Pengusaha Paling Dibenci Amerika Martin Shkreli

"Saya selalu ingin memulai perusahaan publik dan membuat banyak sekali uang," satu quote Shkreli.

Biografi Mualaf Cantik Pengusaha Batik Trusmi

"Semua pengusaha punya jatah gagal," optimisnya.

20 Wirausaha Muda Mandiri 2015

Untuk kategori industri, perdagangan dan jasa 1. Juara 1: Gita Adinda Nasution (Kolagit -obat diabetes dan komplikasinya) 2. Juara 2: M Zulqarnain A R (Iwearzule -custom clothing) Untuk kategori boga 1. Juara 1: Filsa Budi Ambia (Peyek Kepiting -jajanan peyek daging kepiting) 2. Juara 2: Martalinda Basuki (UD Klasik -minuman coklat murni)

Profil Dea Valencia Pengusaha Batik Kultur

"Desainernya saya sendiri padahal nggak bisa gambar. Imajinasi. Saya ada satu orang yang diandalkan, kerja sama dengan saya. Apa yang ada di otak saya transfer ke dia untuk dijadikan gambar," kata Dea.

17 Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes

Retail and Ecommerce 1. Carline Darjanto, 28 tahun, Entrepreneur 2. Merrie Elizabeth, 28 tahun, CEO dan Creative Director Blobar Salon 3. Yasa Paramita Singgih, 20 tahun, Pendiri dan President Men's Republic 4. Ferry Unardi, 28 tahun, salah satu pendiri dan CEO Traveloka

Selasa, 23 Mei 2017

Denim Bekas Bisa Dijadikan Kacamata Gaya

Profil Pengusaha Jack Spencer dan Alex Boswell 


 
Dibanding kamu membuat denim bekas kamu. Kenapa tidak mendaur ulangnya menjadi barang berguna. Ini adalah kisah dua entrepreneur bernama Jack Spencer dan Alex Boswell. Bisnis mereka itu diberi nama Mosevic, yang mana mereka berdua juga pernah berbisnis semacam ini.

Bayangkan mereka merubah denim bekas menjadi kacamata. Koleksi mereka bernama Signature Denim dan Worn Sun Glass merupakan produk laris loh. "Kami membeli denim rusak dari tempat jualan barang bekas untuk amal," tutur Spencer.

Mereka mendapatkan uang buat membiayai kegiatan amal. Uang dari penyumbang pemilik pakaian bekas kemudian digunakan amal. Nah, tidak semua bisa terjual, justru Mosevic membeli yang tidak terjual. Yaitu pakaian denim yang sudah terlanjur rusak atau tidak pantas dipakai lagi.

Caranya adalah menumpuk denim menjadi bentuk. Semua dibuat dengan bahan resin sintetik. Dan nanti akan menciptakan bahan baru yang disebut denim keras. Selanjutnya, dengan komputer, pemotongan dan bentuk tekstur dipertahankan.

Bisnis ajaib


Dengan bantuan kompyter pemotongan akan rapih. Tinggal dipasang frae saja kan. Selain bahannya ramah lingkungan, keren, ternyata produk ini ringan. Setiap produk satuanya unik karena merupakan bahan dari pakaian orang yang berbeda. Ada sejarah tertempel pada tektur setiap denim meskipun sama bahannya.

Proyek ini dimulai Juni 2015 berbekal donasi KickStarter, tapi sebenarnya sudah jauh sebelumnya yaitu empat tahun penelitian.

Spencer memang sangat passion kepada kacamata. Meskipun dia tidak memakai kacamata. Tetapi pikiran dia ingin memulai perusahaan kacamata. Untuk menjadi laris manis, maka dia berpikir caranya agar beda dari kebanyakan orang. Dia sudah pengalaman membuat aneka hal berbekal bahan kimia komposisi.

Hingga dia sadar bahwa resin ternyata bisa digunakan pada bidang kain. Jika kacamata matahari adalah produk mewah, maka ini minimalis, dan mereka berdua sadar bahwa bisnis mereka merubah cara hidup kita dalam memanfaatkan produk daur ulang.

Dan ketika orang suka akan produk mereka, maka pakaian bekas untuk dibuang diminimalis. Kita jangan sampai menjadi generasi pakai- buang. Mereka termasuk entrepreneur yang memahami bahwa menjadi biang perubahan itu harus. Tetapi mereka sadar bahwa mengemas produk sebaik mungkin agar laku dijual.

Tetapi mereka juga ingin kemasan minimalis. Efesiensi tidak cuma pada produk, tetapi kemampuan dalam penjualan lewat internet. Mereka bergerak dari organisasi amal ke perusahaan besar yang punya limbah. Mereka ingin mengubah produk lawas tidak laku terjual.

"Kami berharap produk kami akan meningkatkan kesadaran akan limbah fashion," tutup Spencer.

Minggu, 21 Mei 2017

Menjadi Agent Tagihan Bersama Ruma Buat Rakyat

Profil Pengusaha Aldi Haryopratomo 


 
Namanya Aldi Haryopratomo pengusaha muda bidang sosial. Pemuda yang kini sudah berusia matang, 32 tahun, merupakan kelahiran Jakarta, Indonesia. Merupakan anak orang berada tetapi tidak membuat dia jadi sosok arogan. Pasalnya semenjak usia dini sudah berteman dengan anak- anak yang ekonominya susah.

Empati Aldi kecil tumbuh dengan kesadaran akan lingkungan. Dia tinggal di perumahan untuk pegawai pemerintah. Dimana sekitarnya merupakan kampung- kampung keci. Di sana, justru dia menemukan banyak teman, meskipun lahir dari keluarga berkecukupan bermain ke kampung itu menyenangkan.

"Pengalaman tinggal di dua dunia sangat membentuk saya tumbuh," ujarnya.

Tetapi tidak akan berhasil tanpa orang tua. Dia ingat betul bagaimana dia dan kakaknya dibentuk. Oleh kedua orang tuanya menjadi sosok pengajar kehidupan. Ayah Aldi merupakan pegawai kontraktor khusus membangun jalan negara. Menurut ajaran ayah pekerjaanya adalah untuk membantu hidup orang banyak.

Ayah Aldi percaya bahwa jalan dibangun akan mendorong ekonomi. Semangat membangun tidak cuma buat uang tetapi membangun kehidupan masyarkat Indonesia. Ayah Aldi pekerja keras dengan alasan mulia tak cuma sekedar mencari uang.

Bertahun- tahun Aldi terinspirasi sang ayah. Bagaimana dia juga bisa membangun masyarakat. Tentu saja dengan caranya sendiri. Selepas sekolah menengah di Jakarta, dia melanjutkan ke Amerika, yaitu kuliah jurusan ilmu komputer di Purdue University, Indiana.

Selepas kuliah dia bekerja menjadi teknisi keamanan untuk Ernst & Young. Kemudian dia mengerjakan bisnis untuk UKM bernama Kiva. Dimana Aldi berkeliling Indonesia dan Vietnam, ke pelosok, cuma buat mewujudkan idealismenya. Selepas itu Aldi memilih melanjutkan program MBA ke Harvard Business School.

Bisnis kembali


Tidak berhenti berbisnis sosial. Langkah selanjutnya Aldi ialah Ruma. Dimana dibiayai oleh perusahaan besar Silicon Valley. Dan didukung perusahaan besar asal Indonesia Gunung Sewu Kencana. Ruma lalu mempekerjakan 512 orang, dimana sepertiganya adalah agen lapangan, sisanya bekerja di kantor Jakarta.

Pengusaha muda satu ini bukan mencari uang. Tetapi justru membantu orang lain, sebaik mungkin, agar bisa mendapatkan uang. Pengalaman menjadi pegawai di perusahaan pembiayaan UKM. Maka pada 2009 dia siap meluncurkan bisnisnya sendiri sejenis.

Ruma menyediakan bagi 30.000 perusahaan kecil di seluruh Indonesia kesempatan berbisnis. Mereka akan membantu masyarakat untuk mengakses servis, membayar tagihan, mencari lowongan, dan semuanya dilakukan cukup di aplikasi mobile mereka.

Kemudian para agent merupakan toko- toko kecil yang menawarkan jasa. Ambil contoh sebuah warung dimana orang tidak cuma membeli rokok, tetapi bisa membayar listrik. Dimana dia mengambil inspirasi data Bank Dunia bahwa hanya 16% orang yang memiliki akses ke internet.

Dia selalu memberi semangat kepada agentnya. Mereka pantas mendapatkan hasil dari kerja keras mereka. Hal paling berarti adalah dikelilingi orang yang melakukan hal berarti. Dia beranggapan akan gampang kita sukses jika dikelilingi tim kerja hebat yang memiliki passion pada usaha mereka juga.

Kepercayaan Aldi begitu besar, bahkan tidak segan meninggalkan pengelolaan kepada mereka. Tidak cuma sebentar tetapi sampai dua minggu pergi. Aldi pergi ke pelosok berbekal sepeda motor dan tentu tidak lah mudah dihubungi untuk sekedar meeting.

Apa yang dilakukannya di luar kantor?

Ia akan mengunjungi agent Ruma. Dia akan aktif bertanya kesan dari agent dan juga pelanggan mereka. Dia beranggapan membangun kekuatan dalam mengambil keputusan adalah hal terpenting. Guna menciptakan itu pengusaha harus tau bagaimana perasaan pelanggan, bagaiamana mereka berpikir, rasakan, dan akhirnya butuhkan.

Dia berpikir jika kamu mau jadi anak muda ambisius. Baiknya jangan cuma berpikir bisnis mereka sendiri. Tetapi bagaimana menangani solusi di luaran sana. Entrepreneurship harusnya menginspirasi, bagaimana menyelesaikan masalah, menjadi passion dengan masalah adalah inti dari apa yang kamu butuhkan.

Entrepreneurship adalah sedikit dari banyak cara menyelesaikan masalah. Sayangnya orang menaruh ini dibawah kaki mereka. Menyepelekan kewirausahaan. Akhirnya banyak orang yang bekerja keras akhirnya tidak mendapatkan penghargaan bahkan oleh atasan mereka sendiri.

Meskipun disibukan dengan kegiatan entrepreneurship. Dia tetap meluangkan waktu jalan pagi bersama istri dan anak kembarnya. "Saya berbicara kepada mereka (anak saya) mengenai pekerjaan seperti layaknya orang dewasa," ia menceritakan. Berjalan bersama mereka adalah terapi pikiran Aldi untuk semangat pagi.

Selasa, 16 Mei 2017

Sawerbreeder Kisah Pengusaha Ular Hias

Profil Pengusaha Breeder Ular 


 
Ular memang binatang yang menggelikan. Tetapi siapa sangka dari ular, bermunculan jutawan berkat bisa menternakan mereka. Bukan sembarangan ular tetapi ular hias. Tentu butuh lebih dari sekedar berbisnis. Ada unsur hobi di dalamnya tetapi hobi yang menghasilkan pendapatan uang.

Seperti kisah Faizal Firmansah, warga Mojokampung, Kota Bojonegoro, yang mana baru tiga tahunan ini menggeluti budidaya ular hias. Dimana cuma memanfaatkan ruang di belakang rumah. Faizal bisa hasilkan omzet sampai Rp.25 juta.

Tidak terlalu sulit membudidaya ular. Yang dibutuhkan lingkungan cocok, kandang harus sesuai ukuran dan harus sesuai besar kecilnya ular. Taruh tempat air minum. Dikasih makannya cuma seminggu sekali. Ia mengatakan bahkan satu bulan sekali!

Untuk jenis ularnya ada piton bola Afrika, Korsnake Amerika Latin, lalu beberapa jeni piton Kalimantan. Dia mengatakan tantangan berbisnis ular bukan di prosesnya. Justru datang dari tanggapan akan hewan apa yang dia pelihara. Awalnya dia dimarahi keluarga ketika mulai membudidaya ular -meskipun tidak berbisa.

Karena tetangga banyak yang takut kelau mau bersilaturahmi ke rumahnya. Namun lama kelamaan, karena memang tidak berbisa, tidak berbahaya justru banyak tetangga mulai berdatangan melihat. Harga sendri dia tentukan variasi mulai Rp.500 ribu sampai Rp.5 juta tergantung dari keindahan kulit si ular tersebut.

Sebulan dia mampu menjual tiga sampai lima ekor perbulan. Dan untungnya sendiri jika maksimal sampai Rp.25 juta!

Bisnis bukan iseng


Salah sati penggemar ular, yang menekuni bisnis breeder, adalah Bapak Topan yang mana sejak kecil ular sudah menyatu dalam hatinya. Mungkin ular terlihat buas tetapi tidak bagi pengusaha ini. Bukan sebuah hobi tetapi menghasilkan uang. Pria 49 tahun ini memulai bisnis ular dengan membeli ular impor jenis corn snake.

Pilihan ular pertama buat dibisniskan meragukan. Pak Topan sempat ragu atas pilihannya sendiri. Apalagi dia merintis usaha breeder ular dari nol. Menurut level sebenernya, Corn Snake dianggap cocok buat dia yang masih pemula soal urusan membiyakan ular hias.

Tahun 2003 merupakan titik kunci, dimana dia sekuat tenaga, ada hasilnya Corn Snake Albino miliknya bisa dikembangkan menghasilkan anakan.

Sekali sukses membuat Pak Topan makin percaya diri. Dia yakin mampu menghasilkan hasil breeding berkualitas. Tahun 2006 dia memberanikan diri membawa indukan lebih besar. Yaitu ular Boa Constictor yang dipesannya impor, jenis piton, yang sudah dia pertimbangkan matang menjadi lahan bisnisnya.

Bukan sekedar hobi atau iseng melainkan bisnis. Seseorang selama mampu mengemasnya baik, Pak Topan yakin bisnis ular bisa menjadi kenyataan. Ritme alon- alon asal kelakon sudah berubah cepat. Dimana dia berpikir hobi hewan simple bisa menghasilkan uang.

Ketiadaan waktu membuat hobi ular diminati. Orang kan gampang memberi makan si ular, dimana masih bisa dijadikan sambilan sambil bekerja. Ada empat hal menjadi dasar bisnis ular dijalankan dia. Adalah pertama irit waktu memelihara ular. Lalu perawatan makan hingga tidak makan tempat dan berisik adalah kelebihan.

Inilah kelebihan buat berbisnis ular. Selain tersebut masih ada dua point lagi, yakni pesona eksotisme utamanya pada corak kulit ular itu sendiri. Pola warnanya bisa menjadi unik ketika dikawin silangkan. Inilah alasan lain kenapa Pak Topan nekat berbisnis sawerbreeder ular.

Soal investasi ular adalah investasi tinggi. Menurutnya sesuai dengan proses berkembang biaknya. Topan punya 8 pasang ular piton, 5 pasang boa, dan  2 pasang corn snake. Mereka semua adalah indukan siap buat dibudidaya. Ia memilik indukan berkualitas diatas rata- rata. Modal inilah menjadikan dia percaya diri.

Terutama dikalangan penghobi ular. Alhasil ular hasil budidayanya mampu laku hingga keluar kota. Lewat promosi internet bisa menggapai penjuru Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY. Menurut Topan kenapa dia sukses. Berhasil menghasilkan warna- warna berkualitas karena indukannya bagus, indukan impor punya keunggulan.

Indukan impor merupakan hasil silang. Lebih jinak, mampu menghasilkan persilangan yang lebih bagus, dan besar kemungkinan keturunannya jadi lebih bagus. Karena indukan jinak perawatan juga jadi lebih bisa telaten. Indukan jinak memudahkan persilangan terjadi. Satu jantan dan satu betina tetap setiap periode kawin.

Minggu, 14 Mei 2017

Budidaya Kerang Tambak Kisah Suksesnya

Profil Pengusaha Tambak Misdi 



Namanya Misdi (39), warga Young Panah Hijau, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan, Sumatra Utara, yang sukses berkat kerang hijau. Bukan main dengan tambak buatannya sendiri. Misdi mengaku bisa dalam 7 bulan mengantungi satu ton kerang. 

Niat budidaya datang karena terbiasa. Misdi dulu pernah bekerja menjadi petani kerang buat seseorang. Kerjaanya di tambak sedikit banyak memberikan pengetahuan. Berbekal pengalaman tersebut, maka dia berniat membuat tambak kerang sendiri.

Bisnis unik


Modalnya sedikit kata Misdi. Ayah tiga anak ini kemudian mulai membuat tambak. Lantas ditaburinya bibit kerang ke seluruh permukaan tambak. Bukan tanpa hambatan berbisnis. Misdi nyatanya tidak punya tanah sendiri. Alhasil dia bermodal menyewa tambak orang sepanjang 70 meter dan lebar 10 meter.

Tidak sampai setahun, kurang lebih cukup 9 bulan, kerang ditabur di tambak sudah membesar saja. Waktu itu, Misdi mempunyai cuma 30 kerang, yang  dia sendiri tidak pasti berapa kilogramnya. Dia nekat beli bibit ke Tanjung Balai, Asahan, dimana kalau pas belinya 400 kilogram seharga Rp.10.000 per- kg.

Prediksinya bila sedikit yang gagal di dalam tambak. Dia mungkin dapat 1 ton sampai 1,5 ton, dimana dia mengatakan harga jualnya jadi Rp.12.000 per- kg. Kenapa bisnis Misdi menggiurkan. Menurutnya ini lebih gampang dibanding memelihara ikan di tambak.

Kerang tidak perlu dikasih makan. Karena makanannya mineral dari air tambak sendiri. Cukup menjaga saja biar tambak tidak rubuh karena erosi. Termasuk memasang jaring halus disekeliling tambak. "...agar tak hanyut terbawa arus pasang surut," tuturnya.

Masa panen maksimal 9 bulan (6 bulan pun sudah bisa) maka ada baiknya punya usaha sambilan. Seperti suksesnya Misdi, suami dari Afrida ini, akan mencari udang pancing atau kepiting bakau di sungai Paluh Pompong, yang mana dia kemudian cukup dijual di pinggir jalan. 

Untuk optimal memang harus setelah umur 9 bulan, besarnya nanti sebesar jempol kaki. Walaupun belum sebesar itu, biasanya orang sudah datang mau beli seharga Rp.10.000 per- kg -dimana jika 9 bulan sampai Rp.15.000 per- kg-, biasanya Misdi lebih memilih untuk dibesarkan sampai 9 bulan.

Rabu, 10 Mei 2017

Jualan Batik Motif Kartun Anak- Anak Doraemon

Profil Pengusaha Ratna Very Viana dkk.



Batik bukan lagi barang orang- orang tertentu. Semua orang memiliki kesempatan sama untuk mengolah motif- motifnya. Semakin familiar di mata masyarakat, banyak pengusaha muda mencoba memvariasikan batik ke dalam berbagai rupa. Batik dipakai di acara apapun baik formal maupun non- formal atau santai.

Kalau anak- anak sukanya batik apa ya? Inilah pasar yang coba direguk empat sekawan: Ratna Very Viana, Trialita Ika Rahmawati, Palupi Yuliani (progdi Pendidikan Fisika), dan Andika Setyo Wicaksono (progdi Teknik Elektronika), membuat batik cap bermotif toko kartun Doraemon.

Agar menanamkan budaya Indonesia yang kental. Maka Doreamon juga dimodifikasi memakai pakaian adat Jawa. Menurut Ratna, mereka memang menekankan kepada motifnya, bagaimana menumbuhkan rasa cinta akan budaya Indonesia.

Untuk mewujudkan produk sebenarnya. Ke empat mahasiswa UNY tersebut, tidak segan mengajak para pengrajin batik lokal membantu. Mereka menggaet kemitraan untuk membuat model cap buat batik milik mereka. Termasuk penjahitan juga sudah menjalin kemitraan jadi sudah sesuai dengan ukuran anak- anak.

Kenapa Doraemon? Karena tokoh kartun ini tidak lekang. Sudah populer di kalangan anak- anak sekarang dan membekas di hati generasi dewasa sekarang. Pembuatan baju nanti akan diselesaikan mitra. Sementara untuk finishing maka mereka berempat yang menyelesaikan motifnya.

Nanti mereka akan kemas dalam plastik dan diberi label Batmon. Label dipasang di kerah baju, dan harga dijual Rp.60 ribu. Lewat promosi dan pemasaran sosial media ditambah promosi mulut- ke mulut. Ada Facebook, Twitter, dan tidak pelit juga memasang iklan di media masa juga.

Selasa, 09 Mei 2017

Pemuda Aceh Berhasil Menjadi Wirausaha Berkat Ban

Profil Pengusaha Muda Aceh Habibi 


  
Awal tahun 2011 silam, pemuda asal Bireuen- Aceh, bernama Habibi mencoba sesuatu yang baru. Tengah bergulat dengan hasratnya menjadi pengusaha muda. Mahasiswa Universitas Almuslim, berpikir kenapa ban bekas mobil dibuang begitu saja. Mereka cuma berakhir di tempat pembuangan akhir sampah saja.

Sambil menambal ban sepeda motor, pikiran tersebut berjalan dan mahasiswa matematikan tersebut mulai memprhitungkan. Bagaimana dia mengubah menjadi bentuk berguna. Menjadi ramah lingkungan adalah kunci sukses bisnis Habibi. "Alam semakin rusak. Karet ban bekas itu kan tidak bisa dihancurkan," ujarnya.

Mungkin ribuan tahun bisa, tetapi apakah sanggup ketika produksi ban bekas terus- menerus. Hingga di Desember 2015, bekal untung bisnis tambal ban motor miliknya di Keude Jeunib, pergi lah Habibi ke toko membeli pisau pemotong karet. Dibelinya pisau dan batus asah, kemudian bor listri, kuas, dan cat.

Semuanya dibeli berhutang di salah satu toko alat bangungan -atau di Aceh disebut Toko Buso- beruntung karena pemilik toko percaya kepada Habibi. Sekitar dua atau tiga ban bekas dijadikan media untuknya berkreasi. Semua pikiran dicurahkan oleh Habibi membentuk kreatifitas artistik berbahan ban bekas.

Semua karena keuletan dan daya tahan menghadapi ketidak pastian. Tidak mudah meyakininya, bagaimana sebuah ban bekas akan menjadi pot bunga berbagai variasi akan laku. Disebarkan produk tersebut ke sosial media, dimulai dari sosmed, dijadikan lapak pertama pengusaha muda ini.

Sambutan postifi bermunculan melihat produk Habibi. Kemudian usaha tersebut diberi nama Seni Pemuda Desa atau SPD, yang mana merujuk kepada statusnya sebagai mahasiswa pendidikan S.Pd. Menurutnya menjadi guru bukan sekedar di kelas. Jangan berpikir kaku sebagai mahasiswa juga harus melihat banyak kesempatan.

Jangan terperangkan di dalam ruang kelas tambahnya. Jangan terjebak mengajar kepada hanya siswa yang berseragam. Lewat entrepreneurship kita bisa memberikan pengetahuan kepada siapapun. Ini termasuk juga cara bagi guru untuk berdikari tidak fokus menggantungkan hidup untuk menjadi PNS.

Dia dibantu teman- teman putus sekolah mencoba berbisnis. Menghasilkan berbagai produk variasi bahan ban bekas, mulai dari vas bunga bermotif, ember, ayunan, dan meja. Cukup ban dikupas kemudian digulung bulat. Dipaku, selanjutnya diperhalus, dan dilukis, jadilah aneka produk termasuk tempat sampah lucu.

Kelebihan tempat sampah dari bahan ban bekas. Ya bebas hujan karena ban bekas tidak akan masalah jika kena air terus- menerus. Juga tidak akan karatan ataupun pecah. Bermodal seratus ribu, kini, Habibi sudah mampu mengantungi omzet jutaan rupiah.

Minggu, 07 Mei 2017

Nama Pemilik Sate Padang Ajo Ramon Pasar Santa

Profil Pengusaha Ramon Tanjung 


 
Sang pemilik Sate Padang Ajo Ramon telah meninggal dunia. Tidak banyak yang bisa penulis tulis di sini. Terutama tentang kisah suksesnya. Namun perlu menjadi catatan inspiratif, bahwa dia merupakan polopor masuknya bisnis sate Padang di Jakarta.

Hampir setiap hari dipadati pengunjung, yang rela menunggu di warung mereka di Pasar Santa, Jakarta Selatan, justru ketika musim libur pembeli mengantri panjang. Anak ke empat Pak Ramon, Iwan lalu mulai bercerita, bisnisnya dimulai sejak 1980 sejak awal bertahan tempatnya masih di Pasar Santa ini.

Jika pindah cuma pindah posisi karena sempat ada renovasi. Aneka penghargaan sudah diterima sate Ajo Ramon terutama lomba sate se- Indonesia bersama Kecap Bango. Sebelum meninggal Ramon Tanjung sempat memesankan anaknya agar bisnisnya tetap berjalan.

Selama 37 tahun bisnis Ajo Ramon mampu mengantongi omzet sampai Rp.500 juta per- bulan. Wisatawan asing juga sudah ramai mencicipi sedapnya Ajo Ramon. Dengan perpaduan pedas dan asin rasa sate ini memang berbeda dengan sate umumnya.

Wisatawan asal Prancis sampai kepedasan ketagihan. "...rasanya sungguh enak...," ujar Tash yang sedang berlibur bersama teman- temanya di Indonesia. Sementara itu penikmat lokal menyebutkan resep Ajo Ramon beda daripada sate padang umumnya. "...gurih, dan bumbunya enggak bohong," jelas Sapto.

Rahasian sukses sate padang menurut Iwan. Beda dari biasanya, pelanggan bisa memilih sendiri satenya dan lengkap, dari lidah, usus, jantung, dan daging aja. Kemudian sate disiram bumbu perpaduan 35 bahan rempah. Penjualan sampai 8 ribu tusuk dengan omzet mencapai Rp.16 juta per- hari dengan tujuh cabang.

Total pegawai bisa dipekerjakan sampai puluhan loh. Kunci sukses menurut anak Ramon Tanjung adalah konsisten. Kualitas ada pada rasa, tidak bisa dipungkiri persaingan makin menjadi. Untuk tetap menjadi pemenang Sate Padang Ajo Ramon mempertahankan kualitas produknya.

Senin, 01 Mei 2017

Rumahtopi.com Perjalanan Bisnis Ahlinya Topi

Profil Pengusaha Iqbal Rahmanuel 


 
Sukses Iqbal Rahmanuel tidak seketika. Bisnis dijalankan pengusaha muda satu ini memang terlihat sangat sederhana. Bisnis aneka penutup kepala yang bisa dilakukan semua orang. Butuh cara berbeda biar Iqbal mampu memecahkan kebuntuang bisnis.

Ide kreatif perantau Medan adalah menspesifikasi dirinya. Bisnis bertema rumah topi dimana setiap orang akan menemukan topinya di sini. Guna mendukung bisnis Iqbal membangun  www.rumahtopi.com inilah ujung tombak bisnis topi berbasis internet.

Inspirasi mendorong membuka bisnis topi. Dia merasa kesusahan mencari topi. Loncat sana, kemudian ke sini, tidak ada tempat pasti dimana dia memanjakan hobinya. Rumah Topi adalah bisnis menawarkan aneka jenis topi bahkan paling susah dicari sekalipun.

Bukan bisnis topi biasa


Awal dia iseng mencari topi bermodal tidak biasa. Dia mencari topi komando dan topi lukis. Kan susah tidak umum dicari anak muda. Ternyata meskipun lewat internet, masih susah ditemukan dimana bisa dia mendapatkan topi- topi tersebut.

Ia kemudian menemukan masalah sama dirasakn orang lain. Inilah kesempatan bisnis jika Iqbal mampu memenuhi kebutuhan mereka. Sebuah peluang bisnis ketika menemukan permasalah serupa di berbagai forum internet. Bermodal uang Rp.5 juta dia mulai membantun website www.rumahtopi.com dan mulai memasok.

Beberapa jenis topi ditemukan langsung dijual. Topi tersebut jarang ditemukan di pasaran. Berkat ide itu Iqbal mampu mengantongi omzet Rp.17 juta- 20 juta, dimana topi dijualnya 150- 200 topi dan margin untungnya 40% loh.

Dimana ada 25 jenis topi dengan variasi model berbeda banyak. Contoh topi snapback, trucker, newsboy, ushanka, hingga flat cap yang susahnya minta ampun dicari di Indonesia. Cara Iqbal memenuhi produksi ialah dengan menggaet pengrajin topi asal Bandung, lainnya Iqbal mengimpor dari pabrikan di China.

Topi beraneka macam, dari pria, wanita, anak- anak, tersedia di Rumah Topi. Strategis sosial media dia lebih pertegas agar bisnisnya menggaet lebih banyak. Marketing Iqbal memang tidak face- to- face tapi ternyata lebih efektif dibanding perkiraan orang.

"Kami juga melakukan promo langsung dan berinteraksi dengan konsumen di sosial media," tuturnya. 

Tiga tahun berbisnis bukan tanpa kendala teman. Dia mengaku ada beberapa hal: Salah satunya pemasok produk topi, yang mana awalnya dia membuat berdasarkan karena belum ada pegawai. Padahal pesanan besar sekali ketika bisnisnya terus berkembang, Iqbal sempat keteteran tetapi berhasil melewati masa itu.

"...bahkan saya pernah menolak pesanan 1.000 topi," kenang Iqbal. Dengan jujur dia mengatakan kondisi perusahaanya kala itu. Mau bagaimana lagi bisnis Iqbal memang baru dimulai.

"Lebih baik kami jujur supaya konsumen tidak kecewa," paparnya. Keutelan Iqbal terbayar dengan pusat produksi sendiri di Surabaya. Kanapa bisnis Iqbal sukses karena balum banyak orang menggarap pasar itu. Ke depan dia berharap Indonesia menjadi produsen topi berkualitas dunia.

Ia menyebutkan bahwa pengrajin kita itu punya kreatifitas tinggi. Masalah pengrajin adalah di manajemen produknya. Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR angkatan 2012 ini, juga masih semangat mengerjakan kuliahnya.

Bisnis terus


Begitu meliat peluang bisnis topi. Dibenak Iqbal adalah bagaimana agar nomor satu. Bagaimana caranya agar toko onlinenya nangkring di halaman pertama Google. Nama Rumah Topi juga sudah termasuk satu doa dia panjatkan agar menjadi pusat topi Indonesia.

Menurut Iqbal tempatnya merupakan pusat topi terbesar. Pemuda kelahiran 9 September 1993 ini, mulai resmi membuka bisnisnya pada Maret 2012 silam. Selain berbisnis topi, Iqbal juga membuka usaha lain, seperti Raja Tas Kertas dan Es Krim Creamel. Kuliah sambil berbisnis dijalankan penuh semangat tanpa ragu.

Keuntungan dicapai sekarang sampai Rp.20 juta. Iqbal juga sudah memiliki toko offline di Jalan Kapas Kampung No.45, Surabaya.  Meskipun sibuk berbisnis Iqbal tidak lupa kuliahnya. Semua sudah dia jadwal dengan baik. Karena baginya masih merupakan kewajibannya sebagai mahasiswa untuk mengikuti kelas.

Kan kita bisa memilih sendiri jadwal biar tidak benturan. Kesuksesan Iqbal tentu membanggakan kedua orang tuanya. Membuat orang tua bangga sudah lebih dari cukup. Bisnis asyik tetapi menjadi mahasiwa adalah kebanggaan orang tua. Disini dia bisa mengaplikasikan ilmu manajemennya secara langsung kerja.

Sabtu, 29 April 2017

Saran Buat Online Shop Baru dari Pengalaman Shinta

Profil Pengusaha Shinta Chandriani 




Ketatnya persaingan bisnis online tidak membuatnya ragu. Semua orang seolah bisa memulai satu bisnis online, tetapi tidak semua seberuntung Shinta Chandriani, gadis 18 tahun, kelahiran 18 Oktober 1997, Jakarta, yang memulai bisnis dengan mengambil barang dari suplier impor.

Dia yang masih mahasiswa semester 1, Jurusan Akuntansi di sebuah Universitas di Tangerang, bercerita kepada pewarta Studentpreneur.co bahwa bisnis pertamanya gampang kok. Dia berbisnis aksesoris saja. Dimana dia ambil barang dari importir asal Korea, Tiongkok, dll.

Berjalan waktu Shinta mulai merambah pakaian. Bisnis Shinta terus berkembang, bervariasi dibanding dia sebelumnya, tetapi tidak segampang orang lain. Shinta memilih cara baik berjualan. Dia meyakinkan diri dulu bahwa apa dijualnya merupakan produk berkualitas.

Dia sebelum jual, barangnya disurvei dulu. Shinta tidak segan merogoh kocek buat beli. Dia coba sendiri kemudian baru beli banyak buat dijual. Tidak cuma pakaian, ada sepatu dan aksesoris seperti blazer dan lain- lain, tidak cuma impor kok adapula produk baju dan sepatu lokal.

"Saya jual produk, saya beli dulu, apakah sebagai costumer saya merasa puas," jelasnya.

Biasanya itu dia lakukan  ketika mau membeli produk baru. Untuk masalah tersebut dia cari suplier yang mau return jika produk cacat.

Jualannya lewat Instagram dan BBM, nama onlineshop nya Blythebloosom dimana omzetnya lumayan sampai jutaan rupiah. Bisnis pertama kali Shinta tidak membuat stok produk alasannya karena dana yang dia miliki terbatas, tetapi tetap sukses kan.

Bisnis reseller


Ketatnya bisnis tidak membuat Shinta minder. Justru dia makin bersemangat jualan. Karena pada dasarnya dia memang hobinya berjualan. Sejak SD malahan, walaupun jualannya masih tidak jelas mulai dari jualan mote, gantungan kunci, sampai tas mote. Kalau untungnya namanya anak- anak pasti tidak fokus jadinya.

Sayangnya, jaman sekarang udah gak jaman mote, bisnis tersebut akhirnya hilang. Dan tergantikan dengan bisnis online sejak SMA kelas 1. Berawal dari seorang teman yang memulai dulua. Dia punya online shop lantas Shinta liat kayaknya seru. Kemudian lahirnya online shop bernama Shinchan Olshop dari singkatan nama.

Maskuk kelas 3 SMA, Shinta memilih fakum, dimana konsentrasinya ada pada ujian nasional. Lalu setelah itu dia mulai melanjutkan dan diberi nama seperti di atas, Blythebloosom. Cara berjualan juga sudah beda dari sebelumnya, kalau dulu dia jualan di Facebook sekarang di Instagram.

Jualannya aneka fashion wanita, pemikiran Shinta adalah hobi belanja wanita tidak akan ada matinya, dan itu juga berpengaruh pada perubahan trend wanita. Shinta diharuskan mampu mengikuti kebutuhan pasar. Pelanggan pertamanya adalah temannya sendiri. Dari mereka jualannya laku pertama kalinya dan membua semangat.

Tantangan bisnis onlineshop adanya barang beragam, harga bervariasi, banyak pesaing yang juga tidak kalah kreatif dengannya. Enaknya gak usah ribet karena tidak terpaku waktu. Selama mempertahankan kepuasan konsumen dan mempertahankan harga, maka kelak dia yakin bisa memiliki merek sendiri.

Kalau ada komplain beda gambar dangan barang. Menurut Shinta, sudah diminimalisir dengan sudah dia survei dulu, namun ya namanya manusia beda dikit meski masih bagus dikomplain juga. Jika terjadi itu maka dengan legowo Shinta meminta maaf sebesar- besarnya.

Bahkan dia kasih voucher diskon pembelia berikutnya. Di sisi lain, tidak sedikit pembeli puas, makan tidak segan mengupload selfie dengan produknya dan ditag ke dia. Untuk kedepan mau apa lagi, Shinta sudah punya rencana yakni membuat baju dan sepatu mereknya sendiri dimana bertahap sudah dimulai.

Untuk sementara dia mau fokus belajar lebih banyak. Terutama soal manajemen dan marketingnya, Shinta inginkan sistem yang lebih rapih dari bisnisnya sekarang seperti ketentuan reseller dari dia. Saran dari Shinta kalau mau bisnis cobalah mencari target pasar, survei pasar, dan dipikirkan dulu apa produknya.

Jumat, 28 April 2017

Aplikasi Pertolongan Anak Dibully Gampang Kok

Profil Pengusaha Natalie Hampton 


 
Terkadang seorang anak membutuhkan tempat sendiri. Adapula anak yang memang lebih suka menyindiri. Namun jangan biarkan mereka sendiri tanpa teman. Pengalaman menjadi sosok dibully pernah dirasakan oleh Natalie Hampton. Hanya karena dia berbeda bukan berarti malah dijauhi menjadikan semakin sendiri.

Sebagai siswa sebuah sekolah anak perempuan di Sherman Oaks, California, merasakan betul bagaimana dia makan sendirian. Menjadi anak yang duduk di pojokan makan bekal sendiri adalah "prestasi". Sesuatu yang tidak adapat Natalie lupakan sepanjang sekolah menengah.

Gadis 16 tahun tersebut merasakan penolakan, malu ketika mendatangi sebuah meja. Berbeda anak- anak lain Natalie mampu mengendalikan dirinya. Akhirnya dia punya teman berkat keberaniaanya untuk duduk bersama anak lain, walau mata mereka tidak bisa bohong pada awalnya.

Tak kenal maka tak sayang. Natalie kemudian menemukan titik temu. Bagaimana membantu teman- teman seperti dirinya untuk dapat teman. Bagaimana anak lain sadar bahwa mereka yang makan sendiri bukan mau hidup sendiri. Mereka butuh rangkulan dahulu. Mangkanya Natalie membuat sebuah aplikasi bertema makan.

Dia masih ingat karena suka menyendiri. Dia diperlakukan berbeda. Dianggap membedakan diri atau juga dianggap sombong. "Saya diberi tau oleh seorang teman sekelas bahwa saya begitu jelek," sangat lah menakutkan dan semua orang terasa membenci mu.

Makan bersama


Sejak menjadi sosok lebih terbuka, Natalie mulai mengikuti aneka kegiatan membantu anak lain. Ingin memberi mereka jalan agar menjadi lebih baik. Namun dia menyadari bahwa waktunya terbatas. Ketika ia keluar dari kampus tersebut maka tidak akan ada lagi bantuan buat anak korban bully.

"Jadi saya berpikir menciptakan sebuah aplikasi merupakan satu jalan terbaik untuk membantu anak- anak di sekolah dan ruang makan siang baru dan membantu mereka menemukan mereka rumah baru," ia berkata.

Dia kemudian membentuk sebuah tim proyek. Mereka menciptakan aplikasi pribadi. Dimana orang- orang di sekitar akan menyadari keberadaan mereka tanpa mempermalukan mereka. Anak yang duduk sendirian akan tau kalau ada meja kosong tanpa harus meminta tetapi malah diajak lewat layar smartphone.

Dalam seminggu aplikasi buatannya didownload 10.000. Yang mana semakin besar, dan sungguh sangatlah mengejutkan karena sekedar proyek kecil- kecilan sederhana. Jika sebelumnya dia pikir akan hanya masuk ke sekolahnya. Eh, ternyata, malah mengglobal lebih banyak dan umum dipakai pengguna smartphone.

Ada orang dari Maroko, Australia, Inggris, Prancis, yah tidak terbatas di Amerika saja. Ternyata niat baik Natelie tersampaikan.Masalah Natalie memang bukan masalah pribadi. Umum, dibanyak tempat anak- anak terkadang malah duduk sendirian ketika istirahat makan siang atau sekedar jajan.

Aplikasi yang dibuatnya memang bersifat umum buat siapapun. Dia bukan satu- satunya yang merasa sendirian di dunia sekolah menengah. Dan sampai sekarang, Natalie juga masih merasakan hal tersebut loh, tetapi dengan kadar berbeda.

Karena Natalie punya pandangan optimis. Tetapi sekali lagi, tidak semua orang memiliki pemikiran yang sama sepertinya. Diantara perasaan sendiri Natalie menyadari bahwa di sekolah juga ada anak baik kok. Mereka yang peduli sesamanya dan dipermudah mencarinya lewat aplikasi tersebut.

"Saya baru menyadari berapa banyak orang yang peduli dan membantu setiap harinya di komunitas sekolah sampai saya membuat ini," jelasnya.

Perasaan takut ditolak anak- anak seperti Natalie akan selesai. Karena begitu mereka melihat layar akan terlihat meja mana yang kosong. Dan teman kamu akan memberikan tulisan ajakan, menguatkan untuk tak ragu datang dan duduk bersama. "Jadi tidak ada lagi rasa malu. Tidak ada isolasi. Itu akan jadi lebih mudah."

Meskipun begitu bentuk bully lainnya mengkhawatirkan. Bentuk cyber bullying menjadi masalah Natalie perhatikan akhir- akhir ini. Inilah cara dia menciptakan sosial media yang bersih. Melalui membuat app sendiri untuk menolong anak- anak introvert. Pertumbuhan aplikasi Natalie bagus didukung oleh banyak orang.

Lewat aplikasi tersebut dia punya teman, temannya akan mengajak teman lain di sekolah, Natalie juga dibantu keluarga yang membantu aplikasinya masuk ke sekolah lain. Senang karena tidak ada penolakan dari setiap sekolahan mereka masuki. Harapan Natalie adalah membantu orang lain, meskipun hanya satu.

Kamis, 27 April 2017

Pengusaha Muda yang Pernah Dibully di Sekolah

Profil Pengusaha Dyah Ayu Mrameswaringitiya Zulkarnaen 


 
Karena berjualan es, gadis 17 tahun ini dibully teman- temanya, tetapi Ayu membuktikan dibalik kerja keras ditambah inovasi. Gadis muda ini mampu mengantungi omzet Rp.50 juta. Nama lengkapnya cukup panjang Dyah Ayu Prameswariningtiyas Zulkarnaen, atau akrab disapa Ayu mampu membuktikan dia bisa.

Warga Desa Jenggawah, Jember, membuktikan bahwa minuman es menghasilkan hasil jutaan. Memang sih sebagai awalan Ayu harus menanggung tatapan sinis. Terutama dari teman- teman yang melihat Ayu asik sendiri mengelola minuman bernama Kampez tersebut.

Diajari bisnis


Di kelas 3 SD, Ayu sudah diberi pemahaman tentang entrepreneurship. Kedua orang tua Ayu memberikan pemahaman tentang asiknya mencari uang. Lewat pemahaman tersebut Ayu kecil mulai berjualan kecil- kecilan. Jualan aksesoris, gambar vektor, serta kaos pernah ditekuni Ayu, yang notabennya bocah ingusan.

"Dari situs, saya merasa kalau passion saya adalah berbisnis," ujarnya. Ia sendiri terinspirasi kisah sang kakek.

Menurut Ayu, kakeknya dulu hidup miskin, berkat jiwa entrepreneurship dia membuka usaha sate sendiri. Ia kemudian dikenala sebagai pengusaha sate kambing Jember. Masuk kelas 2 SMA, dia masih senangnya jalan- jalan wisata kuliner, di Malang dia menemukan ilham ingin membuka usaha apa cepat sukses.

Ayu melihat ke Jember kemungkinan apa dibisniskan. Bisnis kafe dan bisnis minuman tengah naik daun di Jember. Dia ingin menggabungkan keduanya bisnis kafe minuman. Dua unsur coba digabungkan, untung dia sudah punya modal tempat jualan.

Sebagai awalan bisnis minuman, Ayu memilih minuman aneka jus buah, alasanya tidak cuma karena murah loh. Tetapi dia sadar bahwa jus buah tidak akang lekang. Berjalan waktu dan melihat trend di Jember dia mulai jualan cappuccino cincau. Meski sudah tidak lagi trend ternyata Ayu bisa bertahan berkat inovasi.

Ayu sebenarnya lahir dari keluarga sukses. Mama Ayu merupakan guru berprestasi yang sudah berkeliling ke luar negeri. Karena Mama Ayu adalah guru, tetapi anaknya malah jualan minuman, inilah yang teman- teman bully, banyak sindirian bahkan ejekan terutama dari orang tua teman- temannya.

Beberapa membandingkan Ayu dengan anaknya sendiri, atau anak lain. Namun Ayu tetap semangat terus mengerjaan bisnis es Kampez. Prinsip dia adalah ingin menentukan jalan sendiri, tidak menjadi pengikut anak- anak lainnya. Dia sadar bahwa perjalanan entrepreneur tidak akan mudah pada saat itu.

Tujuan tetap yakni membangun bisnis sendiri. Dari nol sudah menyadari bahwa dirinya pasti disepelekan. Apalagi kalau dilihat dari segi umur, dia masih dianggap orang anak bau kencur. "Saya tetap tersenyum dan anggap itu penyemangat saja."

Promosi terus


Melalui fanspage, Twitter pribadi, Instagram pribadinya. Dia juga menelphon saudara- saudaranya. Dia juga promosikan ke guru- guru mengajarnya. Nekat, dia teriak- teriak memberitahu teman- temanya, bahwa dia membuka usaha minuman ketika upacara bendera.

Kontan hal tersebut justru memperparah bully. Tetapi Ayu tetap santai, waktu itu bisnisnya baru hari ketiga pembukaan kafe kecilnya. Banyak anak mengejek, tetapi ujungnya mereka penasaran dan malah menjadi pelanggan Kampez. "Semua minuman saya laris terjual," ujarnya.

Minuman paling banyak dicari ialah aneka varian jus buah. Ambil contoh jus alpukat Kampez pernah bisa habis 2kg semalam. Ayu terharu karena record tersebut. Mayoritas pembeli merupakan masyarakat asli Jember. Adapula orang luar Jember, orang luar kota ketika musim mudik tiba karena tempatnya strategis.

Tempatnya di alun- alun Jenggawah, Jember, dimana banyak orang lalu- lalang. Konsumen paling banyak datang dari anak muda. Dia memang merupakan target pasa Ayu dari awal. Tetapi juga tidak menolak ada kumpulan- kumpulan, beberapa komunitas, yang asik menikmati sambil arisan atau melepas penat saja.

Sulitnya bisnis minuman es terutama ketika musim hujan. Otomatis bisnis Ayu turun omzetnya. Untuk itu Ayu mulai melebarkan bisnisnya. Ekspansi Ayu lewat Kampez Nyemil. Yakni bisnis makanan camilan buat pendamping. Bisnis barunya dibuka dua bulan setelah bisnis Kampez berjalan mapan.

Warung semakin ramai ketika ia meluncurkan aneka camilan. Jadilah Kampez tempat nongkrong asik buat anak muda. Kesulitan lainnya? Sulitnya mendapatkan buah, dimana buah harus cepat habis atau akan busuk. Buah juga merupakan buah pilihan segar dipilih yang terbaik. Evaluasi stok dilakukan berkala agar tidak menumpuk.

Ia selalu mengevaluasi setiap produk. Dicari mana paling lari, diurutkan dari yang terlaris, gunanya agar bisa mengatur stok. Bagaimana stok masuk dan keluar efisien menghasilkan untung. Tujuan lainnya adalah buat menentukan strategi lain, mencari startegi terbaik agar pengeluaran dan pemasukan benar hitungan.

Masalah berbisnis


Komplain tentang bisnisnya juga pernah. Pelanggan pernah tidak puas dengan layanan Ayu, mulai dari kembalian yang lupa, minuman yang lupa diberi gula atau susu, hingga buah rusak atau busuk hingga satu ruangan menjadi bau. Tetapi dia tetap ikhlas karena dia yakin bahwa bisnisnya akan sukses suatu saat nanti.

Manajeman sama sekali tidak dipegang Ayu. Awal membuka, Ayu seadanya, bisnis cuma bermodalkan passion akan entrepreneurship dan sekarang sudah punya karyawan sendiri. Banyak kesulitan dianggapnya tanda kesuksesan. Dia berharap kegagalannya bisa menjadi inspirasi buat pengusaha muda lainnya berjuang.

Baginya bisnis tidak harus rumit. Buktinya bisnis gampang seperti jus buah menghasilkan puluhan juta. Ia menyebutkan yang penting jangan berhenti belajar. Kamu bisa tetap bersekolah sambil berwirausaha. Dia juga mengingatkan bahwa inovasi yang utama di bisnis gampang ini.

Orang banyak menyebut rasa jusnya beda. Dia sendiri tidak menyebut apa rahasianya. Yang pasti kita patut mencontoh dia karena menghasilkan puluhan juta karena inovasi. Menurutnya ada kunci sukses lainnya, karena dia melihat bisnis dari sudut beda yakni bisnis di kampung, justru lebih gampang peluangnya nanti.

Menurutnya wirausaha sekarang intinya membangun relasi. Dia mendapatkan banyak teman berkat bisnis. Dia juga tidak segan membagi ilmu. Disisi lain, dia bertemu mentor pengusaha lainnya yang sangat bisa membantu bisnis sekarang, atau kelak. Kelak dia akan membuka cabang lagi masi disekitaran Jember juga.

Dia senang karena bisa membantu memberi lapangan pekerjaan. Ayu ingin mengembangkan bisnisnya jadi kafe besar. Buat kamu yang berbisnis, jangan langsung patah semangat ya, harus punya mental kuat, harus ada niat kuat, entrepreneur harus berani ambil resiko tetapi jangan lupa belajar dari setiap masalah dan kegagalan.

Rabu, 26 April 2017

Mangga Botolan Fruters Andalkan Celah Bisnis

Profil Pengusaha Ratna Apriyanto dan Khemal Nugroho 

 
 
Menjadi pengusaha tengah digalangkan akademisi kampus. Banyak mahasiswa berlomba mengeluarkan produk inovatif. Salah satunya sepasang mahasiswa ini, Ratna Apriyati (24) dan Khemal Nugroho (24) adalah contoh. Mereka pengusaha minuman jus sehat yang sudah berproduksi 1.000 botol per- hari.

Tujuan mereka menciptakan bisnis sehat. Banyak cara ditempuh agar mendapatkan tubuh sehat serta cara menjaga kesehatan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan meminum jus. Aneka buah- buahan segar itu dibutuhkan kita tetapi banyak orang yang tidak cukup waktu untuk mengolahnya.

Sari buah itu sehat dan segar, lewat tangan keduanya menciptakan inovasi, kemasan modern, dan kreasi. Mereka memproduksi mengemasnya dibawah nama Fruters sejak 2012 silam. Mereka berbisnis minuman sari mangga bermodal minim yakni Rp.250.000 buat beli mangga.

Mereka menggunakan bahan mangga gincu lantaran manisnya khas. Perhitungan bahwa orang cenderung untuk membuat jus sendiri jadi pilihan. Meskipun pasar sesak keduanya optimis mampu mengambi celah diantara padatnya bisnis jus buah.

Ratna dan Khemal menawarkan kemasan modern. Menurut keduanya mangga gincu memiliki kualitas yang super. Grade A merupakan mangga yang diekspor ke luar negeri. Grade A- B untuk pasar supermarket, dan terakhir mangga gincu Grade C untuk pasa tradisional.

Bisnis mepet


Keduanya sepakat menggunakan Grade C. Apalagi kalau bukan harganya lebih murah. Walaupun begitu itu rasanya enak buat makan. Lulusan Teknolgi dan Industri Pangan Universitas Padjajaran Bandung ini, dapat stok mangga dari petani asal Cirebon, Jawa Barat.

Mereka ambil mangga tersebut, kemudian mereka olah menjadi puree dan slush. Beda dengan jus buah yang biasanya. Jenis puree dan slush lebih pekat dan padat. Agar jadi lebih enak, keduanya memasukan potongan jelly di dalamnya.

Cara mereka menjajakan awalnya yakni datang ke kampus mereka. Mereka menjajakan itu ke teman- teman mereka sendiri. Tidak butuh waktu lama mereka mendapatkan tanggapan baik. Keduanya sepakat buat meningkatkan produksi dan memperluas pasar. Mereka kemudian menyasar pasar kelas menengah atas.

"ekarang banyak kelas menengah menjalankan pola hidup sehat. Makanya, kami keluarkan produk kemasan premium," ujar Ratna.

Harganya bervariasi dari Rp.7.500- 25.000 tiap kemasan. Margin untung mencapai 100% dari bahan yang mereka olah. Ada beberapa tahan sebelum memproduksi. Pertama apalagi kalau bukan menyortir bahan mangga terbaik. Kini, dengan beberapa pegawai, mereka akan menyortirkan mangga terbaik dari yang terbaik.

Mangga lantas dipotong dan dihancurkan dengan mesin. Setelah hancur memasuki tahap yang mereka sebut tahapan pasteurisasi. Tahapan tersebut merubah mangga menjadi puree yang bahkan bisa tahan lama sampai setahun. Tahapan selanjutnya adalah dikemas kemasan plastik, botol plastik, dan toples plastik.

Si kemasan menjadi penentu harga jualnya. Semakin bagus kemasan semakin tinggi harga. Awalan mereka memproduksi maksimal 1- 3 kilogram buah mangga per- minggu. Kini keduanya membuat 8 ton buah mangga untuk enam bulan.

Kapasitas produksinya 1000 kemasan setiap hari. Sekarang mereka dibantu 8 orang karyawan, dimana rumah produksi Fruters di kawasan kampus Unpad Jatinangor, Jawa Barat. Ratna mengatakan juga bahwa mereka juga mendapatkan dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM).

Kendala ialah mereka kadang sukar mendapatkan manggu gincu. Terkadang bahkan tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Mereka juga mencoba membuat variasi lain dengan buah lain.

Minggu, 23 April 2017

Mebel Anak Karakter Pengusaha Solo

Profil Pengusaha Wawan Eka 


 
Mendesain kamar nampaknya menjadi peluang tersendiri. Terutama jika kita bicara custom design inilah peluang direbut Wawan Eka. Melalui bisnis furnitur khusus buat anak- anak. Orang tua pasti senang buat menyiapkan ruangan khusus buat anak- anaknya -dengan segala aksesoris cantik dan furnitur pilihan.

Warna cat tembok yang cerah, aneka furnitur bergambar tokoh kartun, inilah target pasar pengusaha asal Kota Malang dengan bisnis Devi Showroom. Meningkatnya permintaan membuat pengusaha Eka semakin bersemangat bekerja. Ia menyediakan aneka pernak- pernik produk untuk mengisi kamar anak- anak.

Bisnis ini sudah dimulai sejak dua tahun silam. Kenapa bisnis furnutir anak, ternyata Eka sudah cukup lama menganalisa kebutuhan akan produk furniture anak. Dan, ini dirasanya sedang booming dimana orang tua mulai asik menikmati kamar anak yang beraneka warna.

Ia merancangkan khusus buat kamar anak. Jadi nanti sistemnya custom dimana pemainnya masih jarang. Eka sendiri bukan pemain baru di bidang furnitur. Pengalaman 15 tahun di dunia furnitur, membuat dia tau bahwa bisnis ini pemainnya masih jarang.

Berjalannya waktu ragam furnitur miliknya bertambah. Beberapa produk mampu laku keras di pasaran, ya diantaranya meja, kursi, lemari kecil, tempat buku, tempat pensil, cermin hingga kotak mainan. Dimana semua produk ditawarkan Eka berwarna cerah, ceria, berisi tokoh- tokoh kartun yang lucu.

Devi Showroom menampilkan lebih dari 100 varian produk. Harganya dikisaran Rp.20.000- Rp.5 juta tiap buah. Harga dia sesuaikan dengan ukuran dan kerumitan produk. Dimana untungnya sampai 40- 50% dari produksi loh.

Strategi pemasaran lewat mulut ke mulut. Seiring jalannya waktu, semakin dikenalnya produknya, maka ia tidak henti mendapatkan pesanan dalam jumlah besar. Kini produknya sudah banyak tersedia di banyak toko ritel modern seluruh penjuru Indonesia. Bisnis ini padahal tidak jauh beda dengan bisnis mebel yang umum.

Mau sukses bisnis mebel anak- anak?

Ia menyarankan kamu untuk berkecimpung dulu. Harus punya cukup pengalaman khususnya memproduksi mebel. Bukan tanpa alasan berbisnis model custom begini butuh seorang pengusaha yang mampu melayani kebutuhan konsumen. Bagaimana menyuguhkan produk yang sesuai kebutuhan masyarakat nanti.

Butuh keahlian cukup tinggi buat memproduksi mebel anak. Dimana untuk desainya ke arah aneka gambar kartun. Maka Eka sibuk memotong kayu menjadi berbagai macam bentuk toko kartun. Bahan utamanya bernama medium density fiber (MDF), dimana kayunya tidak terlalu berat dan berserat halus.

Gambarnya menggunakan teknik sablon dan cetak printing. Teknik disarankan Eka adalah teknik sablon karena anti- air dibanding printing. Eka sudah memiliki pabrik sendiri di bilangan Batu, Malang, Jawa Timur. Dibantu 40 orang pegawai menyelesaikan permintaan konsumen.

Produksi sekarang Wawan Eka memproduksi 1000- 1500 setiap bulan. Itupun masih belum juga dia bisa memenuhi kebutuhan konsumen yang mencapai 4000- 5000 setiap bulan.

Tips Pengusaha Bakso Cara Mamazy Frozen Food

Profil Pengusaha Muhammad Aji Budianto 


 
Mencari ciri khas pengusaha asal Bandung ini gampang. Dia memang dikenal sebagai produsen aneka olahan daging. Pengusaha nugget dan bakso, Aji Budianto, mulai merintis usahanya sejak 2012 silam. Ia mengusung bisnis tanpa MSG apalagi bahan pengawet.

Usaha bernama Mamazy dimana diambil dari nama istrinya, Zualehah Hidayati, dan bermodal uang minim yakni Rp.1 juta. Aji memiliki 14 varian produk diantaranya nuget sehat, tahu bakso, bakso sule 2 varian, sosis dan risoles. Rasanya enak karena bersumber dari kombinasi bumbu yang khas.

Produknya mengandung karbonhidrat, protein, lemak, vitamin dalam sayuran, pokoknya Mamazy itu kaya gizi. Lebihnya ya produknya mengandung sayur lebih tinggi. Dengan bantuan Maksindo -yaitu situs jual beli mesin pengolahan- Aji mampu bekerja lebih efektif dan efesien.

Berbisnis nuget dia mampu mengantungi omzet sampai Rp.10 juta hingga Rp.100 juta. Dimana dia bisa mengantungi uang ratusan juta keuntungan bersih.

Pentingnya mesin bakso


Selain nugget Aji juga dikenal sebagai pengusaha bakso. Fokusnya adalah pabrikan bakso, dimana Mamazy fokus di tahu bakso dan bakso langsung seduh. Aji mampu mampu memproduksi banyak sekarang. Dia bertutur sukses usaha bakso bisa disesuaikan sekala yang diinginkan, usaha tidak usah langsung ngoyo buat produksi.

Tidak ada batasan modal dikucurkan menurutnya. Kalau mau menjadi suplier bakso buat penjual bakso atau mall- mall maka akan lebih berat. Pasalnya kamu harus menyiapkan barang, dan pedagang akan bayarnya belakangan kalau terjual. Dengan mesin bakso ratusan bisa dibuat dalam tempo beberapa menit saja loh.

Tetapi tidak semua bakso Mamazy memakai mesin. Contohnya bakso Tabaxe Mamazy, yang mana dia buat dengan tangan sendiri. Kalau modal bisnis bakso terbatas maka fokus pada mesin yang utama dulu buat berproduksi. Contohnya ada meat mixer dimana juga bisa disewakan buat menggiling daging orang lain.

Itung- itung menambah modal bisnis utama lah. Cuma dia mengingatkan bercampurnya daging yang beda kualitas akan berpengaruh dengan bisnis kita sendiri. Jadi perhatikan betul daging bakso yang akan kamu oleh di sana. Untuk rumah produksi Aji menyiasati dengan membangun dua tingkat rumahnya buat pabrik.

Tips penjualan menurut Aji adalah adanya pegawai. Penjualan ke tingkat reseller butuhkan pegawai khusus buat mengerjakan. Bicara tentang marketing jika pengusaha bakso lain memilih waralaba. Maka dia lebih memilih buat menjual melalui online.

Muhammad Aji Budiyanto dan istrinya Zulaehah Hidayati, mulai berpikir berbisnis makanan olahan. Awal mula mereka prihatin melihat santapan si kecil. Karena Zualeahah adalah dokter, mereka sadar betul kalau kandungan bahan makanan bukan buat makanan mengkhawatirkan.

Anak- anak butuh protein untuk masa pertumbuhan. Karena itu merupakan bahan baku anti- biotik atau zat kekebalan. Inilah lahir ide bisnis olahan tanpa MSG. Bermula dari menjual ke tetangga, keluarga, dan teman, akhirnya banyak orang berminat untuk membeli.

Dari sana mereka mulai serius menekuni bisnis makanan olahan. Produk pertama mereka adalah nugget sehat tanpa bumbu masak. Mulai produksi April 2012 silam, yang awalnya bernama SEHATi, kemudian jadi Mamamzy sejak 27 Februari 2013. Produknya juga merambah aneka mie sehat berbahan sayurang juga.

Kamis, 20 April 2017

Bako Cinta Bakso Berbentuk Hati Solo

Profil Pengusaha Ihsan Jamaludin



Mungkin bagi beberapa orang, bakso hanyalah daging sapi yang dicamput tepung tapioka. Sekedar bola gumpalan lezat di lidah. Memang sangat populer dan banyak sudah pengusaha sukses. Mereka tetap bisa sukses meskipun mengambil ceruk yang sempit. Mereguk keuntungan dalam- dalam berkat aneka inovasi.

Disetiap daerah Indonesia pasti ada bakso. Dari mulai jualan gerobak keliling, warung pinggir jalan, juga sampai restoran mahal menyuguhkan bakso. Pengusaha bakso kali ini memanfaatkan kepopuler bakso lewat bentuk hati.

Bisnis waralaba


Banyaka pewaralaba menjajal bisnis bakso. Tidak sedikit untung- untungan, mereka mengandalkan bentuk unik selain cita rasa. Contoh Ihsan Jamaludin pengusaha bakso yang mulai awal 2010. Dimana inspirasi bakso berbentuk hatinya dari sebuah film Indonesia.

Bakso Cinta Kartasura buka setahun sudah banyak peminat. Mereka ingin menjadi mitra bisnis Ihsan lewat bisnis waralaba. Ihsan lantas menanggapi hal tersebut. Selektif Ihsan sudah memiliki tiga cabang waralaba Bakso Cinta Kartasura Solo. Bahkan salah satu calon datang dari Bangka Belitung, namun belum bisa terpenuhi.

Alasannya karena mahal biaya ongkos pengiriman bahan. Ditambah sulit mendapatkan bahan baku. Lantas rencana tersebut ditunda sementara. Ya karena bisnis Ihsan bukan sembarangan bakso berbentuk hati. Dari cita rasa sendiri sudah dikhaskan oleh Ihsan. Jadi soal cita rasa bumbu kaldu sapi tidak boleh sembarangan saja.

Keunggulan bukan sekedar pada bentuk hati. Menggunakan kaldu sapi asli serta racikan sendiri, Ihsan bisa meyakinkan bahwa baksonya bukan sekedar bantuk hati. Bakso Cinta Kartasura adalah bakso dengan tiga menu khas: Bakso cinta anak, bakso cinta remaja, dan bakso cinta keluarga.

Beda porsi dan beda harga. Bakso cinta anak harganya Rp.3.000 per- porsi, bakso cinta remaja Rp.5000, dan bakso cinta keluarga Rp.6.500. Sebagai tambahan, tidak lupa Ihsan berkreasi lagi, yaitu bakso tahu cinta, tempe goreng, dan telur puyuh , yang diberinya nama menu lophe- lophe.

Ihsan menawarkan paket investasi Rp.30 juta. Rincian Rp.15 juta buat biaya waralaba, perlengkapan, ada rombong, dandang bakso dan mie, kompor, blender, desain interior, sudah termasuk media promosi yang nilainya Rp.15 juta.

Ihsan juga memberikan pelatihan meracik bumbu. Sudah termasuk SOP disiapkan buat mitra bisnis Ihsan. Manariknya bahan baku utama tidak wajib dibeli dari pusat. Ihsan juga tidak mengutip biaya royalti. Dia mengatakan lahan ideal bisnisnya 6x6 meter. Dimana gerainya mampu dikunjungi setidaknya 300 orang.

"Kenyamanan pengunjung harus diperhatikan," ujarnya. Omzet penjualan menurut perhitungannya bisa diraih mitra adalah Rp.800.000 per- hari. Kalau akhir pekan bisa naik dua kali lipat kan. Dalam lima bulan ia yakini mitra bisa balik modal.

Bagi mereka yang meragukan Bakso Cinta Kartasura sebagai waralab. Ihsan mencontohkan Ali Syahroni yang baru satu bulan bergabung. Sudah mampu meraih omzet Rp.500 ribu dari janji Ihsan Rp.800 ribu per- harinya. Meskipun meleset setidaknya pendapatan Ali sudah pasti ke depannya bersama Bako Cinta.

Rabu, 19 April 2017

Masalah Dihadapi Pengusaha Salon Anata

Profil Pengusaha Henry Setiadi Halim 


 
Tidak mudah bagi seorang Henry Setiadi Halim, untuk mencapai kesuksesan sekarang. Sang pemilik salon Anata ini kemudian bercerita tentang kisahnya sedikit. Bermula hobinya motong- motong rambut teman hingga keluarga. Henry kecil terus mendalami hingga memasuki usia remaja 18 tahun.

Namanya belajar sendiri tidak semua sesuai. Potongan rambut Henry terkadang tidak sesuai keingan. Ya hasilnya banyak teman dan keluarga protes. Meskipun dibilangin salah, Henry tidak menyerah justru dia semakin bertekat memperdalam hobi.

Kesalahan terjadi karena dia belum sadar fakta: Bahwa bentuk kepala orang beda- beda. Apalagi waktu itu dia memakai gunting besar buat kain. Usaha pertama dibuka sangat sederhana, yakni ada di Jalan Emong, Bandung, di tahun 1985.

Ia menyadari kekuranganya. Mangkanya Henry sering mengikuti seminar pelatihan. Tidak pernah ikutan sekolah khusus. Tetapi, sekarang, nama salon Anata terkenal dengan jumlah tempat tersebar di penjuru Kota Bandung.

Total pegawai salon mencapai 800 orang dan 4000 pengunjung tiap hari, dimana harga layanan paling murah sekarang Rp.17.000. Ketika baru membuka salon hanya memiliki 8 orang pegawai. Apa kendala berbisnis salon? Adalah ketika pegawai laki- laki Henry memiliki perasaan halus tidak seperti laki- laki biasa.

Ini sempat membuat Henry putus asa. Dia tidak betah dengan lingkungan dibangunya. Ada perasaan ingin tidak lagi menjadi pengusaha salon. Namun, perasaan tersebut urung, karena dia mengerjakan itu menurut apa passionya. Apalagi mempertahankan pelanggan dianggapnya paling sulit, ujar pria kelahiran 28 Februai 1958 ini.

Meskipun setiap salon memiliki pelanggan satia, tetapi kalau sampai tidak bisa memberikan pelayanan yang bagus. Bisa- bisa dibajak dan pelanggan setia pun mengikuti mereka. Meskipun nama tenar pun tak akan menyelamatkan. "Sekali pindah, mereka yang keluar bisa berbondong- bondong," tutupnya.

Jumat, 14 April 2017

Kakak Beradik Pengusaha Muda Puding Puyo

Profil Pengusaha Adrian Christopher dan Eugenie Patricia Agus 


 
Variasi makanan penutup mulai marak. Apalagi dikalangan anak muda jaman sekarang. Keunikan tersebut juga dibawa oleh mereka pengusaha muda. Gairah muda memberikan warna pada makanan desert yang telah ada. Ambil contoh kisah sukses kaka beradik Adrian Christopher Agus dan Eugenie Patricia Agus.

Para pengusaha muda banyak sudah meraup sukses dari desert. Mereka berbisnis puding bikinan sendiri. Mereka memberi nama bisnisnya Puyo, didirikan pada Julia 2013 silam. Lewat sarana sosial media itu mampu meraup banyak penggemar mencoba. Kemasan sangat anak muda menjadi alasan lain kenapa bisa sukses.

Bisnis anak muda


Berawal dari sang ayah yang hobi memasak. Kebetulan masakan andalan ayah adalah puding. Nah, ketika mereka coba rasanya melekat di hati, jadi mereka mulai mencoba membuat. Aneka percobaan untuk bisa membuat puding yang beda. "Akhirnya kita eksperimen terus dan terciptalah Puyo," jelas Adrian.

Adrian dan Eugenie berkuliah jurusan bisnis dan manajemen. Mereka mulai dengan menawarkan ke teman terdekat hingga keluarga. Sukes puding lembut mereka membuat saudara dan kerabat ketagihan. Puding yang dibuat mereka bukan puding biasa melainkan soft pudding.

Juli 2013, mereka lantas memasarkan puding mereka, namanya Puyo Silky Dessert melalui Instagram. Mereka ingat betul waktu itu Ramadhan. Lewat cara marketing tersebut bisnis Puyo langasung menangkap perhatian. Pemasaran lewat sosial media teratur, pembayaran lancar dan respon cepat dipenuhi mereka.

Adrian insiatif menggunakan dua akun bank, bisa bayar lewat ATM, sala satunya Bank Central Asia yang mana dia memanfaatkan SMS banking. Ketika pesanan melonjak mereka menangani. Mereka sudah siap soal pembayaran.

Meskipun berawal dari iseng, mereka tidak pelit meskipun tidak besar, mereka mengeluarkan modal uang sampai  Rp.5 juta. Uang tersebut merupakan pinjaman ayah kepada mereka. Uang tersebut merupakan pinjaman berjangka tiga bulan. Jadi salam waktu tersebut mereka harus sukses tidak ada alasan apapun.

Eksperimen selama tiga bulan. Bahan utamanya bukan susu hewani. Melainkan memakai susu nabati yang lebih sehat. Lebih sehat juga cocok buat mereka yang alergi susu hewani. Aneka rasa mereka tawarkan seperti rasa ubi ungu, stroberi, teh hijau, pisang, coklat, mangga, hazelnut.dll.

Di Januari 2013 mereka sudah memiliki booth resmi kedua Puyo Silky Dessert. Harga jual produknya Rp.12.500. Keunggulan mereka selain cita rasa ialah tetap inovatif. Mereka selalu menghadirkan varian produk baru termasuk dalam rasa. Penjualan kemudian ditingkatkan ke tingkat reseller hingga bisa masuk restoran.

Tercatat makanan mereka nangkring di beberap restoran, seperti di Jakarta Selatan, Kelapa Gading, Pantai Indah Kapuk, Bekasi dan Bandung. Sebut saja nama Dapur Ciragil dan Newbury Cafe, dengan begitu saja mereka mampu mengantungi omzet ratusan juta.

Kamis, 13 April 2017

Pembuat Patung Lilin Hingga Replika Makanan Eki

Profil Pengusaha Eki Puji Lestari 


 
Kesempatan bisnis selalu terbuka. Terutama bagi mereka yang peka. Kesempatan tidak datang dua kali dan moment indah harus diabadikan. Jadi Eki Puji Lestari mencoba menggabungkan kedua idenya. Lahirlah ide bisnis souvenir pernikahan tetapi tidak mau sama dengan orang lain.

Sekitar beberapa tahun silam, Eki dan calon suami tengah kebingungan soal apa souvenir bisa diberikan, apa yang bisa membuat teman, kerabat, dan rekan kerja mengingat. Inilah ide bisnis muncul dibenak Eki seketika. Bukannya mencari toko souvenir pernikahan malah Eki memutuskan membuat sendiri.

Idenya bagaimana membuat lilin dalam gelas. Nanti, lilin- lilin tersebut diberikan kepada para tamu buat dibawa pulang. Tidak disangka tanggapan begitu baik. Banyak orang mulai menanyakan dimana sih Eki membeli souvenir tersebut. Perempuan asli Solo, Jawa Tengah, itu kemudian menunjukan si pembuat.

Ide bukan sembarangan ide bisnis. Dia mengekspolari bentuk lilin. Bentuk lilin tidak sama dengan lilin yang dijual dipasaran. Dia membayangkan hobinya sendiri. "Kebetulan saya hobi jajan dan makan kue," ia melanjutkan. Jadilah bentuk lilin buatan Eki berbentuk aneka makanan enak di mata tetapi tidak di lidah.

Ia berpikir kan kue jaman sekarang lucu- lucu. Dia lalu membuat bentuk berdasarkan itu. Pemilik Griya Lilin Solo tersebut mengatakan memang butuh waktu. Tahapan pembuatan lilin lebih rumit dibanding lilin biasa. Pertama dia menggunakan adonan lilin yang dilelehkan sampai cair.

Lalu dicampur, kemudian dicetak menjadi berbagai bentuk, untuk selanjutnya dibentuk aneka makanan. Seperti cupcake, milkshake, es krim, rainbow cake, serta aneka kuliner lainnya. Eki benar detail hingga ia bisa membuat semirip mungkin aslinya.

Ia juga tidak berpuas diri. Lewat tangan kreatifnya, dia menciptakan lilin aroma terapi berbentuk makanan, mulai dari aroma framboze, melati, teh hijau, kayu manis, mawar, cengkeh, lavender, dll. Dimana calon pembeli mereka calon pengantin. Ternyata target pasar Eki kena berhasil meraih apa yang diincar selama ini.

Bisnis sendiri


Selepas menikah, Eki tidak langsung menggeluti bisnis lilin makanan, dia sempat bekerja pada perusahaan. Namun karena sering diprotes anaknya, Arlinda Yasmin Australia, dia mengubah rencana hidupnya dan jadi pengusaha merupakan pilihan.

Kenapa sang anak protes karena tidak ada waktu. Wanita 39 tahun ini sering pulang sore hingga malam. Ia memang sudah penat bekerja di garmen. Mulai dia merintis ulang usaha lilin dulu. Dalam merintis bisnis Eki punya startegi berproduksi sedikit dulu. Dari patung lilin sampai lilin aroma terapi dibuat oleh Eki sekarang.

Usaha dari istri Widi Nur Susanto ini, mampu meraup untung sampai puluhan juta. Dengan harga jualnya bervariasi antara 3 ribu- 15 ribu. Kalau mau bikin yang spesial, bisa pesan satu set replika makanan, yang dia bandrol Rp.700.000 per- set.

Sukses Eki membawanya tidak cuma dikalangan masyarakat. Kalangan pengusaha makanan juga percaya akan kemampuannya. Mereka biasanya minta dibuatkan replika menu mereka. Skalanya 1:1 dimana itu lantas dipasang di restoran mereka.

Lewat bisnis dia menjadi penggerak ibu- ibu sekitar. "Saya memilih hias karena waktu itu memang masih sedikit yang memproduksi," ujarnya.

Minggu, 09 April 2017

Mantan Pecandu Narkoba Sukses Wirausaha

Profil Pengusaha Khalil Rafati 


 
Hampir mati karena heroin, sembilan kali nyawanya hampir hilang, kini Khalil Rafati seorang pengusaha miliarder. Hampir setengah abad dia adalah pecandu narkoba. Dokte mencoba menyelamatkan dia sampai sembilan kali. Tahun 2003, dia kecanduan narkoba, dimana berat badanya turun drastis kurus kering.

Ia seorang pemimpi sejak dulu. Rafati ingin menjadi bintang film. Bukannya sukses, dia malahan tidur di emperan toko sampai tinggal menjadi tukang cuci. Dia jadi tukang cuci mobil selebriti Hollywood. Dia mulai berkenalan dengan heroin, hingga menjadi pecandu, dia ditangkap kemudian direhab begitu terus.

Rafati seolah sadar ketika sembilan kali hampir mati. Apakah sudah saatnya bertobat. Empat bulann rehab dia mulai berpikir masa depan. Setelah keluar dinyatakan bersih baik tubuh dan pikiran, dia mencoba hidup sehat.

"Jutaan orang datang ke sini (Amerika), seperti halnya saya lakukan, untuk jadi kaya dan terkenal," ujar pria 42 tahun ini. "Dimana mimpi mereka hancur berkeping, jadi mudahlah mereka menjadi pemabuk dan jadi pecandu narkoba."

Narkoba berbahaya


"Saya benar- benar merusak semua... Saya selalu merasakan sakit sekali tidak bisa tidur," kenangnya.

Tidak mudah sembuh. Butuh sembilan kali hampir mati untuk menyadarkan Rafati untuk hidup kembali. Ia kemudian mencoba membantu orang lain. Awal usaha dimulai dia membuka tempat rehabilitas pecandu narkoba Riviera Recovery Rehab.

Dia menemukan resep sehat. Rafati mulai memblender jus dicampur dengan aneka bahan lain. Jadilah jus herbal buat membersihkan diri dari pengaruh narkoba. Orang akan membayar $10.000 untuk kembali ke jalan yang benar -dia mulai menyadari bahwa dia sedang mencapai sesuatu.

Dia mulai membangun Sunlife Organic pada 2011. Dimana dia membuka toko pertamanya di Malibu. Dia sekarang punya enam bar dan 200 orang staf tersebar di California. Memprediksi kesuksesan tidak mudah apalagi dia pernah melihat keterpurukan lebih dari siapapun -tanpa uang dan terjebak rasa sakitnya candu.

Sukses Rafati membuatnya kaya. Tetapi itu bukan intinya, karena dia telah kembali ke sosok pria baik yang seharusnya sebelum kecanduan. Terkadang dia menangis ketika membaca ulasan orang terhadap bisnisnya di Amazon.

Tekanan kecanduan memang begitu kuat di fisik, apalagi di mental, semua orang tau betapa susahnya buat kembali ke jalan yang benar. Tetapi baginya tidak ada yang tidak mudah. Selama kita berpikir positif bahwa kita mampu. Kita harus mencintai hal mudah dulu. Karena alkohol dan narkoba adalah hal rumit dijalani.

"Kita terlalu sensitif dan kita berpikir bahwa kita sangat pintar dan rumit."

Dia menyebut mereka pecandu tengah sakit. Mereka menghancurkan diri sendiri. Bahkan tegas dia bicara bahwa kita jangan mengasihini mereka -memberi mereka uang untuk mencandu. Terkadang menurutnya mereka butuh rasa sakit penderitaan dulu.

Rafati sendiri termasuk orang yang menolak hukuman mati. Dia berpikir orang meresa tidak mampu buat menghentikan mereka -padahal lebih mudah untuk meyakinkan pecandu. Bertanggung jawab atas diri kita sendiri adalah beban dimana orang lain terkadang tidak mau tau.

Dia menuliskan kisahnya dalam sebuah buku. Banyak orang yang terselamatkan karena buku yang berjudul I forgot to Die atau yang berarti Aku Lupa untuk Mati.

Bisnis sukses


Keuntungan diraih bisnisnya $6 juta, dimana sudah termasuk bisnis bar, penjualan pakaian, dan melalui itu semua untuk membuka cabang ke 16 dan masuk ke Jepang.

Kesuksesan Rafati membawa keberuntungan besar. Dulunya tinggal di jalanan, sekarang dia berpergian naik jet pribadi. Jika dipikira kisahnya bisa menjadi film Holywood ya. Kelahiran Ohio, bagian baranya Amerika, dia merupakan keturunan ibu yahudi dan ayah islam.

Kehidupannya rumit dimana dia terpaksa drop out. Dia meninggalkan sekolah tanpa punya ijasah. Tidak kualifikasi untuk apapun. Dia ditangkap untuk kasus perusakan fasilitas umum dan mencuri. Tahun 1992, ia pindah ke Los Angles, dimana mimpinya menjadi bintang.

Ketika kehidupan aktingnya tidak berjalan. Rafati mulai menjadi musisin di band lokal, hingga menjadi tukang cuci mobil selebriti, seperti Elizabeth Taylor, Jeff Bridges, dan gitaris utama Guns N' Roses, Slash. Akan tetapi, dia terjebak dunia narkoba, dimana hidupnya malah lepas kendali tidak tentu arah.

Dia tinggal di dalam kardus. Dan untuk memenuhi candunga, ujungnya Rafati malah menjadi bandarnya. Ia sering overdosis hampir mati. Sudah kapok narkoba, dia lantas bekerja sembarangan, pokoknya bekerja apapun untuk membuatnya tetap sibuk.

Kemudian dia bekerja untuk dua tempat rehab narkoba, menjaga anjing dan menjadi tukang kebun. "Saya akhirnya bisa menyimpan uang," kenangnya. "Saya bekerja keras, tujuh hari seminggu, 16 jam seharinya."

Obsesinya akan berhenti narkoba membuatnya hidup sehat. Ketika dia bertemu seorang teman di Ohio, yang memberinya resep minuman herbal, Rafati mulai terobsesi membuat jus penyembuhnya sendiri. Dia layaknya seorang hippie yang belajar vitamin, makanan organik, makanan sehat penyembuh penyakit.

Awalnya dia lakukan agar membuat diri sendiri sehat. Tahun 2007, dia menyewa tempat, membuka usaha sendiri Riviera Recovery dimana klien akan membayar $10.000 untuk direhab sampai sembuh. "

Bagi kamu yang menjadi penghuni rehab akan diberi minuman Wolverine -campuran sari bunga, royal jelly, bubuk maca, dan pisang. Kemudian reputasi minuman tersebut malah lebih ternama dari nama bisnis itu sendiri. Lebih terkenal dibanding tempatnya disajikan, alhasil dia menyadari kebutuhan masyarakat.

Dia menyadari bahwa kebutuhan akan minuman itu, bukan tempat rehabnya. Tahun 2011, dia mendirikan perusahaan bernama Sunlife Organics, bersama teman dan pacar terakhirnya. Dengan menggunakan bekal tabungan bisnis barunya berdiri, dimana penjualan tahun pertama adalah $1 juta.

Di overdosis ke 8, dia sedang berada di dalam kamarnya di Malibu, yang mana paremedis datang cepat dan mampu membawanya hidup kembali. Ke 9 ceritanya dia benar- benar hampir mati karena dia terjebak di dalam ruangan. Waktu itu dia tengah asik menikmati heroin di kamar mandi ketika perampok masuk ke rumah.

Tahun 2003 dia dikirim ke penjara Los Angles. Dia telah mencapai dasarnya dasar. Sudah tidak ada jalan pintas digali. Dan sialnya semua skop dibawanya rusak. Dia kemudian bangkit mengatasi penyakitnya. Dia bertekat untuk hidup sehat dan memperbaiki kemiskinannya.

Seorang teman kemudian memperkenalkan jus super. Inilah minuman Wolverine yang memberika gairah baru buat penyakit kecanduan. Menjadi miskin itu sangat brutal. Apalagi kalau kamu adalah pecandu yang sangat parah tanpa uang. Justru jus super tersebut dicari orang tidak cuma buat mereka yang kecanduan.

Dimana mereka bukan bagian dari pelanggan bisnisnya. Lalu lahirlah Sunlife Organic yang memiliki moto yaitu cinta, sembuh dan menginspirasi. Sekarang bisnisnya menjual 12 jenis, minuman protein, dan masih banyak lagi.

Kamis, 06 April 2017

Juragan Keong Mas Berbisnis Keripik Gurih

Profil Pengusaha Sulthan Alfathir 


 
Entrepreneur muda berarti mampu melihat peluang. Sempitnya peluang mampu diterobos. Menciptakan hal tidak mungkin menjadi mungkin. Inilah kisah Sultan Alfathir, yang sudah memulai usahanya sejak bangku SMA. Berawal dari sebuah penelitian sekolah Sultan mampu membawa bisnisnya sampai sekarang.

Lulusan SMA 2 Lamongan, Jawa Timur, dan Universitas Brawijaya, Teknologi Hasil Pertanian angkatan 2003, Fakultas Teknologi Pangan, yang mampu membuat keong emas jadi panganan. Bukan perjalanan yang cepat tetapi memang ditekuni Sultan.

Keong emas yang dikenal sebagai hama petani. Dia olah menjadi panganan nikmat gurih. Polita Chrispy yang dibuat dari keong emas sawah. Inilah inovasi usaha sebenarnya entrepreneur muda. Jika biasanya orang akan jualan sate keong, itu diolah dijadikan keripik gurih khas kaya akan mineral.

Ada protein tinggi dan asam lemak tidak jenuh. Dengan asam lemak tak jenuh bisa digunakan menurunkan kolesterol. Sekedar uji coba makanan sederhana ternyata menghasilkan uang. Berawal dari keprihatinan akan serangan hama keong emas di kawasan Lamongan, sangat meresahkan karena padi akan rusak dalam 1- 7 hari.

Petani dilihatnya cuma pasrah kalau urusan keong mas. Paling penanganan ya dikumpulkan buat dibuang atau mungkin dijadikan sate. Ia sempat berpikir ekabegitu. Sempat berpikir mau dibikin produk sate tetapi dia melihat sudah banyak. Dia lalu memparkan hal tersebut ke kedua teman masa SMA -nya untuk penelitian.

Dia dibantu guru pembimbing. Kebetulan ada kelas entrepreneurship, dia lantas membuat business plan kemudian diajukan ke sekolah. Anak SMA 2 Lamongan memang didorong membuat rencana bisnis untuk dijalankan sendiri.

Bisnis keterusan


Mereka lantas menjualnya. Keripik dikemas semodern mungkin. Ukuran 100gram dalam kemasan plastik dan toples. Harga jualnya Rp.7 ribu dijual dulu ke warung- warung sekitar sekolah. Responnya ternyata baik loh. "Akhirnya kami semangat untuk terus mengolahnya," ujarnya.

Mereka kemudian ikutan aneka lomba bidang pertanian. Seperti ada lomba Inovasi Pengolahan Produk Perikanan 2012 di Yogyakarta. Nama produknya Polita Crispy dan mampu sampai menasional. Berbekal dua rasa yaitu keju barbeque dan pedas rasa soto tahu campur, dimana rasanya memang khas Lamongan.

Proses pengolahan sederhana, dari daging diiris- iris, dicampur bumbu dan tepung beras baru digoreng. Tapi jangan lupa dicuci dulu ya. Mencuci butuh 3- 4 kali sampai lumpur sawah hilang. Buat 100gram dia butuhkan 1kg daging keong.

Daging direbus dulu, gunanya untuk mengetahui apakah ada racunnya. Bagian beracun adalah bagian kepala yang menonjol. Bagian itu harus dipotong dibuang. Lendir juga harus dibuang agar benar- benar bersih. Itu disusul pencucian lagi. Setelah benar- benar bersih baru dipotong kecil untuk masuk tahap berikutnya.

Dia membuat adonan krispi sendiri. Balurkan bumbu yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Daging yang sudah dibaluri bumbu kemudian masuk adonan. Tinggal kamu goreng hingga matang dan krispi.

Untuk memenuhi kebutuhan keong, Sulthan juga membudidaya keong sendiri di dalam kolam. Kalau sudah masuk musim hujan jadi punya stok keong. Makanan  keong emas tingga dikasih kangkung kira- kira 2- 4 minggu kemudian siap panen. Kalau ada limbah bisa digunakan buat makanan ternak untuk usaha jenis lain.

Awal mereka membuat kemasan plastik. Berjalan waktu mereka menyadari harus siap berkembang. Maka ia mengajak teman- teman membuat kemasan modern berbentuk rumah gadang. Bermodal uang Rp.100 ribu saja mereka berempat menang lomba wirausaha 15 juta pada tahun 2013 dan dijadikan modal lagi.

Masalah dihadapi entrepreneur muda pemula: Jumlah produksi yang masih kecil. Dan ekspetasi penjualan melebihi alhasil permintaan tidak tercukupi. Kedua mereka masih sekolah jadi waktu mereka terbatas. Tapi masalah status masih sekolah tidak masalah. Mereka malahan membeli mesin pengolahan sendiri loh teman.

Berbekal uang hasil lomba dijadikan mesin pengering. Mereka juga melancarkan promosi lewat sosial media seperti Twitter dan Facebook. Mereka kemudian memberdayakan petani. Harga perkilo hama itu dibeli mereka Rp.7000 per- kg. Harga jualnya kalau sudah jadi Rp.7000- Rp.8000, omzetnya Rp.6 jutaan.

Laba 30% dari produk mereka jual. Dimana mereka sudah punya konsinyasi 25 outlet dan 10 reseller yang tersebar di Lamongan, Gresik, Malang, Kediri, dan Surabaya. Dengan rasa soto, ia mencoba menarik pemerintah daerah Lamongan menjadikan keripik Ponita menjadi daya tarik kuliner khas Lamongan.

Semua usahanya sudah didukung sertifikasi halal, dan kualitas kesehatan oleh pihak berkait. Cita- citanya yang lebih besar sebagai entrepreneur muda adalah menembus pasar ekspor.

Senin, 03 April 2017

Jualan Kopi Gayo Jadi Usaha Sampingan Mengejutkan

Profil Pengusaha Wiarwan dan Istri 


 
Ketika kopi blue mountain asal Jamaikan populer. Wiarwan seolah ingin membuktikan sesuatu. Hasratnya ialah ingin menjadikan kopi asli Indonesia, layaknya kopi Jamaika. Pengalaman bekerja dengan kopi telah memberikan ide mengenai bisnis ke depan tetapi tidak seketika.

Lulus SMA, pada 1988, ia tidak langsung bersentuhan dengan kopi. Remaja Wiarwan memilih mengejar pendidikan sampai ke Taiwan. Berbekal keberanian dia membiayai kuliah sendiri. Barulah menyentuh kopi ketika dia bekerja sampingan menjadi pegawai pabrik kopi.

Dia sukses membiayai kuliah. Begitu lulus dia kembali ke Indonesia, bukan bekerja dengan kopi tetapi ia malah bekerja untuk perusahaan pulp and paper. Sukses Wiarwan mampu menempati jenjang pekerjaan yang tinggi. Gaji mapan dan segala fasilitas tidak membuat Wiarwan terpuaskan akan hidup.

Berbisnis sendiri


Pekerjaan bergengsi memang membuat zona nyaman. Tetapi dia tidak mau. Pilihan adalah membuat usaha sampingan. Dia ingin berbisnis tetapi apa. Pikiran Wiarwan adalah bisnis tidak lekang. Jualan komoditas yang akan selalu dibutuhkan masyarakat.

Suami Warniaty, kemudian menemukan kelebih dari daerah tempatnya, Aceh dikenal memiliki kekayaan yang bahkan membuat Belanda tergoda. Kopi dari masa penjajahan Belanda sampai sekarang nih masih digemari masyarakat. Dan kita tau pamor kopi yang meningkat menjalar ke seluruh Indonesia tidak cuma Aceh.

Dia ingin menjadi pengusaha kopi gayo. Bermodal uang seadanya yakni Rp.25 juta, ia nekat melepaskan jabatan di perusahaan pulp and paper. Demi menjadi pengusaha mengunjungi petani untuk didekati. Lewat kemampuan persuasifnya mengajak petani kopi lokal dibawah pembinaan Wiarwan.

Tercatat nih sekarang 27 keluarga petani dan areal tanam 15 hektar- 20 hektar dibawah bimbingan dia. Ia mencoba menciptakan sistem sendiri. Sistem saling menguntungkan merombak cara tradisional petani kopi asal Aceh. Dia ajarkan mereka cara memilih bibit, mengelola, dan membantu pasca panen.

Sukses dia mampu mengangkat kualitas biji kopi petani. Tidak puas, Wiarwan ingin juga berbisnis sampai ke pengolahan. Dibeli satu mesin roaster asal Taiwan. Dia mengatakan sudah terbukti lewat pengalaman bekerja dulu. Dia mengolah kopi arabica dan berharap mampu sejajar dengan kopi blue mountain itu.

Kelebihan kopi dia olah menjadi arabica dan luwak. Dua kopi premium coba disuguhkan Wiarwan kepada masyarakat lokal. Nama kopi miliknya Optimum Prime, menawarkan kopi gayo premium untuk pecinta kopi sejati. Pembeli sudah sampai ke luar negeri seperti Korea, Taiwan, Australia, dan China.

Ia baru mengirim dalam jumlah kecil. Maklum usaha Wiarwan masih tergolong kecil. Untuk satu pemesan dia menjual maksimal 18kg. Produksi kopi gayo arabica dia menghasilkan 400kg sedangkan untuk kopi luwaknya 45kg. Harga Rp.1,5 juta per- kg untuk kopi luwak dan kopi premium arabica dihargai Rp.250 per- kg.

Perjalanan bisnis Wiarwan tidak semudah dibayangkan. Kopi miliknya belum mendapatkan rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Namun, uniknya, dia malah mendapatkan penilaian baik dari badan asing Kamar Dagang dan Industri Malaysia.

Bisnis maju terus


Kopi Indonesia sebenarnya bagus- bagus. Agar semakin dikenal oleh masyarakat, ia kemudian mengikuti aneka pameran. Dia memberi contoh gratis. Lewat acara pameran nasional maupun internasional. Disaat orang mencoba langsung nyeletuk kalau kopi luwat Wiarwan enak.

"Saya bilang itu arabica premium, bukan luwak. Kopi luwak kami lebih enak lagi," ujarnya.

Wiarwan juga mengambil kredit di Bank Rakyat Indonesia. Tahap awal, lewat suntikan modal, dia mulai mengembangkan bisnisnya. Lewat bank milik negara tersebut juga mendapatkan kesempatan. Sekali dia ikutan pameran kopi di Belanda mewakili BRI.

Istri Wiarwan, Nini, mengeluh memang susahnya mendapatkan perhatian pemerintah setempat. Padahal ia sudah mewakili kopi gayo dari Aceh ke acara internasional. Masalah kenapa mereka tidak mendapatkan sertifikat BP POM, kata Nini bangunan pabrik dilarang memiliki sudut- sudut karena berpengaruh ke kebersihan.

Padahal kalau soal kebersihan dalam pembuatan, ia menjamin perusahaanya sudah sesuai standar, itupun kalau dibandingkan home industry lainnya; Perusahaan dijalankan mereka lebih baik. Anehnya justru lah mereka yang kesulitan mendapatkan sertifikat. Bahkan Nini ingin berkunjung ke pabrikan teh botol Sosro nanti,

Tujuannya guna membuktikan apakah aturan tersebut adil. Apakah pabrikan besar juga mendapatkan syarat sama. Karena BP POM belum keluar alhasil, Nini kesulitan mendapatkan label Halal MUI, mungkin sulit tetapi Nini tidak patah semangat terus membangun bisnis mereka.

Obsesi Nini seperti halnya Wiarwan, yakni memperkenalkan kopi gayo sebagai identitas Aceh. Bagaimana agar kekhasan kopi lokal tersebut tidak hilang. Ia prihatin ketika kopi gayo dijadikan bahan campuran dari daerah lain. Contoh lah ada kopi Sidikalang, padahal bahan bakunya ya kopi gayo dari dataran tinggi gayo.

"...kemudian berubah menjadi kopi Sidangkalang, karena diproduksi di Sumatra Utara, jadilah dia kopi Sidangkalang," runut Nini.

Nama kopi Optimus Prime sudah tercatat di HAKI. Dipatenkan atas nama CV. Mutiara Gayo, dimana dia menggunakan kemasan standar internasional impor dari Taiwan. Usaha dilakukan lainnya adalah bagaimana caranya mendapatkan SNI.

Artikel Terbaru Kami