malam. Dia mengatakan proses pembuatan sampai lima hari.

"Waktu melakukan eksperimen buat bati api sempat gosong beberapa kali," kenangnya. Namun tekat kuat membuatnya tidak pantang menyerah. Akhirnya Lugi menemukan teknik tepat agar tidak terbakar. Ketika dia akan menjual hasil karyanya tersebut, bukannya didukung, teman- teman menyebutnya gila!

Pria kelahiran Bantul, 11 Desember 1988, ini malah dianggap aneh dan gila. Tekat dia kemudian ikutan ajang Festival Kesenian Yogyakarta (FKY), pada November 2016 silam, dan ternyata banyak orang minat untuk membeli karya Lugi. Banyak orang melihat ketika dia mulai membatik api kemudian ada pesanan datang.

Mulai diminati orang, seketika semangat Lugi menghilangkan pikiran dianggap gila. Seorang pengusaha harus siap dianggap gila. Uang Rp.900 ribu, lulusan SMA Muhammadiyah 1 Bantul tahun 2008 ini, lalu menjual 10 kaos batik dan 3 kemeja batik dalam kurun waktu 1,5 bulan, dimana totalnya Rp.3,35 juta.

Dibantuk Dakernas atau Dewan Kerajinan Nasional Bantul, dia mendaftarkan UMKM -nya menjadi badan resmi. Bisnisnya mulai moncer dan berminat untuk mematenkan produk buatannya. Dia berharap semakin dicintai produknya. Dia berharap orang mengenal batik api sebagai karyanya, kalau perlu sampai ke Eropa sana.

Minggu, 05 Maret 2017

Boneka Lumut Planter Craft Hasilkan Jutaan Rupiah

Profil Pengusaha Faldi Adisajana 


 
Menjadi pengusaha di bidang agrari memang tujuannya. Faldi Adisajana, merupakan mahasiswa semester 5 Fakultas Pertanian, Jurusan Agrobisnis, Universitas Padjajaran. Berawal dari ide tentang sebuah teknik menanam asal Jepang bernama Kokedama. Ia lantas melihat prospek bisnis apalagi di daerah tropis.

Tanaman yang kadang terlihat menjijikan, karena licin dan lembab, diubahnya menjadi boneka- boneka lucu buat menanam tanaman. Bonek lumut Fadli mengambil lumut hutan maupun lingkungan sekitar. Ia sukses menjadi pelopor media tanam berbentuk bola imut.

Sukses Yotube


Berawal sebuah video You Tube, tentang bagaimana cara menaman lewat Kokedama, Fadli yang kebetulan mahasiswa agrobisnis berkreasi. Tidak mudah loh memulai membuat produk contoh. Untuk proses balajar termasuk belajar dari para petani lumut.

Mereka juga menjadi penyuplai bahan utama produk Faldi juga. Petani lumut lembang, sedangkan buat aksesoris tambahan dibeli awalnya di Nusa Tenggara Timur. Barang prototipe tersebut kemudian dijualnya seharga Rp.50 ribu- 75 ribu.

Jika di Jepang -Koke yang artinya lumut dan Dama yang artinya bola- digunakan sebagai media menanam bonsai. Ditanga Faldi logika dibalik bahwa bisa buat tanaman lainnya. Inilah awal lahirnya bisnis bernama Planter Craft. Uang dikeluarkan Faldi terbilang kecil yakni Rp.200.000 untuk membuat badan.

Selanjutnya, untuk lumut dan tanah, dia akali dulu sebelum membeli ke petani. Produk pertama Faldi itu berbahan lumut hutan gratis dan tanah sekitar rumah. Untuk bahan meliputi tanah, serabut kelapa, kerikil, dan lumut tentunya. Disatukan kemudian dijahit tipis membentuk bonek lucu, imut, bisa ditanami itu.

Tanaman diatasnya adalah akeseoris tambahan. Tinggal kamu tambahin mata aja seperti boneka. Langkah selanjutnya bisa menambahkan kabel sebagai tangan. Tanaman ditanam di atas bonek lumut tersebut juga seperti anggrek, kaktus, tanaman sekulen, kembang goyang atau bonsai sendiri.

Kegunaan benang ada buat merangkai kesemuanya. Dengan cara dibenangkan nantinya merekatkan antara lumut dan medianya. Jika sudah rekat sudah bisa dilepas benangnya. Soal lumut ternyata ada kekhususan sendiri agar sukses. Yakni bahan lumut harus lumut tebal yang memiliki kelembapan tinggi.

Dia juga mendapatkan suplier lumut dari Tangkuban Perahu, Jawa Barat. Untuk bibit tanaman diperoleh dari Lembang. Memakai lumut berarti tanaman akan tumbuh lambat. Tetapi karena sifat lumut yang lembab menyimpan air, alhasil perawatan menjadi lebih ringan jadi memang saling menutupi kelemahan.

Produknya menonjolkan bentuk boneka sebagai faktor utama. Tanaman besar dihargai lebih seperi buat tanaman anggrek di atas lumut, harganya sampai Rp.150- 180 ribuan. Pokoknya semakin mahal tanaman hiasnya maka akan semakin mahal harga jualnya.

Perjalanan bisnis


Sebelum membuka bisnis boneka lumut, Faldi sudah terlebih dulu mengerjakan proyek bisnis lainnya. Ia memang gemar berbisnis apalagi bidang agri. Dia pernah berjualan tanaman Succulent dan Kaktus ditanam di atas  pot kayu. Di saat dipamerkan ke Event Car Free Day Dago, responnya kok tidak sebesar harapan.

Cita- cita awal seorang Faldi adalah desainer. Mangkanya, awal kuliah, ia sempat akan menetap di jurusan Desain Komunikasi ITB, tetapi gagal masuk. Melompat minatnya jatuh kepada agribisnis, tetapi jiwanya dalam berkesenian tetap ada. Jadilah gabungan tiga hal yakni seni, bisnis, dan agribisnis membentuk diri.

"Saya sejak kecil saya suka gambar dan beberapa hal tentang seni," tuturnya kepada Amazingbandung.com.

Kenapa berbisnis karena ingin menyalurkan ilmunya. Karena memang mengambil agrobisnis, mangkanya ya dia berbisnis tanaman hias, alasa lainnya karena suka tanaman hias. Tanaman hias buatan Faldi memakai kayu limbah menjadi bahan tanam.

Bisnis Plantercraft adakah dikorbankan seorang Faldi. Ya dia berkorban waktunya karena memang sewaktu menjalankan bisnis masih kuliah. Apalagi bisnis Plantercraft tengah naik daun. Jadi Faldi tidak mau untuk membuang kesempatan maskipun berpengaruh ke kuliah. Mumpung ada kesempatan nih tetap dilanjutkan bisnisnya.

Dia berpikir kalau dia memilih lulus. Kan kesempatan seperti ini bisa saja tidak terjadi lagi, jadi dia tetap berbisnis bahkan menjajaki masuk pasar ritel. Bayangan seorang Faldi adalah menjadi bisnisnya sampai go internasional. Pelan- pelan skripsi dikerjakan sembari berbisnis dan mengisi aneka acara seminar bisnis.

Sempat diprotes karena bisnisnya dianggap mengotori. Toh pada akhirnya, Faldi mendapatkan dukungan penuh dari keluarga. Apalagi ketika mereka menyadari prospek bisnis tengah dijalankannya. Berawal dari ide iseng kemudian mencoba dipasarkan ke sosial media, eh ternyata tanggapan orang melebihi harapan.

Ketika baru mulai beberapa minggu dengan sedikit foto. Tiba- tiba datang banyak orang dari televisi buat wawancara. Bisnis Faldi boleh dibilang mendapatkan promosi besar gratis. Dari televisi kemudian datang event organizer datang meminta bantuan buat mendekorasi dengan bahan lumut.

"Dekorasi ini saya dibayar Rp.10 juta sekali dekor," terangnya.

Dalam sebulan dia mampu menghasilkan 1000 buah. Dimana produk tersebut sudah dipajang di etalase Carrefur Kota Bandung. Bahkan dia diajak untuk mengikuti pameran ke Thailand dan Korea Selatan. Dia mengatakan produknya kebanyakan dibeli buat souvenir pernikahan.

Mengikuti pameran bisnis hingga berminggu, apa yang didapat adalah pesanan 500- 1000 buah buat untuk souvneri pernikahan. Penjualan yang terus meningkat maka ia mampu mengantungi omzet sampai Rp.50 juta dalam sebulan. Bahkan yang terbaru dia tengah menjajal proyek perpustakaan lumut di atasnya.

Penjualan dilakukan secara langsung, juga melalui online lewat www.plantercraftblog.com, dimana kamu bisa datang ke workshopnya di Jl. Sukagalih No. 58, Keluragan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Jawa Barat. Pemasaran lainnya yakni lewat Instagram Plantercraftbdg.

Perawatan lebih mudah menjadi pilihan orang dengan bisnis ini. Cukup bonekanya direndam air selama 3- 4 menit, oleh karenanya cocok buat media pendidikan anak- anak nih. Tidak berhenti di bisnis, dia juga mulai aktif di materi sosialnya, contohnya mengajak anak- anak belajar membuat boneka tanam lumut ini.

Sisi sosial lainnya, selain mempekerjakan pegawai, juga mengajak anak panti untuk mengerjakan produksi yang kemudian hasilnya disumbahkan. Tidak cuma memberikan uang tetapi juga ilmu pengetahuan. Saran buat pengusaha muda: Mulai lah berbisnis sejak usia dini, kan walaupun gagal masih disuport orang tua.

Jumat, 03 Maret 2017

Pembuat Kue Brownies Natal Semarang

Profil Pengusaha Cisilia Tia Realita 


Membuat aneka kue merupakan pekerjaan Cisilia Tia Realita. Pengusaha kue asal Semarang ini dikenal akan kue brownies manisnya. Sang mama muda mengkhususkan dirinya berjualan kue natal. Kue brownies bertema natal tersebut mengundang banyak orang berminat.

Tidak cuma orang nasrani loh, kemampuan Cisilia mengolah manisnya kue membuat produk buatannya digemari semua orang. Tangan lincah tersebut cepat mengolah kue brownies. Toping cantik bertemakan natal warna- warni, Cisil tidak fokus ke natal, tetapi nuansa warnya memang mengesankan tersebut.

Brownies buatanya digemari banyak orang. Bahkan dipesan oleh masyarakat luar Semarang, ibu muda dua anak tersebut kemudian memasarkan produknya ke sosial media. Istimewanya kue brownies meliputi rasa juga kok. Ia punya teknik sendiri agar produknya makin lezat.

Percaya atau tidak, dia menggunakan kedua tangannya buat mengaduk adonan, dan buktikan bahwa rasanya lebih enak. Tujuan pengedukan tersebut juga punya maksud lain. Yakni permukaan akan terlihat mengkilap ketika diaduk dan kue buatannya memadukan antara rasa manis dan gurih.

Kue tersebut dibandrol seharga Rp.35.000 untuk ukuran kecil, dan ukuran besarnya seharga Rp.60 ribuan.

Sukses Bengkel Cilacap Besutan Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Jayusman, Rizal, dan Ade



Munculnya pengusaha muda memang membahagiakan. Mereka yang muda memberikan aspek berbeda di bisnis baru, maupun bisnis yang sudah ada. Tidak terkecuali anak muda asal Cilacap, Jawa Barat. Ambil contoh dua orang kawan Jayusman Widodo dan Khoerur Rijal, dua anak muda pemilik Djaya Motor.

Mereka membuka bengkel motor, yang mana merupakan hobi mereka, istilahnya menyalurkan hobi sambil berbisnis. Djaya Motor meletakan strategi berbisnis rapih dan bersih. Diliat dari tempat serta pelayanan mereka yang teliti menangani motor.

Berkat dukungan teman- teman bengkel mereka mulai menarik perhatian. Mereka mampu mengantungi pendapatan Rp.80 ribu- Rp.150 ribu. Teman- teman menjadikan juga bengkel mereka tempat nongkrong. Jayusman dan Rizal sudah menganggap mereka pelanggan mereka sendiri.

Mereka memang ingin menjadi pengusaha muda. Dan, untuk mencapai hal tersebut, mereka menyadari siap untuk menghadapi segala rintangan. Karena memang passion mereka, mangkanya apapun rintangan mereka buat senang menjalankan tantangan ke depan.

Terlebih nih kalau usaha dijalankan sudah menghasilkan. Orang tua mereka juga memberikan dukungan buat kedua pengusaha muda tersebut. "...agar kami serius wirausaha," ujarnya.

Lain cerita pengusaha muda Ade Izatul Kholiq, pemilik bengkel Dekilz Motor yang memili cara lain buat memanjakan konsumen. Ade memberikan layanan nyaman. Pelanggan mendapatkan minuman gratis, di bengkelnya juga punya dapur, kemudian karena target bisnisnya anak muda ya jadilah tempat basecamp.

Anak muda akan berkumpul mendiskusikan sesuatu. Mereka berkarya sambil menyervis motor mereka masing- masing.

Baik Jayusman dan Rizal, ataupun Ade merupakan perwujudan anak muda sekarang. Mereka yang tidak takut mencoba hal baru. Mereka wirausahawan muda mencoba mengambil jalur berbeda. Oleh karenanya mereka pantas mendapatkan penghargaan dari PT. Pertamina Lubricants lewat Enduro Students Program.

Kamis, 02 Maret 2017

Mendesain Kayu Pinus Menjadi Perkakas Ajaib

Profil Pengusaha Ivan Yahya Adhieteja 



Pengusaha muda satu ini menciptakan desain sederhana. Tetapi justru dibalik kesederhanaanya, Ivan Yahya Adhieteja, mampu menciptakan hal berbeda dibanding orang lain. Ivan menciptakan aneka produk- produk sederhana bermanfaat berbahan pinus hingga jati. 

Furnitur sederhana tersebut dibuat untuk kebutuhan para pengusaha kafe. Sebut saja produk yang menarik dia miliki sebuah pot kaktus mini. Ya pot tersebut berbahan kayu yang eksentrik, cocok buat dipasang di tempat- tempat gaul dan easy going. Mimpi Ivan adalah menjadi seorang design- entrepreneur muda dan sukses.

Aneka produk meliputi pot, akesesoris ponsel, lampu meja, tempat tisu hingga kursi. Harga juga variatif dan lumayan terjangkau yakni Rp.25 ribu- Rp.900 ribu. Dibawah naungan startup bisnis bernama Izemu dan Ivan mampu meraup omzet sampai puluhan juta hingga ratusan.

Bisnis startup


Awal produk dipasarkan ke berbagai kesempatan. Utamanya mengikuti aneka pameran lewat brand sendiri yakni Izemu. Orderan datang mulai buat memenuhi ruang kantor hingga ke rumah. Bahkan nih, lewat Ivan masuk ke pameran terus, dia lebih banyak dapat proyek sekala menengah buat desain interior perkantoran.

Proyek deseriusin, Ivan mulai berniat membesarkan brand Izemu miliknya. Orderan pertama dia dapatkan Rp.100 jutaan, dimana dia menginvestasikan ulang uang tersebut, dibelikannya 8 buah mesin, harganya juga variatif, antara Rp.10 juta, sampai Rp.4 juta.

Lulusan desain produk RMIT University di Melbourne Australia ini, mengatakan bahwa produk dibuatnya awal menggunakan bahan pinus dan jati. Sebagai catatatan nih teman, dia membelinya langsung ke pihak Perhutani, kemudian diolah menjadi landasan buat aneka produk menarik Izemu.

Ide bisnis adalah membuat aneka produk keseharian. Mulai produk interior dan aksesoris rumah tangga sampai ke perkantoran bisa. Proses lumayan lama sampai setahun barulah produk Izemu dikenal. Butuh waktu buat branding dan desain.

Jika sebelumnya, Ivan lebih fokus mengejar proyek, untuk selanjutnya mengejar penjualan aneka produk dari bahan pinus. Produk dijual mulai Rp.50 ribu- Rp.300 ribu, untuk barang yang ukurannya jauh lebih besar akan lebih mahal yakni Rp.800 ribuan.

Produk populer menurut Ivan ada seperti baki dan kursi kayu juga. Pemasaran juga melalui aneka pameran seperti Inacraft dan sejenisnya. Omzetnya mencapai Rp.20 juta- Rp.30 juta setiap bulan. Untuk produk ia sekarang mampu menembus ke gerai- gerai besar di mal.

Dimana Izemu bisa ditemukan di 7 toko beberapa mal. Salah satunya di kawasan Kemang Village, lainnya produk Izemu juga dijual lewat website Izemu.com, dan Whatsapp 08892720400, dan juga Instagramnya di izemudesign.

Sukses meramu bisnisnya, Ivan masuk dalam jajaran finalis Shell Live Wire 2014.  Mimpinya sebagai seorang design- entrepreneur nampaknya sudah berjalan. Ini merupakan gabungan antara pengalaman jadi product designer seperti latar pendidikannya, dan bagaimana kesenangan berjualan.

Ivan memang senang bereksperimen menghasilkan desain khas. Dia menargetkan bagaiman menciptakan produk- produk yang beda sulit dikejar kompetitor. Ivan memanfaatkan sumber daya alam hayati Indonesia yang mana penyelesalainnya lewat sistem waterbase yang aman dan ramah lingkungan.

Jumat, 24 Februari 2017

Manisan Carica Enak Sukses Al- Fath

Profil Pengusaha Mudhofi 


 
Mencari sumber penghasilan sendiri. Mudhofi, guru mengaji, melihat pencerahan dibalik kekayaan alam Dieng. Buah carica ternyata memberikan peluang usaha. Menghasilkan rupiah lewat para pelancong yang datang ke sana. Dia tidak sendiri tetapi bersama membangun ekonomi daerah tempat tinggalnya.

Peluang bisnis manisan cerica tidak disia- siakan. Buah yang mirip pepaya bentuknya, tetapi manis rasanya ini, memang memiliki cita rasa khas tidak ada pada buah lain. Kesempatan tersebut diambil guru mengaji Pesantren Alfattah, Desa Petak Banteng, Kec. Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

Bersama pengurus anggota pesantren lainnya, dibantu oleh warga desa, lantas membentuk koperasi untuk mendukung para petani buah carica. Diolah diproduksi menjadi aneka manisan buah carica. Manisan itu kemudian dikirim ke berbagai Kota, seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang.

Perjalanan bisnis tidak selamanya lancar. Pernah berhenti produksi, karena arus keungangan yang keteter karena terseret ke pihak agen. Mereka para agen penjual telat bayar, bahkan banyak yang tidak bayar dari penjualan manisan Al- Fath. Kejadian tersebut tahun 2014, kemudian dia tangani dan berjalan akhir tahun.

Produksi setiap hari mencapai 60kg buah carica. Itu dibuat bermacam manisan dengan aneka rasa. Satu pengalaman pelatihan magang sebuah UMKM di Jakarta. Mudhofi mengkreasikan aneka rasa, dari lemon, terong belanda, sampai original.

Manisan dijual Rp.20.000 berisi 6 cup, dan Rp.35.000 berisi 12 cup. Satu cup iru isinya 115 gram buah carica, proses produksi oleh 20 orang santri Pesantren sendiri. Omzetnya kata Mudhofi masih kecil, yakni Rp.30 juta, dimana uang untungnya buat Yayasan Pesantren yang mengandalkan pemasukan warung.

Sekarang ada carica, lumayan menambah pendapatan kas Pesantren ujarnya. Pesanan makin tinggi dimana dari Semarang, ambil contoh, ia mengirim sampai 300 dus. Jualan juga melalui sistem online tetapi ya belum efektif lebih mengandalkan keagenan.

Kamis, 23 Februari 2017

Membuat Cemilan Enak Dijadikan Usaha Widayati

Profil Pengusaha Sampingan


 
Tidak disangka usaha sampingan tersebut berbuah sukses. Berawal iseng menemukan resep- resep camilan ringan. Widayati kemudian mulai membuat usaha sendiri. Bisnis tersebut dirintis sejak dia tinggal di Pontianak, Kalimantan, pada 2008 silam.

Jujur Wida tidak bisa memasak loh. Keinginan memulai usaha membuat dia belajar. Berbekal resep dari koran dimulai lah jarinya bekerja. Ada resep kue carang berbahan ubi. Ia coba buat dan berhasil. Lalu dia tawarkan ke Megamall Pontianak yang belum seramai sekarang.

Dia titipkan ke warung- warung, kemudian toko jajanan dan oleh- oleh. Hasilnya positif, orang suka akan hasil olahan Widayati. Melihat potensi besar dia mulai mengejar bisnis tersebut. Dibantu sang suami, mereka mencoba memproduksi lebih banyak dan lebih variatif membuat camilan.

Bermodal uang Rp.50 ribu, kini, dia mampu mempekerjakan lima orang karyawan. Dimana nanti produk camilan buatanya ke berbagai daerah termasuk ke Jakarta. Produk racikan Widayati memang sedap cocok dilidah siapa saja.

Dulu mereka sempat minder akan usaha mereka. Masih ada rasa ketakutan kalau mau meminta pinjaman ke Bank. Terutama sang suami, yang melarang Wida mengambil pinjaman ke pihak Bank. Hingga bisnis mereka mulai stabil, akhirnya suami Wida mengijinkan untuk mengambil KUR karena bunganya kecil.

Mengambil pinjaman mendapatkan binaan. Bisnis Wida lalu masuk dalam naungan mitra binaan PT. Bank Negara Indonesia Tbk, dengan cuma berbisnis camilan omzet dicapai Wida sampai Rp.50 jutaan. Untuk pemasaran lebih memasarkan lewat marketing digital.

Untuk sekarang, pengusaha wanita ini, ingin menambah produksi lewat ikut program Rumah Kreatif Badan Usaha Milik Negara (RKB) Pontianak. Percuma kan kalau marketing Wida bagus, dapat buat memenuhi permintaan

Selasa, 21 Februari 2017

Macam Camilan Minang Bisnis Mengenyangkan

Profil Pengusaha Mimi Sivia 




Sambil kuliah tidak ada salahnya membuka usaha. Sambil kuliah S- 2, Mimi Silvia, menemukan ide buat bisnis makanan ringan Minang. Eh, ternyata, menjadi usaha menjanjikan buat masa depan Mimi. Camilan khas Batusangkar, Sumatra Barat, dikemas modern oleh mahasiswi S-2 Universitas Indonesia ini.

Keinginan membuka usaha ditengah kuliah lagi. Tepatnya pertengahan 2016, ada perasaan ingin membuat satu usaha melihat kelebihan daerah asal. Di Batusangkar, memiliki kelebihan oleh- oleh khas, dan tidak cuma rendang.

Inilah alasa Mimi menggeluti usaha sekarang. Dia ingin mengangkat lebih dibalik kuliner Minang. Disisi lain nama kuliner Minang sedang ngetrend. Mampu mendorong Mimi untuk berbuat lebih. Langsung dari ide bisnis tersebut pilihan promosi jatuh pada bisnis jualan online.

"Kepikiran saja jual oleh- oleh khas Minang online," paparnya. Didukung koneksi banyak, dari karyawan swasta hingga mahasiswa, di Jakarta sampai Depok. Beda dengan pengusaha pada umumnya. Mimi lebih memilih memesan langsung ke Batusangkar.

Melalui usaha dia berharap memberi lebih ke Batusangkar. Minimal mendukung, mempromosikan kuliner khas daerah, serta memberikan peluang usaha kepada masyarakat. Ia menjamin produk dijual adalah hasil olahan keluarga Mimi asal Batusangkar.

"Kasihan pasar tradisional di sini pedagangnya suka ngeluh," terangnya kepada Detik.com

Aneka produk mulai ikan bilih sambal hijau- merah, serundeng kentang atau talas, rendang telur, rendang daging, rendang belut, rendang kerang, dan banyak lagi. Pokoknya semua kuliner khas Minang, asal daerah Batusangkar, dikemas Mimi kemudian dijajakan.

Kemudian dikemas menarik dengan nama O- NE (dibaca o ne) atau dalam bahasa Minang artinya "Uni", yang mana merupakan sebutan buat perempuan Pariaman. Dikemas higenis, modern, serta memiliki warna menarik perhatian pembeli. Pembuatan juga menunggu pemesanan, jadi produk baru dikirima langsung.

Bumbu tanpa bahan pengawet, umur produk mampu bertahan 1- 3 bulan. Pemasaran lewat Instagram, lalu Facebook, dan Path Pribadi. Awal dia menghubungi teman- teman buat pemasaran, koneksi semua dia hubungi, dan jualannya lewat WhatsApp.

Pengenalan awal lewat broadcast WA, lumayan kan, Mimi punya 2000 koneksi di sosial media tersebut. Ia mengatakan sementara pembeli kebanyakan Jakarta dan Bandung. Kemudian pembeli memborong dan membawanya ke Belanda, Australia, Inggris, dibeli teman- teman atau kenalan yang tengah kuliah di luar negeri.

Pasar mulai anak SMA, mahasiswa, sampai pegawai kantoran. Kemudian ada dosen yang menawarkan diri menjadi reseller. Produk Mimi juga digaet oleh pemerintah daerah, dipromosikan jadi salah satu UKM terbaik daerah. Omzet puluhan juta, dimana modal tidak mau setengah- setangah yakni sampai Rp.10 juta.

Paling mahal menurut Mimi, ada di bahan baku produk, soal kemasan serta hal- hal teknis cuma beberapa juta. Memang produk Mimi dijual lumayan yakni Rp.200- 280 ribu buat aneka rendnag, ikan bilih sekitar Rp.220 ribu- 250 ribu, rendang telur dan serundeng Rp.15- Rp.40 ribu -tergantung ukuran kemasan dibeli.

Penjualan sudah mencapai kisaran 400- 500 bungkus perbulan. Dengan aneka produk pilihan, Mimi bisa meraup lebih banyak pasar, dimana produk andalan ikan bilih dan rendang. Fokus ke depan, Mimi ingin kebih banyak menggaet reseller, dan membawa terbang produknya ke luar negeri terutama Malaysia.

"Selain itu bakal launching web oneminang.com," tutupnya.

Artikel Terbaru Kami